Perkuat Hubungan Budaya Indonesia-Peru, FSMR ISI Yogyakarta Gelar Peruvian Film Festival 2026
Yoseph Hary W April 28, 2026 10:06 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta tengah memperkuat hubungan budaya dan akademik antara Peru dan Indonesia melalui Peruvian Film Festival 2026 yang digelar di Ruang Audio Visual Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) ISI Yogyakarta.

Dekan FSMR ISI Yogyakarta, Edial Rusli, berujar, festival ini digelar selama dua hari yakni Selasa-Rabu (28-29/4/2026) dan diharapkan menjadi ruang edukatif yang memperkenalkan sinema Peru sebagai medium pembelajaran lintas budaya.

"Budaya itu mendekatkan kita semua, sehingga kita bisa berkolaborasi melalui seni film, fotografi, dan animasi," ucapnya, saat pembukaan Peruvian Film Festival 2026 di Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta, Selasa (28/4/2026).

Putar 7 film Peru

Adapun rangkaian kegiatan dalam Peruvian Film Festival 2026 ini berupa pemutaran tujuh film Peru kontemporer dari berbagai genre dan pendekatan sinematik. Terdapat pula, diskusi pasca pemutaran, kuliah umum, atau forum mahasiswa untuk analisis film dengan sineas Peru, John Alexander dalam kegiatan itu.

"Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi jejaring (networking session) berupa interaksi antara mahasiswa, dosen, dan perwakilan Kedutaan Besar Peru," ujarnya.

Apalagi, dalam pemutaran film itu muncul beberapa hal tentang realita kehidupan yang ada di Peru. Sebab, Peruvian Film Festival 2026 digelar untuk mendorong pertukaran akademik dan budaya, memperkenalkan sinema Peru sebagai sarana dialog intelektual dan artistik, serta meningkatkan kualitas pendidikan film.

Dorong diskusi kritis

"Selain sebagai bentuk diplomasi budaya, kegiatan ini juga diarahkan sebagai platform akademik yang mendorong diskusi kritis, inspirasi artistik, serta kolaborasi internasional dalam bidang seni media rekam," terangnya.

Lebih lanjut, melalui festival ini, Edial bergarap, dapat memberikan eksposur terhadap beragam pendekatan sinematik, teknik produksi, dan perspektif budaya, merayakan keberagaman melalui sinema.

Pihaknya juga berharap, Peruvian Film Festival 2026 ini dapat membangun jejaring internasional hingga memfasilitasi interaksi antara mahasiswa, dosen, sineas peru dan perwakilan Kedutaan Besar Peru.

"Tentunya, kami berharap juga bahwa kolaborasi tidak hanya berhenti di sini. Ke depan semoga ada kolaborasi panjang untuk meningkatkan mutu pendidikan lebih jauh," pintanya.(nei)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.