Trump Berencana Memperpanjang Perang Lawan Iran Lampaui Batas Hukum, Eskalasi Berisiko Lebih Dalam
Hadiyya QurrataAyyuun April 29, 2026 02:42 PM

Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan mencari cara untuk memperpanjang perang melawan Iran menjelang batas waktu hukum 60 hari untuk operasi militer tanpa izin.

Di mana, bisa menimbulkan kekhawatiran lebih lanjut tentang kepatuhan Washington terhadap kerangka hukumnya sendiri dan risiko eskalasi regional yang lebih dalam.

Mengutip Al Mayadeen pada (29/4), Letnan Kolonel Angkatan Darat AS purnawirawan Earl Rasmussen bersuara.

Dia menyatakan bahwa Donald Trump berada dalam situasi sulit namun berupaya mencari jalan keluar, dan kemungkinan akan meminta perpanjangan tambahan.

"Trump berada dalam situasi yang serba salah, namun berusaha mencari jalan keluar. Dia kemungkinan akan meminta perpanjangan tambahan," kata Letnan Kolonel Angkatan Darat AS purnawirawan Earl Rasmussen kepada RIA Novosti.

Bahkan, Rasmussen menyarankan bahwa Washington memilih eskalasi daripada mundur, meskipun ada risikonya.

Menyatakan bahwa jika Donald Trump menarik pasukan, hal itu akan berdampak buruk secara politik.

Sehingga ia kemungkinan akan memperkeras sikap dan melanjutkan ancamannya meski berisiko memperburuk situasi.

"Jika Trump menarik pasukan, itu tidak akan terlihat baik secara politik. Dia mungkin akan semakin memperkuat pendiriannya dan melanjutkan ancamannya, tetapi hasil yang paling mungkin terjadi adalah lebih buruk," katanya.

Ia juga menambahkan bahwa Amerika Serikat tengah mencari cara untuk menghindari kekalahan.

Namun kemungkinan tetap harus menghadapinya, dengan konsekuensi masa depan yang tidak dapat diprediksi.

"AS sedang mencari segala cara untuk menghindari kekalahan, tetapi kemungkinan besar mereka perlu melakukannya, jika tidak, masa depan tidak dapat diprediksi," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.