Akselerasi Ekspor Langsung dari Tarakan, BKHIT Dorong Produk Unggulan Kaltara Tembus Pasar Global
Amiruddin April 29, 2026 11:14 AM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Upaya mendorong percepatan ekspor langsung komoditas unggulan Kalimantan Utara terus diperkuat. 

Salah satunya melalui kegiatan akselerasi ekspor yang melibatkan berbagai pihak lintas sektor di Kota Tarakan, berlangsung Rabu (29/4/2026).

Kegiatan berlangsung di Bandara Juwata Tarakan dihadiri anggota DPR RI Hasan Saleh, Asisten Pemkot Tarakan, Kepala Bandara Juwata Tarakan, Kepala Ombudsman RI Kaltara, perwakilan KPw BI Kaltara, perwakilan Bea Cukai, perwakilan Pelindo, perwakilan Imigrasi, Ketua Apindo Kaltara, Kepala Balai POM di Tarakan, perwakilan TNI-Polri dan perwakilan pelaku usaha.

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Utara, Ichi Langlang Buana, menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi dalam mendukung kelancaran ekspor dari daerah.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa karantina menjadi bagian strategis dalam sistem perdagangan internasional, khususnya dalam menjamin keamanan dan kualitas komoditas yang akan diekspor.

“Ketika kita bicara ekspor, maka yang utama adalah memastikan komoditas tersebut aman, sesuai standar, dan memenuhi ketentuan yang berlaku. 

Ini bagian dari amanat undang-undang yang harus kita jalankan,” ujar Ichi Langlang Buana.

Baca juga: Meski WFH Diterapkan, Ratusan Sertifikat Karantina Tetap Terbit di Kaltara dalam Sehari

Ia menjelaskan, peran karantina tidak hanya sebatas pemeriksaan, tetapi juga bagian dari perlindungan ekonomi dan pertahanan negara. 

Hal ini berkaitan dengan pengendalian risiko terhadap hama, penyakit, hingga keamanan hayati.

Menurut Ichi Langlang Buana, dalam regulasi terdapat standar internasional yang harus dipenuhi, seperti Sanitary and Phytosanitary (SPS) yang mencakup aspek kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan.

“Standar SPS ini menjadi dasar dalam perdagangan global. 

Jadi komoditas yang keluar dari Kaltara harus memenuhi ketentuan tersebut agar bisa diterima di negara tujuan,” jelas Ichi Langlang Buana

Ichi juga menekankan pentingnya transparansi dan pelayanan yang optimal kepada para pelaku usaha. 

Pihaknya terus membuka ruang masukan guna meningkatkan kualitas layanan karantina.

“Kami membuka diri. 

Pelayanan harus transparan, cepat, dan akuntabel. 

Karena dalam undang-undang juga ditegaskan bahwa, pejabat karantina tidak dapat dipersalahkan jika menjalankan tugas sesuai prosedur,” kata Ichi Langlang Buana.

Dalam mendukung akselerasi ekspor, BKHIT Kaltara juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah instansi, di antaranya Bea Cukai, pihak bandara, serta stakeholder terkait lainnya.

Bahkan, peluang ekspor langsung dari Tarakan ke luar negeri, termasuk ke China, mulai terbuka. 

Hal ini diharapkan dapat memangkas rantai distribusi dan meningkatkan daya saing produk lokal.

“Kita ingin ke depan ekspor tidak lagi harus melalui daerah lain. 

Dari Tarakan bisa langsung. 

Ini memang butuh proses, tapi kita optimistis dalam waktu dekat bisa terealisasi,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung besarnya potensi sumber daya di Kalimantan Utara yang belum sepenuhnya tergarap. 

Mulai dari komoditas pertanian, perikanan, hingga keanekaragaman hayati.

“Potensi kita luar biasa. 

Tinggal bagaimana kita mengelola dengan baik agar memberikan nilai ekonomi tanpa mengabaikan aspek keamanan dan kelestarian,” ucap Ichi Langlang Buana.

Di akhir sambutannya, Ichi berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat ekosistem ekspor di Kaltara, khususnya di Tarakan.

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi langkah untuk mendorong Kalimantan Utara lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya. 

Di akhir kegiatan, dirangkai pemberian penghargaan terhadap pelaku usaha yang turut hadir serta penandatanganan atau MoU bersama pihak Apindo Kaltara, Bea Cukai Tarakan, Bandara Juwata Tarakan, dan Pelindo Kota Tarakan serta perwakilan pelaku usaha.

Anggota DPR RI Dapil Kaltara, Hasan Saleh, ikut menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah terobosan dan inisiatif yang dilakukan dalam mencari solusi nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

"Yang selama ini, dianggap jalan di tempat, semoga kegiatan ini ke depannya dapat membantu meningkatkan nilai tambah, daya saing, dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Utara," beber Hasan Saleh.

Ia memiliki tanggung jawab untuk mendukung program-program pembangunan yang direncanakan oleh pemerintah atau eksekutif. 

Di antaranya berupa mendukung anggaran semaksimal mungkin, dan memberikan perlindungan payung hukum, agar program ini dapat berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Semua instansi yang ada diarahkan di sini. 

Mempunyai terobosan, mempunyai langkah-langkah terobosan yang bagus, yang bisa meningkatkan daya kesejahteraan masyarakat, bisa meningkatkan umum ekonomi masyarakat yang lebih. 

Bayangin selama ini, kalau ada barang mau diekspor, dari sini kirim Makassar. 

Kemudian dari Makassar kirim Surabaya," bebernya.

Alurnya cukup panjang menurutnya. 

Bahkan bisa sampai berminggu-minggu baru sampai ke Hongkong. 

"Nah sekarang, mereka membuka peluang itu. 

Langsung diarahkan ke Hongkong misalnya. 

Dan Insya Allah, kesempatan nanti, saya akan mengundang-undang pelaku-pelaku petambak untuk sosialisasikan ini," jelasnya.

Ia melanjutkan Kaltara mempunyai potensi tertinggi contoh kepiting. 

Ia siap mendukung baik dari sisi anggaran, payung hukum dan regulasi serta  pengawasan. 

"Fungsi kami legislatif akan saya curahkan sepenuhnya untuk mendukung kebijakan yang ada," tukasnya. 


(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.