BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadisdagperin) Kota Banjarbaru, Muriani, memberikan penjelasan mengenai kondisi harga bahan pokok di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Kadisdagperin tidak menampik terjadinya kenaikan harga minyak goreng di sejumlah pasar dan warung di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Selain minyak, ia menyebut kenaikan juga terjadi pada gas epliji non subsidi.
Muri menyebut tren kenaikan harga yang dipengaruhi oleh faktor global, termasuk kenaikan harga kemasan plastik.
“Memang harganya naik, dan itu mungkin imbas dari ke semua kenaikan ya, termasuk plastik juga. Imbasnya juga tadi ke minyak ya, Minyakita juga naik juga,” ujarnya.
Baca juga: Minyak Goreng di Pasar Banjarbaru Alami Kenaikan Harga, Pedagang: Mulai Terjadi Sejak Idul Fitri
Baca juga: Jaksa Tuntut Pecatan Polisi Pembunuh Mahasiswi 14 Tahun Penjara, BEM ULM: Kecewa dan Prihatin
Meskipun harganya naik, stok barang seperti tabung gas elpiji disebut masih aman untuk wilayah Kota Banjarbaru.
Menaggapi kenaikan harga itu, Disdagperin berencana menggelar pasar murah yang menyediakan kebutuhan pokok masyarakat.
Fokus utama operasi pasar ini adalah untuk memastikan ketersediaan barang di pasar rakyat agar tidak terjadi kelangkaan.
“Mungkin nanti kita akan segera operasi pasar, biasanya seperti itu kalau misalnya ada lonjakan naik dan ada keresahan dari masyarakat, biasanya kita operasi pasar untuk memastikan ketersediaan dulu. Kalau menekan harga mungkin belum sampai ke situ ya,” sebutnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)