Oknum Babinsa di HST Diduga Pukul Pembakal dan Sekdes Haruyan
Irfani Rahman April 29, 2026 12:08 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Oknum Babinsa berinisial S di Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) diduga melakukan pemukulan terhadap Pambakal R dan Sekretaris Desa (Sekdes) Haruyan. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa pemukulan itu terjadi pada Senin, (27/04/2026) sekitar pukul 15.00 Wita, Babinsa berinisial S tersebut awalnya cekcok dengan Pambakal R dan Sekdes D yang diduga karena kesalahpahaman terkait mengejar laporan. 

Kejadian ini berawal ketika Babinsa S meminta tanda tangan suatu berkas yang dalam berkas itu ada tanda tangan Babinsa dan Pambakal yang diurus oleh Sekdes. 

Saat berkas itu telah selesai ditandatangani, Babinsa S meminta agar berkas segera dikirim ke dirinya dalam bentuk file demi mengejar laporan. 

Baca juga: Jaksa Tuntut Pecatan Polisi Pembunuh Mahasiswi 14 Tahun Penjara, BEM ULM: Kecewa dan Prihatin 

Babinsa mencoba menghubungi Sekdes, namun pada saat yang sama Sekdes tersebut sedang dalam perjalanan sambil menyetir, sehingga tidak mengetahui jika Babinsa S ini menghubunginya. 

Saat mereka bertemu di rumah Pambakal, Babinsa S tidak menghiraukan alasan yang disampaikan oleh Sekdes dan dengan emosi terjadilah insiden pemukulan.

Pambakal sempat mencoba menenangkan oknum Babinsa tersebut, namun justru ia juga menjadi korban oknum tersebut hingga terjadi duel, beruntung tidak ada korban jiwa hingga akhirnya dipisahkan.

Pihak Kecamatan Haruyan dan Aparat Desa Haruyan saat ditemui di kantor masing-masing  pada Selasa (28/4) juga membenarkan adanya kejadian pemukulan tersebut. 

"Benar kami juga sudah tahu pemukulan itu," kata salah satu pegawai kecamatan.

Sementara itu, Dandim 1002/HST Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar saat dikonfirmasi sudah menerima informasi kejadian tersebut sejak kemarin dan saat ini dalam proses penyelesaian masalah. 

Ia juga menyebut oknum Babinsa tersebut sedang diperiksa dan diambil keterangan, serta untuk kasusnya diselesaikan secara kekeluargaan. 

"Kemarin sudah dilaksanakan mediasi melibatkan pihak terkait berembug bersama, untuk permasalahan ini diselesaikan dengan kekeluargaan," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene). 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.