Sosok Iptu Abram Mamahani: 32 Tahun Mengabdi, dari Reserse hingga Kapolsek Kota Barat Gorontalo
Fadri Kidjab April 29, 2026 12:03 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Iptu Abram Mamahani kini mengemban amanah sebagai Kapolsek Kota Barat, Polresta Gorontalo Kota, Provinsi Gorontalo.

Di balik seragam cokelatnya, pria kelahiran Minahasa, 15 Agustus 1971 ini menyimpan rekam jejak panjang selama 32 tahun mengabdi di institusi Polri.

Lahir dari keluarga Korps Bhayangkara—dengan ayah dan saudara yang juga anggota polisi—Abram telah ditempa kedisiplinan tinggi sejak kecil. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utamanya dalam menjalankan tugas hingga saat ini.

"Saya dididik disiplin waktu dan pekerjaan oleh orang tua. Kami diajarkan hidup bersama masyarakat, harus jujur, tabah, dan yang paling utama adalah fokus serta bertanggung jawab pada hal yang dilaksanakan," ujar Iptu Abram saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (28/4/2026).

Abram memulai karirnya sebagai angkatan ke-12 pada tahun 1993-1994. Ia sempat merasakan kerasnya pelatihan Submilsip (Sub-Militer Kedinasan) saat Polri masih bergabung dalam ABRI.

Pengalaman tersebut membentuk mental tangguh yang ia bawa saat bertugas di berbagai unit, mulai dari Samapta hingga unit Kecelakaan Lalu Lintas.

Kecintaannya pada analisis perkara membawanya ke Satuan Reserse pada tahun 1997.

Selama 21 tahun, ia mengasah insting detektifnya melalui berbagai posisi strategis, di antaranya:

- Kanit Reskrim: Polsek Kota Timur (1995) dan Polsek Kota Selatan (1996).

- Kasie Propam: Polresta Gorontalo Kota (1998) usai lulus pendidikan perwira.

- Jabatan Lain: KBO Reskrim, Kanit PPA, Kanit Tipidter, hingga Wakasat Reskrim.

Baca juga: Sosok Ipda Yersi Rachmat S Panu, Kapolsek Telaga Biru Gorontalo: Alumnus SPN Karombasan 1999

Bagi Abram, keberhasilan mengungkap kasus sulit seperti pembunuhan tanpa saksi merupakan pencapaian paling berkesan. Kasus-kasus tersebut menuntut dedikasi fisik dan intelektual yang tinggi.

"Kasus yang paling menantang secara emosional dan intelektual itu saat menangani pembunuhan yang tidak ada saksi mata. Kita butuh waktu, tenaga, insting, dan energi besar. Tapi semua lelah itu terhapus saat kita berhasil mengungkap peristiwa tersebut dan menemukan motif pelakunya," kenangnya.

Ia juga memastikan bahwa di bawah kepemimpinannya, Polsek Kota Barat terus beradaptasi dengan transformasi hukum, terutama terkait pemberlakuan KUHP yang baru agar penanganan perkara berjalan presisi.

Gaya Kepemimpinan

Kantor kepolisian sektor (Polsek) Kota Barat.
PROFIL POLISI -- Kantor kepolisian sektor (Polsek) Kota Barat. Simak profil Kapolsek Kota Barat (Sumber: Putri Salsabilah, Mahasiswa Magang Jurnalistik UNG)

Di wilayah hukum Kota Barat yang mencakup 7 kelurahan, Abram mengedepankan pendekatan preventif melalui edukasi hukum rutin. Ia percaya bahwa kedekatan dengan masyarakat adalah kunci stabilitas Kamtibmas.

"Setiap minggu kami berpencar memberikan edukasi dan himbauan hukum. Alhamdulillah, saat ini angka tindak pidana di Kota Barat menurun. Perkara yang muncul biasanya bisa diselesaikan dengan cepat melalui pendekatan yang humanis," jelasnya.

Keberhasilan Abram tidak lepas dari peran sang istri, Windi Maengkom, dan ketiga anaknya: Gabriela, Geren, dan Gwinet. Baginya, keluarga adalah pilar pendukung utama selama tiga dekade lebih masa dinasnya.

"Peran keluarga sangat besar. Istri dan anak-anak adalah pendukung utama saya dalam menjalankan tugas negara. Tanpa pengertian mereka, mungkin perjalanan 32 tahun ini akan terasa jauh lebih berat," ucapnya.

Menutup perbincangan, Iptu Abram memberikan pesan tegas bagi generasi muda yang ingin bergabung dengan Polri. Ia menekankan bahwa niat utama menjadi polisi haruslah untuk pengabdian.

"Mari wujudkan cita-cita dengan mempersiapkan fisik, mental, dan kesehatan sejak dini. Tugas Polri tidak semudah yang dilihat masyarakat di layar kaca. Jika Tuhan berkehendak, jadilah anggota Polri untuk benar-benar mengabdi, bukan sekadar menjadikannya profesi untuk mencari nafkah," pungkasnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.