3 Berita Populer Padang: Orang Tua Alceo Kirim Surat ke Presiden hingga Penangkapan Pelaku Curanmor
Rezi Azwar April 29, 2026 10:27 AM

1. Orang Tua Alceo Kirim Surat ke Istana, Desak Presiden Prabowo Audit RSUP M Djamil Padang

DUGAAN KELALAIAN PELAYANAN- Kedua orang tua Alceo, Doris Flantika dan Nuri Khairma saat membacakan surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto di kediamannya, Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Selasa (28/4/2026). Mereka menyampaikan beberapa poin yang tidak didapatkan saat merawat sang anak di RSUP M Djamil Padang.
DUGAAN KELALAIAN PELAYANAN- Kedua orang tua Alceo, Doris Flantika dan Nuri Khairma saat membacakan surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto di kediamannya, Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Selasa (28/4/2026). Mereka menyampaikan beberapa poin yang tidak didapatkan saat merawat sang anak di RSUP M Djamil Padang. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Orang tua Alceo Hanan Flantika mengirimkan surat ke Istana untuk melaporkan dugaan kelalaian pelayanan medis di RSUP M Djamil Padang.

Langkah ini menyusul pembacaan surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto di kediaman mereka, kawasan Surau Gadang, Kota Padang, Selasa (28/4/2026).

Pernyataan ini disampaikan oleh Doris Flantika, ayah dari Alceo yanga anaknya diduga meninggal dunia usai menjalani perawatan di RSUP M Djamil Padang.

Pihak keluarga mengatakan Alceo meninggal akibat dugaan kelalaian pelayanan medis di rumah sakit tersebut.

Di kediamannya, Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang pihak keluarga menyampaikan surat terbuka kepada presiden.

"Kita menyampaikan surat terbuka ini kepada Presiden Prabowo, untuk menyampaikan dugaan kelalaian pelayanan medis terhadap Alceo," kata Doris memberikan keterangan kepada TribunPadang.com.

Baca juga: "Alhamdulillah Dia Dihukum Mati", Tangis Ibu Korban Mutilasi Pecah saat Sidang di PN Pariaman

Tak hanya itu, ia menyebut juga mengirimkan hard copy surat terbuka ke istana, agar dapat diketahui oleh presiden.

Saat ditanya kapan surat tersebut dikirimkan, Doris mengaku sudah mengirimkannya ke istana.

"Kita juga kirim suratnya ke istana, sudah dikirim hari ini," pungkasnya.

Keluarga Alceo Minta Presiden Evaluasi Rumah Sakit Pemerintah

Orang tua Alceo Hanan Flantika, minta Presiden Prabowo Subianto membentuk tim investigasi, memberikan perlindungan hingga mengevaluasi sistem pelayanan rumah sakit pemerintah.

Pernyataan ini disampaikan oleh Doris Flantika dan Nuri Khairma saat membacakan surat terbuka dan mereka adalah kedua orang tua Alceo.

Di kediamannya, Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, surat terbuka ini bagian dari proses mencari keadilan atas kematian Alceo.

Baca juga: Universitas Terbuka Gandeng PNP dan UNP Perkuat Pendidikan Vokasi di Sumbar

Sebelumnya, pihak keluarga menduga adanya kelalaian pelayanan medis di RSUP M Djamil Padang saat merawat sang anak beberapa waktu lalu.

Kasus ini berawal dari Alceo yang menderita luka bakar terkena air panas sebanyak 23 persen, dirawat di RSUP M Djamil Padang, hingga dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani enam hari perawatan.

Melalui surat terbuka tersebut, pihak keluarga meminta kepada Presiden Prabowo untuk:

1. Memerintahkan investigasi independen terhadap dugaan kelalaian dalam kasus ini

2. Melibatkan lembaga berwenang seperti Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia, untuk melakukan audit etik dan profesional

3. Menjamin perlindungan hagi keluarga pasien dalam mencari keadilan tampa intimidasi

4. Mengevaluasi sistem pelayanan rumah sakit pemerintah agar kejadian serupa tidak terulang pada keluarga lain

Baca juga: Menyamar Jadi Pembeli, Tim Klewang Tangkap Pelaku Curanmor Lintas Daerah di Mata Air Padang

Ia menegaskan kepada Presiden Prabowo dalam membacakan surat terbuka tersebut, bahwa negara dapat mencegah tragedi serupa terulang.

