Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Tanah longsor mengancam rumah warga di Kampung Tunbakun, Kelurahan Kefamenanu Tengah, Kecamatan Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal ini disebabkan oleh cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten TTU beberapa waktu terakhir.
Plh Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten TTU, Felismino Askeli mengatakan, rumah yang terancam longsor tersebut terletak di ketinggian. Sementara di bawah rumah tersebut terdapat beberapa rumah warga.
Kondisi ini sangat berbahaya. Pasalnya, apabila rumah tersebut terdampak longsor, material bangunan bisa menimpa rumah di bawahnya.
Baca juga: Kejari TTU Tingkatkan Kasus Korupsi Perumda Air Minum Tirta Cendana ke Tahap Penyidikan
"Karena jaraknya sangat berdekatan antara rumah yang terancam longsor dan rumah warga lain di bawahnya," ujar Felismino.
Lokasi rumah tersebut, lanjutnya, berada di pinggir tebing. Sebelumnya dilaksanakan pembangunan, lokasi tersebut terlebih dahulu dikeruk untuk dilakukan pembangunan rumah.
Ia menyebut, secara struktur, bangunan tersebut tidak layak. Pasalnya, pembangunan fondasi tidak didahului dengan penggalian lubang. Pembangunan fondasi dilakukan begitu saja di atas tanah.
Seiring berjalannya waktu, tanah di sekitar rumah tersebut tergerus. Hal ini menyebabkan rumah itu terancam longsor. BPBD Kabupaten TTU telah mengimbau pemilik rumah untuk mengosongkan rumah itu.
"Dan kalau bisa secara sukarela dibongkar. Karena di bawahnya itu ada bangunan rumah," ungkapnya.
Ia menegaskan, apabila tidak dilakukan pembongkaran, bencana longsor bakal mengancam juga pemilik rumah lainnya yang berada di sekitar lokasi itu.
Selain itu, kata Felismino, satu unit rumah terdampak pohon tumbang merupakan milik Manuel R. E. D. Da Silva di RT 021, Kelurahan Kefamenanu Selatan. Rumah tersebut rusak tertimpa dahan pohon tumbang.
"Namun, sampai hari ini belum bisa dibersihkan. Karena itu berhubungan dengan ritual adat kepercayaan masyarakat setempat," ujarnya, Senin, 27 April 2026.
Mengingat para tetua adat belum melakukan ritual adat di lokasi tersebut maka, tim dari BPBD TTU belum melakukan pembersihan. Sebelumnya, tim dari BPBD telah bergerak ke lokasi untuk melakukan pembersihan. Namun, hal ini belum dilakukan lantaran belum dilakukan upacara adat.
Satu unit rumah lainnya berlokasi di RT/RW, 029/003, Kelurahan Maubeli. Rumah tersebut rusak tertimpa pohon yang tumbang.
Mengenai insiden pohon tumbang di wilayah tersebut, kata Felismino, tim dari BPBD Kabupaten TTU telah turun ke lokasi dan melakukan pembersihan dahan pohon.
Felismino menerangkan, tidak ada korban jiwa dan luka-luka dalam dua kejadian tersebut. Kendati demikian, pemilik rumah mengalami kerugian materil.
Ia meminta masyarakat Kabupaten TTU untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem yang sedang terjadi di Kabupaten TTU.
Masyarakat juga diminta melaporkan semua kejadian bencana melalui call center 112 Pemkab TTU.
Apabila menemukan kendala, masyarakat juga bisa melaporkan kejadian bencana di Ketua RT atau pemimpin wilayah setempat untuk dilaporkan secara berjenjang ke BPBD Kabupaten TTU. (bbr)