Amerika Serikat Masih Nekat Bawa Italia ke Piala Dunia 2026, Utusan Trump Lobi Infantino Lagi
Arif Tio Buqi Abdulah April 28, 2026 09:57 PM

TRIBUNNEWS.COM - Drama potensi masuknya Italia ke Piala Dunia 2026 ternyata masih jauh dari tuntas.

Utusan Presiden Donald Trump, Paolo Zampolli, menegaskan Italia punya peluang kuat mengikuti ajang sepak bola empat tahunan tersebut.

Ia mengaku akan terus melobi Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk memasukkan Italia ke Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Zampolli akan melobi Presiden FIFA saat bertemu di ajang F1 GP Miami akhir pekan ini.

"Saya mengatakan, Italia berpeluang tampil di Piala Dunia 2026. Kemungkinannya lebih dari 50 persen," kata Zampolli dikutip dari Football Italia.

"Saya akan bertemua Gianni Infantino di Miami untuk Formula 1 akhir pekan ini."

"Piala Dunia tidak akan komplet tanpa Italia. Keputusan ada di tangan Infantino dan Trump," paparnya.

Baca juga: Blunder Amerika Serikat soal Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, FIFA Seakan Tak Berarti

Tekad bulat Zampolli melobi Infantino agar memasukkan Italia bisa disebut keluar dari wewenangnya.

Pasalnya FIFA sudah punya jalur jelas dan resmi untuk mendapatkan peserta Piala Dunia setiap edisinya.

Sebelum kesempatan ini pun Zampolli pernah melontarkan wacana yang kurang lebih sama.

Hal tersebut lantas mendapatkan tanggapan dari pejabat tinggi dunia olahraga negeri Pizza.

Presiden Komite Olimpiade Nasional Italia, Luciano Buonfiglio, mengeluarkan tanggapan keras soal wacana tersebut.

DONNARUMMA - Penjaga gawang Italia #01 Gianluigi Donnarumma melihat bola melewati mistar gawangnya selama pertandingan sepak bola Grup B UEFA Euro 2024 antara Spanyol dan Italia di Arena AufSchalke di Gelsenkirchen pada 20 Juni 2024. (Foto arsip)
DONNARUMMA - Penjaga gawang Italia #01 Gianluigi Donnarumma melihat bola melewati mistar gawangnya selama pertandingan sepak bola Grup B UEFA Euro 2024 antara Spanyol dan Italia di Arena AufSchalke di Gelsenkirchen pada 20 Juni 2024. (Foto arsip) (Foto oleh Alberto PIZZOLI / AFP)

Buonfiglio mengatakan usulan tersebut benar-benar tak masuk akal dan sekaligus menjadi hinaan besar bagi Italia.

Menurutnya, setiap tim yang tampil di Piala Dunia harus berdasarkan hasil dan prestasi yang diraih di atas lapangan.

Prinsip itu juga sesuai dengan norma di olahraga lain pada umumnya yang benar-benar mengusung hasil di arena atau lapangan sebagai pembuktian terbesar.

Ia menegaskan menolak wacana Italia masuk Piala Dunia dengan cara ekspres tersebut.

"Pertama-tama, saya pikir itu adalah hal yang tidak mungkin (Italia menggantikan Iran di Piala Dunia)," kata Buonfiglio dikutip dari Football Italia.

"Kedua, saya benar-benar tersinggung dengan wacana itu."

"Anda harus menjadi tim yang benar-benar berhak untuk tampil di Piala Dunia untuk bermain di ajang seperti itu," sambungnya.

Hal yang kurang lebih serupa juga dikemukakan Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi.

Abodi menegaskan ide Italia menggantikan Iran di Piala Dunia 2026 sebagai sebuah hal yang tidak pantas.

"Itu adalah tindakan yang benar-benar tidak pantas," kata Abodi.

"Anda harus membuktikan kelayakan bermain di ajang tingkat tinggi lewat permainan di lapangan," paparnya.

Sebelumnya, Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat untuk Piala Dunia, Paolo Zampolli, menginginkan Italia saja yang tampil di ajang sepak bola empat tahunan tersebut sebagai pengganti Iran.

Bahkan Zampolli mengatakan ia sudah menyampaikan idenya ini di depan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Zampolli menilai Italia merupakan kandidat yang sangat layak untuk mengisi slot yang ditinggalkan Iran. 

Ia bahkan menegaskan bahwa langkah tersebut akan menjadi skenario ideal, terutama karena Piala Dunia 2026 digelar di kawasan Amerika Utara.

"Saya menegaskan bahwa saya telah menyarankan kepada Trump dan Infantino agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia," kata Paolo Zampolli, dikutip dari Mirror.

"Saya warga asli Italia dan akan menjadi mimpi untuk melihat Azzurri di turnamen yang diselenggarakan di AS."

"Dengan empat gelar, mereka memiliki rekam jejak yang cukup untuk membenarkan keikutsertaan mereka," lanjutnya.

(Tribunnews.com/Guruh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.