"Kami tidak mencari sensasi, kami mencari keadilan. Kami tidak ingin viral, kami ingin perubahan," tegasnya.

Namun kata dia, jika suara kecilnya hanya bisa didengar setelah menjadi besar, maka biarlah surat ini menjadi suara yang menggema.

"Sebagai rakyat Indonesia, kami masih percaya bahwa Presiden Prabowo adalah tempat terakhir kami berharap," pungkasnya.

Diakhir surat, ia menutup dengan perkataan "Orang tua dari anak yang telah pergi, namun tidak akan pernah dilupakan".

Baca juga: Kami Ingin Perubahan, Harapan Ayah di Padang ke Presiden Usai Alceo Tiada di RSUP DR M Djamil

Alceo merupakan anak berumur 1 tahun 2 bulan, diduga meninggal di rumah sakit tersebut akibat kelalaian penanganan medis.

Ia merupakan anak dari pasangan Doris Flantika dan Nuri Khairma. Orangtua bayi ini terus mencari keadilan hingga mengirimkan surat terbuka ke presiden.

Saat pembacaan surat, Doris menyebut sang anak datang ke RSUP M Djamil Padang dengan harapan untuk sembuh, akan tetapi tak pernah kembali hingga sekarang.

"Alceo datang dengan harapan untuk sembuh, tetapi justru tidak pernah kembali," ucapnya saat membacakan surat terbuka di kediamannya, Surau Gadang, Nanggalo, Kota Padang, Selasa (28/4/2026).

Pernyataan yang disampaikan ujar Doris, bukan menuduh tanpa berdasar. Sebab, selama anaknya dirawat di rumah sakit tersebut, keluarga Alceo menduga kuat adanya kelalaian dalam pelayanan medis.

Dugaan kelalaian itu sudah mereka saksikan secara langsung dari proses penanganan awal hingga tindakan lanjutan.

Baca juga: Gunakan Aspal Spesifikasi PG 70, Jalan Sungai Dareh-Koto Baru Sepanjang 19 KM Segera Diperbaiki

"Menurut kami tidak dilakukan dengan standar kehati-hatian yang semestinya," ujar kedua pasangan suami istri tersebut.

Selama proses tersebut, sebagai keluarga Alceo mengaku tidak mendapatkan:

- Penjelasan medis yang utuh dan transparan

- Penanganan yang cepat dan responsif sesuai kondisi darurat

- Kepastian prosedur yang sesuai standar keselamatan pasien

"Kami hanya mendapat kebingungan, keterlambatan, dan pada akhirnya kehilangan," tambahnya.

Pantauan TribunPadang.com di lokasi pukul 10:31 WIB, usai membacakan surat terbuka, kedua orang tua Alceo tak kuasa menahan tangis.

Dengan langkah yang sudah mereka tempuh sejak kematian sang anak, harapan mereka bisa mencari keadilan.

Baca juga: Jadwal Film Bioskop Padang Hari Ini 28 April 2026: Ada Para Perasuk dan Ghost In The Cell

Laporan ke Polda Sumbar

Orang tua Alceo Hanan Flantika mendatangi ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumbar, Kamis (23/4/2026) siang.

Kedatangan mereka bertujuan melaporkan dugaan kelalaian medis RSUP M Djamil Padang yang mengakibatkan putra mereka meninggal dunia.

Pantauan TribunPadang.com di lapangan, terlihat ayah dan ibu Alceo mendatangi ruangan SPKT Polda Sumbar sekira pukul 13:43 WIB.

Kedatangan pihak keluarga Alceo, merupakan kelanjutan dari kasus anaknya yang diduga meninggal dunia akibat kelalaian medis saat menjalani perawatan luka bakar di RSUP M Djamil Padang.

