Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Korban kebakaran di Kelurahan Kairagi Weru, Kecamatan Paal Dua, kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) butuh uluran tangan.
Mereka masih butuh pakaian, makanan cepat saji, tikar serta perlengkapan balita.
Diketahui sebanyak 11 bangunan di Kelurahan Kairagi Weru terbakar setelah dilalap si jago merah pada Selasa (28/4/2026).
Amatan Tribunmanado, Rabu (29/4/2026), suasana masih mencekam.
Puing puing rumah berserakan.
Warga belum berani beres - beres karena petugas PLN tengah memperbaiki kabel listrik.
Cuaca mendung. Hujan sesekali turun.
Namun suhu di sana terasa panas menyengat.
"Ini mungkin masih ada sisa-sisa bara," kata sejumlah warga.
Sebagian besar warga memadati kantor Lurah Kairagi Weru.
Kantor ini berada di tengah pemukiman, namun anehnya tak turut terbakar.
Warga menjadikannya lokasi pengungsian sementara.
Di lantai satu kantor itu, tampak sejumlah warga tengah antre untuk beroleh pakaian hasil sumbangan pihak Gereja dan Mesjid.
Di lantai dua, sejumlah ibu dan balita tengah beristirahat.
Di sini para anak serta balita tidur pada malam hari setelah kebakaran.
Suasana haru kadang tercipta manakala datang teman dari para korban yang membawa bantuan sambil mengucapkan belasungkawa.
Cerita sedih dari para korban membikin haru biru dan air mata tak tahan untuk tumpah.
Marten WKepala Lingkungan setempat mengatakan, warga masih butuh pakaian, makan dan minum serta tempat tidur.
"Warga saya ini sebagian besar hanya baju di badan, jadi mereka butuh pakaian, juga makanan," katanya.
Ia bercerita banyak warganya yang tidur tanpa alas.
Lurah Kelurahan Kairagi Weru Reki Paparang menuturkan, warga terdampak bencana kebakaran berjumlah 86 orang.
"Mereka ditampung di kantor ini serta rumah warga, ada pula yang tinggal bersama keluarga terdekat," katanya.
Ungkap dia, bantuan berdatangan sejak Selasa malam berupa makanan cepat saji dan pakaian.
Bantuan datang dari Gereja, Mesjid, para pengusaha serta warga sekitar.
Sekretaris Lurah Mercy Sundah menuturkan, pihaknya kini tengah mendata para korban bencana.
"Data ini nantinya akan diberikan ke pihak terkait sebagai basis untuk bantuan nanti," katanya.
Kadis Damkar Manado Jimmy Rontinsulu menuturkan, tercatat 45 kasus kebakaran sepanjang Januari hingga April 2026 di kota Manado.
"Ada 45 kasus kebakaran dengan rincian bangunan sebanyak 31 kasus dan non bangunan 14 kasus," kata dia Rabu (29/4/2026).
Ungkap dia, penyebab kebakaran bermacam macam.
Dari penggunaan kabel listrik yang tak sesuai instalasi, kompor gas, lalai dalam memasak hingga penggunaan korek oleh anak di bawah umur.
Untuk tempat usaha, ia mengimbau pelaku usaha untuk menyiapkan alat pemadam ringan. (Art)