Keterangan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi terkait usulan pemindahan gerbong wanita kini menjadi sorotan.
Sejumlah pihak menilai usulan gerbong wanita dipindah menuju ke tengah cenderung bias gender dan memicu kritik.
Beberapa tokoh publik bahkan kini menyampaikan sindiran di media sosial.
Salah satu komika, Muhadkly Acho menuliskan sindiran tentang kualitas pejabat di Indonesia.
Komika Patra Gumala menyindir dengan mengatakan bahwa laki-laki akan tetap aman-aman saja meski ditabrak kereta api.
Diketahui usulan ini muncul setelah tragedi tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek.
Insiden ini menewaskan 15 orang akibat kereta menabrak hingga menembus KRL bagian gerbong wanita.
Arifah mengusulkan pemindahan gerbong khusus perempuan ditempatkan di bagian tengah rangkaian kereta.
Menurutnya, posisi gerbong di bagian depan dan belakang memiliki risiko lebih tinggi ketika terjadi tabrakan.
Oleh karena itu, ia menilai perlu ada evaluasi terhadap penempatan gerbong demi meningkatkan perlindungan bagi kelompok rentan.
Namun, pernyataan tersebut kini menuai polemik di tengah masyarakat.