Untuk diketahui, Alceo merupakan bayi berusia 14 bulan, anak dari pasangan Doris Flantika dan Nuri Khairima.

Baca juga: 3 Laga Tanpa Gol, Imran Nahumarury Terapkan Hukuman di Latihan demi Asah Ketajaman Semen Padang FC

Ia sempat dirawat kurang lebih sepekan di RSUP M Djamil Padang usai mengalami luka bakar akibat terkena air panas sejak Kamis (26/3/2026) lalu.

Di Polda Sumbar, ayah Alceo bernama Doris terlihat mengenakan baju kaos pitih dengan motif cokelat di bahunya.

Sementara ibu Alceo bernama Nuri menggunakan rok putih dengan baju dan jilbab pink.

Mereka terlihat hanya datang berdua, tanpa didampingi kuasa kuasa. Setelah masuk ke ruangan SPKT, keluarga Alceo terlihat menuju ke ruangan Ditreskrimum Ditreskrim Polda Sumbar.

Pasangan suami itu tampak diiringi oleh petugas kepolisian dari Polda Sumbar. Sementara, awak media juga ramai di lokasi untuk mengawal kasus tersebut.

Sejak masuk ke ruangan Ditreskrimum pukul 13:58 WIB, ayah dan ibu Alceo masih memberikan keterangan kepada pihak kepolisian.

Baca juga: BNPB Tinjau Sepablock Semen Padang untuk Huntap, Soroti Produksi dan Distribusi

Tuduh Karyawan RSUP Jadi Buzzer

Pihak keluarga almarhum Alceo Hanan Flantika menuding manajemen RSUP M Djamil Padang mengerahkan karyawan untuk menjadi buzzer di media sosial.

Untuk diketahui, Alceo merupakan bayi berusia 14 bulan dari pasangan Doris Flantika dan Nuri Khairima.

Ia diduga meninggal dunia akibat kelalaian medis saat menjalani perawatan luka bakar yang diderita, kurang lebih selama sepekan di RSUP M Djamil Padang. 

Baca juga: Borneo FC vs Semen Padang FC: Pelatih Imran Nahumarury Fokus Jaga Mental Pemain Kabau Sirah

Ayah Alceo, Doris Flantika menyebut bahwa informasi mengenai pergerakan karyawan untuk jadi buzzer di media sosial diterimanya melalui internal pihak rumah sakit tersebut.

Sebab, Doris mengaku banyak memiliki kenalan hingga menerima informasi pengerahan karyawan untuk menjadi buzzer.

"Kenalan kami banyak di sana, baik saudara, keluarga, teman, informasi itu tidak hanya tersimpan di situ saja, pasti di-share ke kami," katanya saat konferensi pers di salah satu kafe, Kota Padang, Rabu (22/4/2026) sore kemarin.

Informasi tersebut disampaikan oleh kenalan Doris melalui pesan yang di-forward, namun sudah dihapus.

Dalam pesan yang dikirimkan kata Doris, berisi sebuah perintah untuk mengarahkan karyawan menjadi buzzer.

Baca juga: PT Semen Padang Salurkan 250 Zak Semen Dukung Program TMMD 128 di Padang Pariaman

KASUS BAYI MENINGGAL - Pihak keluarga Alceo Hanan Flantika saat memberikan keterangan melalui konferensi pers di salah satu kafe, Kota Padang, Rabu (22/4/2026) sore kemarin. Ayah Alceo, Doris sebut pihak keluarga menerima informasi mengenai perintah atasan di RSUP M Djamil yang dikerahkan jadi buzzer.
KASUS BAYI MENINGGAL - Pihak keluarga Alceo Hanan Flantika saat memberikan keterangan melalui konferensi pers di salah satu kafe, Kota Padang, Rabu (22/4/2026) sore kemarin. Ayah Alceo, Doris sebut pihak keluarga menerima informasi mengenai perintah atasan di RSUP M Djamil yang dikerahkan jadi buzzer. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Menurut Doris, tindakan tersebut tentu berbahaya dan mengatakan jika pihak RSUP M Djamil seolah tak tersentuh hukum.

