Ramalan Cuaca Jatim Rabu 29 April 2026 Mayoritas Cerah Berawan, Surabaya Hujan Ringan di Siang Hari
Ani Susanti April 28, 2026 11:14 PM

TRIBUNJATIM.COM - Simak ramalan cuaca Jatim pada Rabu 29 April 2026.

Mayoritas wilayah di Jawa Timur mengalami cuaca cerah berawan.

Namun ada sejumlah daerah yang mengalami hujan di siang hari dan malam hari

Ramalan cuaca Jatim ini dilansir dari situs BMKG.

Daerah yang Diprediksi Hujan Ringan

Berdasarkan laman resmi BMKG, daerah yang diprediksi diguyur hujan ringan:

  • Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Kota Blitar
  • Kota Kediri, Kota Madiun, Kota Probolinggo, Kota Surabaya, Lamongan, Lumajang
  • Madiun, Magetan, Malang, Nganjuk, Ngawi, Pacitan
  • Pamekasan, Pasuruan, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Sumenep

Suhu Udara di Jawa Timur

Pasuruan: 25–31°C, menjadi daerah paling panas.

Kota Batu: 17 - 23°C, tercatat sebagai daerah terdingin.

Rata-rata suhu udara di Jawa Timur hari ini: 24–30°C.

Baca juga: Ramalan Cuaca Jatim Selasa 28 April 2026, Gresik Pasuruan Kediri Probolinggo Blitar Hujan Ringan

Prediksi Puncak Kemarau di Jawa Timur

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini terkait kondisi cuaca di Jawa Timur pada tahun 2026.

Musim kemarau tahun ini diperkirakan akan berlangsung lebih panjang dan cenderung lebih kering dibandingkan rata-rata normalnya.

Melalui Stasiun Klimatologi Jawa Timur, BMKG menyebutkan bahwa kondisi ini dipicu oleh potensi fenomena El Nino yang mulai berkembang pada pertengahan tahun.

Fenomena tersebut diprediksi akan memperkuat dampak kekeringan di berbagai wilayah di Jawa Timur.

Berdasarkan analisis terbaru yang dirilis melalui akun Instagram resmi @infobmkgjuanda, sekitar 75,5 persen wilayah Jawa Timur berpotensi mengalami curah hujan di bawah normal.

Hal ini memicu risiko tinggi terjadinya krisis air bersih dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla).

Baca juga: Ramalan Cuaca Jatim Senin 27 April 2026, Waspada Petir di Tiga Daerah ini

BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Jawa Timur akan terjadi pada Agustus 2026, di mana puluhan Zona Musim (ZOM) akan mencapai titik paling kering. Selain lebih kering, awal musim kemarau di beberapa daerah juga mengalami keterlambatan.

"Sekitar 46,2 persen wilayah di Jawa Timur baru memasuki musim kemarau lebih lambat dari jadwal normalnya," tulis laporan BMKG dikutip Rabu (15/4/2026).

Adapun durasi musim kemarau yang lebih panjang diprediksi akan melanda setidaknya 39 Zona Musim (ZOM) di Jawa Timur. Potensi El Nino sendiri diperkirakan mencapai 50 hingga 60 persen dan mulai menguat pada pertengahan tahun ini.

Menanggapi ancaman kekeringan tersebut, BMKG memberikan sejumlah rekomendasi mitigasi, terutama bagi sektor-sektor vital:

  • Sektor Pertanian: Petani disarankan menanam varietas padi yang berumur pendek dan tahan kekeringan, atau beralih ke tanaman palawija
  • Pengelolaan Air: Masyarakat diimbau memaksimalkan penampungan air hujan (panen air) di akhir musim penghujan sebagai cadangan
  • Peluang Ekonomi: Di balik tantangan kekeringan, kemarau panjang ini dapat dioptimalkan untuk meningkatkan produksi garam rakyat.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.