Jakarta (ANTARA) - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen memperkuat ekosistem kebahasaan, kesastraan dan literasi di Provinsi Aceh dengan menggandeng pemerintah daerah, perguruan tinggi, instansi pendidikan, komunitas literasi, serta Kepala Dinas Pendidikan provinsi, kabupaten/kota.
Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, menegaskan perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai pusat pengetahuan dan inovasi.
Ia mengatakan kolaborasi dengan kampus perlu terus diperluas agar program kebahasaan semakin berdampak luas.
“Ini adalah bentuk partisipasi semesta dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, dimana Kemendikdasmen terus meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi,” ujar Hafidz.
Ia menambahkan terdapat empat fokus utama yang perlu diperkuat bersama, yaitu peningkatan literasi, penguatan kedaulatan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, serta internasionalisasi bahasa Indonesia.
“Dalam konteks kedaulatan bahasa, kita masih melihat penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik dan tata naskah dinas yang belum baik dan benar. Ini menjadi perhatian bersama untuk terus diperbaiki,” kata Hafidz.
Ia menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan bahasa daerah di kalangan generasi muda.
Tak hanya itu, pihaknya pun melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Rektor IAIN Takengon, Rektor UIN Ar-Raniry dan Rektor Universitas Syiah Kuala.
Penandatanganan tersebut, kata dia, menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa serta sastra Indonesia dan daerah.
Adapun ruang lingkup kerja sama mencakup penguatan Tridarma perguruan tinggi, riset kebahasaan dan kesastraan, peningkatan literasi masyarakat, pelatihan kebahasaan, revitalisasi bahasa daerah, pengembangan bahan ajar, serta pelibatan mahasiswa dan dosen dalam program strategis kebahasaan.
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh Muhammad Irsan menyatakan komitmennya untuk melanjutkan capaian yang telah dibangun sekaligus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Kami akan terus berdiskusi dan berupaya meningkatkan kinerja Balai Bahasa Provinsi Aceh. Kami mohon dukungan dari seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.