"Ini bahaya sekali, mereka merasa jumawa dan seakan tidak tersentuh hukum," terang Doris kepada para awak media.

Ibu Alceo, Nuri Khairima juga mengungkap bahwa pesan perintah tersebut berbunyi 'jika karyawan RSUP M Djamil Padang menulis komentar negatif di akun Instagram miliknya dan media sosial, akan mendapatkan imbalan'.

Informasi ini kata Nuri, memerintahkan seluruh karyawan memberikan komentar negatif di postingan Instagram miliknya mengenai Alceo.

Baca juga: Pemain Semen Padang FC Antusias Latihan, Imran Nahumarury Yakin Petik Poin di Stadion Segiri

Sementara sebaliknya, apabila karyawan RSUP M Djamil membagikan postingan mengenai Alceo bakal mendapatkan sanksi.

Pesan perintah yang didapat Nuri, disampaikan langsung kepada para awak media yang menghadiri sesi konferensi pers Rabu sore kemarin tersebut.

"Kalau memberikan komentar positif atau share akan mendapatkan sanksi. Kurang lebih seperti itu pesan perintahnya," ucap Nuri.

Tanggapan RSUD M Djamil

Pihak RSUP M Djamil Padang membantah dugaan ajakan maupun perintah terhadap seluruh karyawan yang dituduhkan pihak keluarga Alceo.

Baca juga: Pemain Semen Padang FC Antusias Latihan, Imran Nahumarury Yakin Petik Poin di Stadion Segiri

Melalui Wakil Kepala Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan RSUP M Djamil, Rizki Rasyidi menyebut pihaknya tidak pernah memberikan perintah kepada seluruh karyawan untuk menjadi buzzer.

Termasuk perintah yang dituduhkan memberikan imbalan Rp5.000 bagi komentar negatif di postingan Instagram pihak keluarga Alceo.

"Kalau benar, itu tinggal dibuktikan. Kami juga telusuri ke internal, mendengar tuduhan itu juga terkejut," tegasnya.

Ia menambahkan, apabila perintah tersebut benar dan dilakukan oleh oknum dan sebagainya, pihaknya siap untuk langkah ke depannya.

"Baik pemanggilan atau sebagainya, jika itupun ada, tinggal dibuktikan jika itu memang ada perintah melalui pesan," tambahnya. (*)

2. Menyamar Jadi Pembeli, Tim Klewang Tangkap Pelaku Curanmor Lintas Daerah di Mata Air Padang

CURANMOR- Terduga pelaku pencurian dengan kondisi tangan diborgol setelah diamankan tim Klewang Satreskrim Polresta Padang.
CURANMOR- Terduga pelaku pencurian dengan kondisi tangan diborgol setelah diamankan tim Klewang Satreskrim Polresta Padang. (Dokumentasi/Polresta Padang)

Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang meringkus seorang pemuda berinisial AR (23), terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas daerah di kawasan Mata Air, Padang Selatan, Kota Padang.

Warga asal Kabupaten Pasaman ini ditangkap setelah mencoba menjual motor curiannya kepada anggota polisi yang menyamar sebagai pembeli.

AR tak bisa mengelak saat petugas langsung melakukan penangkapan di lokasi transaksi.

Kepala Tim (Katim) 1 Klewang Satreskrim Polresta Padang, Aipda Riki Andi membenarkan keberhasilan operasi tersebut.

Baca juga: Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Pesisir Selatan Selasa Siang, Pusat di Kedalaman 51 Km

"Benar, kami telah mengamankan satu orang pelaku curanmor roda dua berinisial AR. Pelaku kami pancing bertransaksi di daerah Mata Air, Kecamatan Padang Selatan dan langsung kami amankan beserta barang bukti," katanya, Selasa (28/4/2026) malam.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui bahwa sepeda motor tersebut merupakan hasil curian di kawasan Panti, Kabupaten Pasaman.

