Dedi Mulyadi Beri Penghormatan Terakhir kepada Karyawan Kompas TV Korban Tragedi Kereta di Bekasi
Muhamad Syarif Abdussalam April 29, 2026 01:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, BEKASI - Kehadiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di rumah duka Nur Ainia Eka Rahmadhyna, yang akrab disapa Ain, dipenuhi suasana haru di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (29/4/2026).

Sosok yang juga dikenal sebagai Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada perempuan berusia 32 tahun tersebut.

Ain diketahui merupakan karyawan Kompas TV yang menjadi salah satu korban dalam kecelakaan tragis antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line. Peristiwa nahas itu meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya.

Rumah duka yang terletak di kawasan Griya Asri 2 dipenuhi pelayat sejak pagi hari. Sejak pukul 07.00 WIB, warga, kerabat, hingga kolega sudah mulai berdatangan untuk menyampaikan doa dan belasungkawa.

Dalam kunjungannya, Dedi Mulyadi tidak sendiri. Ia didampingi Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja serta Direktur Utama Kompas TV, Rosianna Silalahi. Kehadiran mereka memperlihatkan empati yang besar terhadap keluarga yang ditinggalkan.

Di tengah suasana duka, Dedi Mulyadi menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian Ain. Ia juga menanggapi gelombang simpati publik yang muncul, terutama terhadap perempuan pekerja yang menjadi korban.

"Kami harus terus memperbaiki transportasi publik agar aman bagi siapapun, baik perempuan maupun laki-laki, kenyamanan itu harus terjaga baik," katanya.

Di sekitar rumah duka, deretan karangan bunga tampak memenuhi sisi gang. Ucapan belasungkawa datang dari berbagai pihak, termasuk pimpinan Kompas TV, PT Kereta Api Indonesia (KAI), serta sejumlah kerabat dekat.

Suasana di lokasi berlangsung tenang dan penuh kekhusyukan. Doa-doa terus dipanjatkan oleh para pelayat yang datang silih berganti. Langkah mereka keluar-masuk rumah duka diiringi lantunan doa yang tak putus.

Ekspresi kesedihan tergambar jelas di wajah para pelayat. Mereka saling menguatkan satu sama lain di tengah kehilangan yang terasa begitu berat. Sesekali tangis pecah, namun kembali mereda dalam doa dan harapan agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.

Ayah almarhumah, Hary Marwata, tampak menahan duka saat menyampaikan kondisi keluarga. Dengan suara yang bergetar, ia mengungkapkan bahwa salah satu anggota keluarga masih belum mampu menahan kesedihan.

"Adiknya paling belum kuat, masih terus menangis," ujar Hary.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan bagi korban kecelakaan yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Insiden tersebut terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.

Tak hanya itu, santunan juga telah disiapkan bagi keluarga korban yang meninggal dunia sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah. Kebijakan ini ditegaskan langsung oleh Dedi Mulyadi sebagai wujud tanggung jawab terhadap para korban.

"Pemerintah Provinsi Jawa Barat menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit pada semua korban yang dirawat. Akan memberikan santunan kepada yang meninggal masing-masing 50 juta rupiah," ujar KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, Selasa (28/4/2026).

Ia juga menyampaikan duka mendalam atas kecelakaan yang menimpa KRL rute Jakarta-Bekasi tersebut. Harapannya, peristiwa serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Selain itu, Dedi Mulyadi mengajak masyarakat Jawa Barat untuk bersama-sama mendoakan keluarga korban agar diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.