Duka mendalam dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia untuk korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Doa tak berhenti dilangitkan untuk para korban meninggal yang seluruhnya adalah perempuan.
Salah satu korban adalah Nurlaela, seorang guru PNS yang diketahui baru lulus program magister (S2) dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Nurlaela baru meraih gelar pendidikan tinggi keduanya itu tiga bulan lalu.
Sebagai guru PNS, ia mengajar di SD Pejagan 11 Pulogebang, Jakarta Timur. Lantaran tinggal di daerah Cikarang Timur, KRL Commuter Line blue line Cikarang-Jakarta adalah moda transportasinya sehari-hari.
"Dia setiap hari memang naik KRL, pagi dan sore. Memang kerjanya di sana," tutur paman korban, Mulyadi, dikutip dari Kantor Berita Antara, Rabu (29/4/2026).
Alumnus UNJ dan Pekerja Keras
Almarhumah dikenal sebagai pribadi pekerja keras dan pendiam. Baru tiga bulan lalu Nurlaela menyelesaikan pendidikan S2 di UNJ.
"Dia pekerja yang ulet, enggak banyak bicara, benar-benar kerja orangnya. Dia baru lulus S2 tiga bulan lalu di UNJ," ungkap Mulyadi lagi.
Tinggalkan Anak yang Masih Kelas 6 SD
Pada hari kejadian, keluarga sempat cemas lantaran Nurlaela tak kunjung pulang. Keluarga terus menelpon korban, dan diangkat pihak lain yang memberi informasi kecelakaan dan ponsel ditemukan.
Saat telepon di angkat itu, posisi Nurlaela belum diketahui. Sejak saat itu, keluarga mencari keberadaan korban sejak Senin (27/4/2026) malam.
"Kami sudah khawatir karena belum pulang, ditelepon tidak angkat. Pas diangkat orang lain dari pihak berwenang bilang handphone ditemukan, tapi korban belum diketahui ada di mana," ucapnya.
Tak hanya secara langsung, warganet di media sosial juga saling membantu mengabarkan informasi tentang Nurlaela kepada kerabat. Pada akhirnya, Nurlaela teridentifikasi di RSUD Kota Bekasi pada Selasa (28/4/2026).
Mulyadi menyebut jenazah tiba di rumah duka pukul 03.00 WIB. Ia menjelaskan kondisi jenazah almarhumah dalam keadaan utuh, meski mengalami patah kaki dan dugaan luka dalam.
"Alhamdulillah, kondisi tubuhnya utuh, tidak ada luka yang mengkhawatirkan. Cuma kakinya patah dan mungkin ada luka dalam," kata Mulyadi lagi.
Kini, almarhumah dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga, tak jauh dari rumah duka di Cikarang Timur. Ia meninggalkan seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 6 SD.
Nurlaela menjadi salah satu dari 14 korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta Bekasi Timur, korban meninggal dunia dinyatakan 100 persen perempuan. Selamat beristirahat Ibu Guru Nurlaela, Kartini hebat masa kini yang juga pejuang pendidikan.





