TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Pemerintah Kabupaten Ketapang menggelar rapat koordinasi keberangkatan Calon Jamaah Haji (CJH) di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Ketapang, Selasa 28 April 2026.
Rapat tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Ketapang, Repalianto, bersama panitia dan sejumlah instansi terkait guna memastikan seluruh tahapan pelayanan bagi jamaah berjalan optimal.
Repalianto mengatakan, rapat koordinasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan pelayanan terhadap CJH, mulai dari proses pemberangkatan, pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, hingga kepulangan kembali ke daerah.
"Rapat koordinasi hari ini untuk memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama panitia dapat melayani para jemaah haji, mulai dari pemberangkatan, pelaksanaan sampai kembali ke Ketapang dapat berjalan dengan baik," ujarnya.
• Jalan Rusak di Pusat Kota Ketapang, PUTR Gerak Cepat Lakukan Perbaikan Sementara
Ia menegaskan, peningkatan kualitas pelayanan menjadi komitmen pemerintah daerah setiap tahunnya, dengan memastikan pelayanan terhadap jemaah haji terus mengalami perbaikan.
Namun demikian, jumlah CJH asal Ketapang tahun ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kalau dilihat, jumlah jemaah haji kali ini memang berkurang. Biasanya Ketapang di atas 200 orang, sekarang hanya 12 orang," jelasnya.
Menurutnya, penurunan jumlah tersebut disebabkan adanya perubahan kebijakan dari pemerintah pusat terkait sistem pemberangkatan jamaah haji.
"Perlu kami sampaikan kepada masyarakat bahwa ini sesuai regulasi pemerintah. Saat ini tidak lagi menggunakan sistem kuota kabupaten, tetapi menggunakan sistem waiting list," katanya.
Meski jumlah jamaah berkurang, Repalianto mengaku bersyukur CJH asal Ketapang tetap dapat diberangkatkan tahun ini dan berharap seluruh proses berjalan lancar.
Berdasarkan jadwal, CJH asal Ketapang akan diberangkatkan pada 8 Mei 2026 menuju Pontianak.
Selanjutnya, jamaah akan bertolak ke Embarkasi Batam pada 9 Mei 2026, sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci pada 10 Mei 2026.
Repalianto menegaskan, jumlah jamaah tidak akan memengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan pemerintah daerah.
"Kita tidak melihat jumlah jemaah. Mau 12 orang, 100 orang, bahkan satu orang pun, pemerintah bersama panitia akan tetap memberikan pelayanan terbaik," tegasnya.
Ia berharap melalui rapat koordinasi ini, seluruh proses persiapan dapat berjalan optimal sehingga para jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan aman, nyaman, dan khusyuk. (*)
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!