Kendaraan itu sengaja dibawa ke Kota Padang untuk dijual agar jejak kejahatan sulit dilacak oleh aparat.

Polisi menilai modus curanmor lintas daerah semakin berani, dengan pelaku berpindah wilayah untuk menghindari identifikasi.

Baca juga: Kami Ingin Perubahan, Harapan Ayah di Padang ke Presiden Usai Alceo Tiada di RSUP DR M Djamil

Namun, strategi tersebut justru gagal setelah aparat melakukan penyamaran yang berujung pada penangkapan cepat.

"Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membeli kendaraan bermotor," sebutnya.

Warga diminta tidak tergiur harga murah tanpa kelengkapan dokumen resmi, karena berpotensi terlibat dalam tindak pidana penadahan.

Saat ini, pelaku beserta barang bukti sudah diamankan dan diserahkan oleh Tim 1 Klewang Satreskrim Polresta Padang kepada jajaran Polsek Panti. (*)

3. Pemko Padang Salurkan Bantuan Perbaikan Rumah untuk 55 KK Terdampak Bencana

BANTUAN BENCANA - Wali Kota Padang Fadly Amran berfoto bersama penerima bantuan stimulan perbaikan rumah bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Ruang Abu Bakar Ja’ar, Balai Kota Aia Pacah, Selasa (28/4/2026). Bantuan tersebut disalurkan kepada 55 kepala keluarga yang tersebar di empat kecamatan di Kota Padang.
BANTUAN BENCANA - Wali Kota Padang Fadly Amran berfoto bersama penerima bantuan stimulan perbaikan rumah bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Ruang Abu Bakar Ja’ar, Balai Kota Aia Pacah, Selasa (28/4/2026). Bantuan tersebut disalurkan kepada 55 kepala keluarga yang tersebar di empat kecamatan di Kota Padang. (TribunPadang.com/Pemko Padang)

Wali Kota Padang Fadly Amran menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kota Padang. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Ruang Abu Bakar Ja’ar, Balai Kota Aia Pacah, Selasa (28/4/2026).

Sebanyak 55 kepala keluarga (KK) menerima bantuan yang tersebar di empat kecamatan, yakni Koto Tangah, Kuranji, Nanggalo, dan Pauh.

Bantuan ini diberikan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana.

Adapun bantuan yang disalurkan terdiri dari kategori rusak sedang sebesar Rp30 juta untuk 31 unit rumah, serta kategori rusak ringan sebesar Rp15 juta untuk 24 unit rumah.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan penerima yang hadir.

Baca juga: Lulus Kerja ke Jepang, Pemuda Koto Lua Siap Ubah Nasib Keluarga

Fadly Amran mengatakan, bantuan stimulan ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam mempercepat pemulihan kondisi masyarakat pascabencana, khususnya dalam memperbaiki hunian yang terdampak.

“Pemerintah Kota Padang hadir untuk memastikan masyarakat yang terdampak bencana tidak menghadapi kondisi ini sendirian. Bantuan stimulan ini diharapkan dapat membantu memperbaiki rumah warga agar kembali layak huni,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para penerima agar menggunakan bantuan tersebut secara tepat sasaran dan sesuai peruntukan.

“Kami meminta agar bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk perbaikan rumah. Gunakan secara bijak dan transparan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh keluarga penerima,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Padang Hendri Zulviton menyampaikan seluruh penerima bantuan telah melalui tahapan pendataan, verifikasi, dan validasi di lapangan.

Baca juga: Madura United Targetkan Tiga Poin di Kandang Semen Padang FC, Rakhmad Basuki Fokus Pulihkan Mental

“Sebanyak 55 kepala keluarga telah ditetapkan sebagai penerima bantuan berdasarkan hasil asesmen tim di lapangan. Besaran bantuan disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah, baik kategori rusak ringan maupun rusak sedang,” jelasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Padang Tarmizi Ismail, unsur BPBD Kota Padang, serta para camat dari wilayah terdampak. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.