Demo Ribuan Sopir Truk Jatim di Kantor dan Depo Pertamina Surabaya Besok, Ini 5 Tuntutannya
Dyan Rekohadi April 28, 2026 09:52 PM

 


SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sejumlah 1.500 orang massa aksi sopir dengan membawa 900 truk dari Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) berencana menggelar demontrasi di Kota Surabaya, selama dua hari, mulai Rabu (29/4/2026) hingga Kamis (30/4/2026). 

Rencananya, massa demonstran sopir truk tersebut bakal berdemonstrasi di depan Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Jalan Jagir Wonokromo, Kota Surabaya. 

Kemudian, berlanjut menuju ke Depo Pertamina di kawasan Jalan Perak Barat, Pabean Cantikan, Surabaya.

Selama menggelar aksi demontrasi itu, mereka bekal menyampaikan lima tuntutan. 

"Ya kami besok di 2 lokasi, berangkat dari Rusunawa Jemundo Sidoarjo lalu kumpul di Bundaran Waru atau Cito. Langsung menuju ke 2 lokasi itu," ujar Angga Firdiansyah, Ketua atau Koordinator Gerakan Sopir Truk Jawa Timur (GSJT) saat dihubungi SURYA.CO.ID, pada Selasa (28/4/2026). 

Baca juga: DPRD Jatim Respons Demo Driver Online, Perda Aplikator Nakal Disiapkan


Lima tuntutan Sopir Truk dalam Demontrasi Besok :

  1. Hapus barcode BBM bersubsidi,
  2. Stop kriminalisasi sopir terkait BBM subsidi,
  3. Stop pungli operator SPBU dan penyalahgunaan barcode BBM
  4. Turunkan tarif tol, dan
  5. Tangkap mafia BBM bersubsidi. 

Baca juga: Terima Massa Gerakan Sopir Jawa Timur yang Keluhkan Regulasi ODOL, Kepala Dishub Jatim: Cari Solusi


Kejanggalan Pemblokiran Barcode BBM Bersubsidi

Ketua atau Koordinator Gerakan Sopir Truk Jawa Timur (GSJT), Angga Firdiansyah salah satu faktor utama para sopir truk menggelar aksi demo adalah adanya permasalahan pemblokiran barcode BBM solar

Angga mengatakan, para sopir truk beberapa bulan lalu sempat memperoleh masalah adanya pemblokiran barcode BBM solar secara sepihak. 

Pada Bulan Desember 2025 silam, permasalahan tersebut sudah sempat disampaikan kepada pihak Pertamina melalui forum mediasi di tengah jalannya aksi demontrasi. 

Akhirnya, permasalahan tersebut sempat dicarikan solusinya yakni pembukaan kembali blokir barcode yang terblokir, sesuai dengan hasil rapat dalam mediasi tersebut. 

Namun, kurun dua pekan terakhir; April 2026, para sopir truk kembali mengeluhkan permasalahan yang sama, yakni barcode BBM miliknya terblokir, tanpa alasan. 

Bahkan, jumlah barcode sopir yang terblokir lebih banyak dari data jumlah sopir saat permasalahan serupa yang dihadapi pada tahun 2025 silam. 

"Tanpa alasan dan banyak barcode-barcode yang lain sudah terblokir. Kebanyakan sekarang daripada yang bulan 12 tanggal 11 kemarin (tahun 2025). sama sih kalau yang baru-baru ini kan, dengan alasan penyalahgunaan BBM," katanya. 

Karena belum ada solusi konkret, maka para sopir truk memilih menggelar aksi demonstrasi, besok.

Baca juga: Ribuan Driver Online Demo DPRD Jatim, Tuntut Tarif Sesuai SK Gubernur

 

Sementara itu, warga Surabaya, Pratama mengatakan, pihaknya tetap mengapresiasi para demonstran dari berbagai kalangan yang hendak melakukan unjuk rasa di Kota Surabaya. 

Karena, ia sendiri juga merupakan karyawan buruh pabrik yang memiliki kesamaan nasib dengan para peserta demonstran dari kalangan sopir truk tersebut. 

Cuma ia berpesan agar aksi demontrasi yang akan berlangsung nanti, tetap dilakukan secara damai dan tertib. 

"Saya juga sama karyawan pabrik juga, ya penting tertib aja sama sama menyampaikan aspirasi juga kita," ujar warga asal Gresik itu. 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.