Sosok Menteri PPA Arifatul Choiri Fauzi, Pernyataan Soal Gerbong Kereta Disorot, Hartanya Fantastis
muslimah April 29, 2026 12:57 PM

 

TRIBUNJATENG.COM - Sosok Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi yang kini tengah menjadi sorotan netizen.

Pernyataannya tengah pindah gerbong mendapatkan komentar pedas karena dinilai tak solutif.

Pernyataan tersebut disampaikan terakit tragedi kecelakaan antara KA Agro Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) pukul 20.52 WIB.

Diketahui, lokomotif KA Agro Bromo Anggrek menabrak gerbong khusus perempuan yang berada di paling belakang.

Baca juga: Kronologi KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur, Update Korban Tewas Jadi 14

Akibat kejadian ini dilaporkan 15 orang meninggal dunia dan 88 lainnya terluka.

Usai kejadian, Menteri PPPA memiliki usulan untuk memindahkan gerbong khusus perempuan.

Semulanya berada di paling depan dan belakang menjadi di bagian tengah rangkaian kereta.

Ia menjelaskan,gerbong bagian depan dan belakang dapat diisi penumpang laki-laki, sementara yang khusus perempuan berada di bagian tengah rangkaian.

Meski demikian, usulan ini masih akan  dibahas lebih lanjut bersama pihak terkait.

“Jadi yang laki-laki di ujung depan dan belakang sementara yang perempuan di tengah,” jelasnya saat mengunjungi korban di RSUD Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026) kemarin.

Pada akhirnya pernyataan dari Menteri PPPA membuat warganet beramai-ramai menyerbu akun Instagram pribadinya @arifah.fauzi.

Mereka kompak mengomentari dengan nada kritikan terkait usulan pemindahan gerbong perempuan tersebut.

Profil Arifatul Choiri Fauzi

Dikutip dari kemenpppa.go.id, Arifatul diketahui lahir di Pulau Madura, Jawa Timur pada 28 Juli 1969.

Ia kini telah berusia 56 tahun.

Arifatul menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Jakarta, termasuk di Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah As Syafiiyah Jatiwaringin.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Yogyakarta yang sekarang berubah nama menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga dan lulus pada 1994.

Tak berhenti di situ, Arifatul melanjutkan pendidikan pascasarjana (S2) dan mendapat gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Indonesia berkat beasiswa Ford Foundation pada 2002.

Riwayat Karier

Perjalanan karier Arifatul dimulai ketika ia berperan aktif di dunia organisasi sejak masa mudanya.

Arifatul pernah menjadi Ketua Umum Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) DIY pada 1989 hingga 1991 dan menduduki berbagai posisi penting di organisasi lainnya, termasuk Sekjen Pimpinan Pusat Fatayat NU dan Sekretaris Pimpinan Pusat Muslimat NU.

Ia juga aktif di Majelis Alimat Indonesia dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta terlibat dalam berbagai gerakan sosial, seperti Gerakan Nasional Anti Korupsi bersama NU dan Muhammadiyah.

Selain aktif di sejumlah organisasi, Arifatul juga memiliki karier yang gemilang di berbagai bidang, seperti menjadi seorang produser.

Ia telah memproduksi beberapa acara televisi populer di Tanah Air, seperti Syair Dzikir di TPI dan Hikmah Pagi di TVRI. 

Tak hanya itu, ia juga pernah menjadi Show Manager untuk konser kebangsaan kolaborasi antara Ki Ageng Ganjur dengan musisi internasional, seperti Tony Blackman dari Amerika Serikat dan Mary McBride.

Ia bahkan pernah memimpin berbagai tim seni budaya Indonesia dalam tur internasional ke berbagai negara, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, dan Belanda.

Sementara di bidang sosial, ia adalah Direktur PT Arzast Media Utama dan PT Rimang Hayu Malini.

Ia turut aktif dalam berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat, termasuk kerjasama Muslimat NU dengan Kementerian Desa RI untuk program pemberdayaan masyarakat desa.

Terjun ke Dunia Politik

Selain keterlibatannya dalam organisasi keagamaan, Arifatul juga menggeluti karier di bidang politik.

