TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang - Seorang pemuda di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, jadi korban perampokan bahkan dianiaya saat melintas di Jalur Lintas Selatan (JLS), tepatnya di jembatan Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun. Setelah dianiaya korban bahkan dilempar ke sungai. Sepeda motor Honda Beat bernopol B 3945 CLE serta telepon genggam dirampas pelaku.
Korban diketahui bernama Mochammad Taufik Hidayat (22), warga Kecamatan Sumbersuko. Menurut Kasubsi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, kejadian tersebut terjadi setelah korban mengantar pulang pacarnya, Minggu dini hari (26/4/2026).
Baca juga: Kecelakaan Beruntun Tiga Kendaraan di Lumajang, 4 Orang Terluka
Kejadian bermula saat Taufik mengunjungi rumah pacarnya di Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh sekitar pukul 19.30 WIB. Keduanya kemudian pergi ke pasar malam di Lapangan Kunir.
“Sekitar pukul 23.00 WIB, korban diminta mengantarkan pacarnya ke rumah temannya di Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh,” ujar Suprapto, Selasa (28/4/2026).
Setelah sampai di lokasi, korban justru diminta pulang dengan diantar oleh tiga pria yang merupakan teman pacarnya. Mereka beralasan korban tidak mengetahui arah jalan pulang.
Namun di tengah perjalanan, korban diarahkan melewati jalur sepi di JLS. Situasi semakin sulit ketika sepeda motor korban kehabisan bahan bakar di kawasan tersebut.
“Salah satu pelaku sempat membantu mendorong kendaraan hingga mencapai jembatan di Desa Wotgalih. Sesampainya di atas jembatan, para pelaku tiba-tiba menghentikan laju dan langsung melakukan aksi kekerasan terhadap korban,” jelas Suprapto.
Korban mengaku dipukuli secara bertubi-tubi di bagian kepala hingga mengalami luka dan pendarahan. Salah satu pelaku juga sempat mengancam dengan pisau, meski korban berhasil menghindar dari sabetan senjata tajam tersebut.
Baca juga: Simulasi Tsunami di Lumajang, 300 Warga Dilatih Evakuasi Cepat Ancaman Megathrust
Kekerasan tidak berhenti di situ. Korban kemudian didorong ke arah sungai di bawah jembatan.
Korban sempat berpegangan pada pagar jembatan, namun para pelaku terus menendangnya hingga terjatuh ke Sungai Bondoyudo.
Dalam kondisi terluka, korban berusaha berenang ke tepi sungai dan akhirnya berhasil naik kembali ke atas jembatan. Saat itulah ia menyadari sepeda motor dan telepon genggamnya telah dibawa kabur oleh pelaku.
Baca juga: Berniat Dahului Bus, 2 Orang Berboncengan Motor Tabrak Truk Parkir di Lumajang, 1 Tewas
Selain itu, polisi juga mengungkap bahwa sebelum kejadian, korban sempat diajak mengonsumsi minuman keras oleh teman pacarnya di Desa Pandanarum.
“Kami juga tengah melakukan upaya identifikasi dan pengejaran terhadap para pelaku,” tegas Suprapto.
Korban mengaku baru mengenal ketiga pelaku saat pesta minuman keras bersama pacarnya.
“Saya minta ditunjukkan jalan pulang. Diantarlah sama tiga orang ini, kenalnya dari pacar saya waktu minum-minum itu. Saya bawa motor sendiri, yang antar juga pakai motor sendiri,” ujar Taufik.
Ia juga mengaku sempat merasa mual dan muntah dalam perjalanan pulang akibat pengaruh minuman keras, tepat sebelum motornya kehabisan bahan bakar.
“Di sana itu saya dipukuli sama tiga orang yang nganter tadi dan langsung didorong dari jembatan ke sungai. Sudah coba melawan tapi tidak mampu,” tambahnya.