Renungan Harian Katolik Rabu 29 April 2026, "Hidup Dalam Kegelapan: Kehilangan Cahaya Hidup Sejati"
Eflin Rote April 29, 2026 11:19 AM

Renungan Harian Katolik
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
Rabu, 29 April 2026
PW santa Katarina dari Siena, Perawan dan Pujangga Gereja
HIDUP DALAM KEGELAPAN : KEHILANGAN CAHAYA HIDUP SEJATI

"Aku datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku  jangan tinggal di dalam kegelapan." (Yoh. 12:46)

Kegelapan selalu membuat kita tidak nyaman, menghadirkan kecemasan bahkan ketakukan. Dalam hal-hal tertentu selain potensi-potensi untuk bertumbuh dan berkembang baik secara jasmani maupun spiritual, dunia sering tampak ekstrim dalam konflik horizontal dan perang yang  membawa bencana besar memilukan di tengah dunia.

Karena itu bencana dunia seperti pelanggaran HAM, perdagangan orang,  perang dunia, memang mendapat banyak kutukan karena amat sangat merugikan baik material maupun korban jiwab dalam jumlah tak sedikit. Maka dunia sering mendapat predikat kegelapan.

Kerugian material pasti teratasi, kerugian kemanusiaan atau para korban tak teratasi dan abadi kekelaman selamanya. Kegelapan dunia dan dosa mesti diterangi dengan cahaya ilahi Tuhan yang membawa kehidupan.

Yesus telah menegaskan Diri-Nya sebagai terang dunia. Dunia harus dipenuhi dengan aktivitas kemanusiaan yang mendukung cahaya untuk mengeleminir kegelapan, mendukung sukacita, mengurangi duka, pro - life menghapus budaya kematian. 

Budaya kematian yang dipamerkan manusia tak beriman, atau jika ia beriman namun linglung secara rohani, telah menyesatkan manusia dari jalan kehidupan atau jalan Allah menuju jalan  kematian kekal atau kebinasaan. 

Yesus datang ke tengah dunia dengan membawa serta cinta kasih dalam Diri-Nya sendiri. Tugas utama Yesus sesuai kehendak Bapa-Nya ialah memberi kehidupan bukan kematian. Ia cahaya dunia yang menyelamatkan. 

Sabda-Nya adalah sabda hidup yang kekal. Siapa yang percaya kepada-Nya menerima hidup abadi. 

Kita butuh Tuhan sebagai terang, sebab kegelapan dunia cukup besar dan menyesatkan. Ketika kesulitan menimpa, kegelapan datang menghampiri dengan membawa sejuta tawaran instan yang menggiurkan namun membinasakan. Yesus Sang Cahaya Hidup terus membimbing kita agar masuk ke dalam terang yang menghalau kegelapan atau pun kepekatan dosa.

Api Roh Kudus tak pernah padam dalam dunia fana  ini. Oleh daya kekuatan Roh Kudus, injil Kabar Gembira harus diwartakan, Cahaya Ilahi Yesus mesti disebarkan secara luas ke segala penjuru melalui misi.

Misi untuk membawa Sang Cahaya hidup  sudah dimulai pada zaman para rasul. Cahaya dahsyat Roh menembusi lubuk-lubuk pekat hati nurani orang-orang jahat yang berniat menghapus nama Yesus dan mengabaikan Cahaya-Nya.

Para murid Tuhan tak pernah gentar dengan situasi berbahaya berupa ancaman, penganiayaan bahkan pembunuhan. 

Kegelapan dunia hanya bisa dihalau dengan terang cahaya Tuhan. Umat Antiokhia telah mendengar kabar tentang Tuhan Yesus. Namun oleh kuasa Roh Kudus,  Barnabas dan Saulus dikhususkan untuk melayani jemaat di Antiokhia.

Sabda Tuhan menyebar searah ke mana saja kedua rasul itu berangkat. Orang-orang Yahudi diaspora percaya dan memiliki terang dalam hidup. Kasih Allah dalam Yesus Kristus sungguh amat nyata bagi manusia yang percaya dan menerima Dia.

Pemazmur menanggapi dalam madahnya, "Kiranya Allah mengasihani dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya. Kiranya jalan-Mu dikenal di bumi,  dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa." (Mzm. 67:2-3). 

Kita bersyukur atas cahaya kudus wajah Tuhan yang terus menyinari jalan hidup kita. Tuhan yang memanggil dan kita yang terpanggil berjuang menjadikan diri yang diinginkan Tuhan agar kita diberi kuasa untuk membakar dunia dengan cahaya kasih ilahi Kristus. 

Cahaya ilahi Tuhan tetap menjadi prioritas kebutuhan spiritual yang penting. Cahaya inilah yang menghangatkan relasi kita dengan Dia dan mempererat tali persaudaraan sejati di antara kita satu sama lain.

Upaya memperoleh cahaya ilahi Tuhan ialah mengimani Dia dan mematuhi sabda-Nya sebagai pedoman hidup. Sabda Tuhan adalah hidup yang kekal.

Oleh daya terang cahaya Tuhan, kita berdaya keluar dari kegelapan doaa dan hidup dalam kasih. Hidup dalam kasih, cahaya Tuhan semakin efektif bersinar.

Dalam kasih, umat beriman saling menerima, saling memaafkan dan saling memberi ruang untuk bertumbuh secara rohani menggapai damai sejati. 

Santa Katarina doakan kami agar kami berjuang memerangi kuasa kegelapan dalam diri sehingga kami boleh menjadi aktor kasih, dan pembawa damai di mana pun kami berada. 

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Rabu/Pekan IV Paskah/A/II, 290426)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.