Arifatul bahkan memiliki pengalaman politik yang signifikan. 

Sebelumnya, ia merupakan tokoh Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dan sejumlah organisasi keagamaan lainnya.

Ia menjabat sebagai Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU). 

Arifatul juga aktif sebagai anggota Komisi Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (Infokom MUI).

Ia tercatat sebagai Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pada Pilpres 2024. 

Atas perannya tersebut, ia kemudian masuk di jajaran Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran.

Setelah jadi menang, Presiden Prabowo kemudian melantik Arifatul jadi Menteri PPPA bersama menteri dan wakil menteri lainnya di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10/2024) lalu.

Harta Kekayaan

Arifatul memiliki harta sebanyak Rp.12.588.476.672.

Jumlah tersebut ia laporkan ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 31 Desember 2025.

Berikut rincian lengkapnya:

Tanah Dan Bangunan Rp. 6.929.000.000

  1. Tanah Seluas 2.000 M2 Di Kab / Kota Pati, Hasil Sendiri Rp. 140.000.000
  2. Tanah Seluas 816 M2 Di Kab / Kota Bantul, Hasil Sendiri Rp. 300.000.000
  3. Tanah Seluas 13.790 M2 Di Kab / Kota Pandeglang, Hasil Sendiri Rp. 350.000.000
  4. Tanah Seluas 15.000 M2 Di Kab / Kota Pandeglang, Hasil Sendiri Rp. 450.000.000
  5. Tanah Seluas 407 M2 Di Kab / Kota Bogor, Hasil Sendiri Rp. 300.000.000
  6. Tanah Seluas 10.725 M2 Di Kab / Kota Pandeglang, Hasil Sendiri Rp. 350.000.000
  7. Tanah Seluas 301 M2 Di Kab / Kota Bantul, Hasil Sendiri Rp. 800.000.000
  8. Tanah Seluas 56 M2 Di Kab / Kota Kota Depok , Hasil Sendiri Rp. 200.000.000
  9. Tanah Dan Bangunan Seluas 106 M2/60 M2 Di Kab / Kota Kota Depok , Hasil Sendiri Rp. 350.000.000
  10. Tanah Seluas 500 M2 Di Kab / Kota Kota Depok , Hasil Sendiri Rp. 1.000.000.000
  11. Tanah Dan Bangunan Seluas 255 M2/36 M2 Di Kab / Kota Kota Depok , Hasil Sendiri Rp. 600.000.000
  12. Tanah Seluas 2.565 M2 Di Kab / Kota Pati, Hasil Sendiri Rp. 250.000.000
  13. Tanah Seluas 2.485 M2 Di Kab / Kota Bantul, Hasil Sendiri Rp. 994.000.000
  14. Tanah Seluas 230 M2 Di Kab / Kota Kota Depok , Hasil Sendiri Rp. 725.000.000
  15. Tanah Seluas 26 M2 Di Kab / Kota Kota Depok , Hasil Sendiri Rp. 80.000.000
  16. Tanah Seluas 22 M2 Di Kab / Kota Kota Depok , Hasil Sendiri Rp. 40.000.000

Alat Transportasi Dan Mesin Rp. 1.624.002.000

Mobil, Toyota Land Cruiser Tahun 1997, Hasil Sendiri Rp. 300.000.000

Motor, Honda Vario Tahun 2010, Hasil Sendiri Rp. 8.000.000

Motor, Honda Supra X 125 Tahun 2007, Hasil Sendiri Rp. 5.000.000

Mobil, Toyota Innova V Hybrid Tahun 2024, Hasil Sendiri Rp. 533.600.000

Mobil, Toyota Minibus Alphard 2.5 G Tahun 2018, Hasil Sendiri Rp. 777.402.000

Harta Bergerak Lainnya Rp. 898.700.000

Surat Berharga Rp. ----

Kas Dan Setara Kas Rp. 3.002.274.672

Harta Lainnya Rp. 450.000.000

Sub Total Rp. 12.903.976.672

Utang Rp. 315.500.000

Total Harta Kekayaan Rp.12.588.476.672.

(Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.