KUNJUNGAN ke Desa Penglipuran Turun 11 Persen, Dispar Catat Ribuan Wisatawan Kunjungi Bajra Sandhi 
Anak Agung Seri Kusniarti April 28, 2026 10:03 PM

TRIBUN-BALI.COM - Kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli dalam beberapa waktu terakhir tercatat mengalami penurunan sekitar 11 persen. Hal tersebut terjadi akibat konflik geopolitik Timur Tengah.

Pengelola objek wisata pun menyiapkan berbagai layanan agar kunjungan stabil di angka 2.000 orang per hari. General Manager Objek Wisata Penglipuran, I Wayan Sumiarsa mengatakan, penurunan kunjungan secara umum berada di kisaran 11 persen. 

“Rata-rata kunjungan per hari masih di angka 2.020 orang, masih sesuai dengan kapasitas daya tampung (carrying capacity) yang kami tetapkan,” ujarnya, Selasa (28/4).

Jumlah tersebut sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 2.100 pengunjung per hari. Meski demikian, pihak pengelola menilai kondisi ini masih dalam batas wajar dan sesuai target kunjungan.

 

Baca juga: SEROBOT Trotoar! Reklame Ilegal yang Menjamur di Abiansemal Badung Diperketat Petugas Gabungan

Baca juga: BUKTI Minta Uang Miliaran Buat Amankan Kasus, Panglima Hukum Togar Situmorang Vonis 2,5Tahun Penjara

 

“Memang dibandingkan tahun lalu, kunjungan ini turun 11 persen, tapi menurut kami itu masih wajar,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, penurunan kunjungan paling terasa terjadi pada wisatawan mancanegara (wisman). Jika sebelumnya kunjungan wisatawan asing bisa mencapai 450 orang per hari, kini di kisaran 300-an atau turun sekitar 25 persen.

Sementara itu, penurunan wisatawan domestik, kata dia, dipengaruhi sejumlah faktor eksternal, di antaranya isu geopolitik yang berdampak pada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kondisi ini turut memengaruhi wisatawan yang datang melalui jalur darat. Selain itu, kenaikan harga tiket pesawat juga disebut menjadi salah satu faktor penyebab. “Konflik Timur Tengah menjadi salah satu pemicu penurunan jumlah kunjungan,” ujarnya.

Meski terjadi penurunan, pihaknya tetap optimistis bisa menjaga angka kunjungan di kisaran 2.000 wisatawan per hari. Berbagai strategi disiapkan, mulai dari penguatan destinasi melalui inovasi hingga penyelenggaraan berbagai event.

Salah satu agenda yang disiapkan adalah Penglipuran Fun Run 2026 yang akan digelar pada Juni 2026. Selain itu, juga akan berlangsung Penglipuran Village Festival yang masuk dalam kalender Karisma Nusantara. Tak hanya itu, strategi pemasaran juga dilakukan baik secara offline maupun online.

Pengelola juga berupaya memberikan nilai tambah bagi wisatawan, salah satunya melalui program perlindungan asuransi. “Mulai 1 Mei 2026, setiap wisatawan yang berkunjung ke Penglipuran akan mendapatkan perlindungan asuransi tanpa adanya kenaikan harga tiket masuk. Program ini dihadirkan sebagai bentuk peningkatan keamanan dan kenyamanan pengunjung,” ujarnya.

Diungkapkan asuransi ini sangat penting bagi wisatawan. Sebab bercermin dari tahun-tahun sebelumnya, di objek ini beberapa kali wisatawan terpeleset maupun keseleo. 

“Selama ini wisatawan belum tercover asuransi. Belajar dari kejadian sebelumnya, kami hadirkan perlindungan. Kecelakaan yang paling sering terjadi ialah terpeleset akibat kondisi jalan yang relatif licin, serta kasus keseleo. Untuk melakukan klaim, wisatawan diwajibkan menunjukkan tiket masuk sebagai bukti kunjungan,” ujarnya.

Sumiarsa mengatakan, meski menghadirkan program asuransi. Pihaknya tidak menaikkan tiket sepeserpun. “Harga tiket tetap, tidak naik sepeserpun. Dengan adanya program asuransi ini, diharapkan wisatawan semakin merasa aman dan tidak ragu untuk berkunjung ke Desa Wisata Penglipuran,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Bali merekomendasikan tiga daya tarik wisata (DTW) di Kota Denpasar. Tiga DTW ini lokasinya terletak di Kota Denpasar dengan jarak cukup dekat dengan kantor Gubernur Bali.

Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Pariwisata Dispar Provinsi Bali, AA Made Anggia Widana menjelaskan, ketiga DTW tersebut yakni, Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB) atau yang lebih dikenal dengan Bajra Sandhi di Jalan Raya Puputan, Denpasar. “Kunjungan wisatawan ke MPRB ini didominasi pelajar. Selain itu, juga wisatawan asing,” jelasnya, Selasa (28/4).

MPRB juga menjadi lokasi favorit untuk pengambilan foto maupun video prewedding. Baik itu masyarakat lokal, domestik maupun wisman. “Turis Tiongkok banyak yang foto prewedding di MPRB, karena bangunan Bajra Sandhi atau genta ini, memiliki kemiripan dengan stupa,” imbuhnya.

Ia juga membeberkan data kunjungan wisatawan ke MPRB. Pada bulan Januari 2026, kunjungan wisman sebanyak 430 orang, sedangkan wisatawan domestik 1.823 orang. Sedangkan pada Februari 2026, jumlah wisman 444 orang, domestik 1.041 orang. Di bulan Maret, untuk wisman sebanyak 217 orang dan domestik 1.202 orang.

Dispar Bali juga rekomendasikan DTW Museum Bali yang terletak di Jalan Mayor Wisnu, tepatnya di sebelah timur Lapangan Puputan Badung. Museum ini menyimpan peninggalan masa lampau hingga benda-benda etnografi.

Selain itu, Museum Le Mayeur yang terletak di tepi Pantai Sanur. Museum ini menyimpan karya pelukis asal Belgia, Andrien Jean Le Mayeur De Merpres. Di antaranya, karya ekspresionis penari bernama Ni Pollok yang merupakan istrinya.

DTW Taman Werdhi Budaya atau Art Centre di Jalan Nusa Sumerta Kelod juga direkomendasikan untuk wisatawan berkunjung. Tempat ini merupakan panggung pertunjukkan bagi para seniman Bali dalam mementaskan berbagai seni tradisional hingga modern.

Khususnya saat Pesta Kesenian Bali (PKB) yang dihelat setahun sekali, pada pertengahan Juni sampai dengan pertengahan Juli. Di lokasi ini juga terdapat Museum Mahudara Mandara Giri Bhuvana (MMGB), yang memamerkan berbagai karya. Di antaranya lukisan, patung, serta lainnya. (weg/sar)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.