RSCM Jakarta Berduka, Faridah Utami Korban Kecelakaan KA di Bekasi, Dimakamkan di Boyolali
deni setiawan April 29, 2026 01:14 PM

 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI – Total 15 korban tewas dalam kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. 

Dari belasan korban tersebut, tiga di antaranya dimakamkan ke kampung halamannya di Jawa Tengah.

Ketiga korban tersebut adalah Faridah Utami, Tutik Anita Sari, dan Ristuti Kustirahayu. 

Faridah dimakamkan di Kabupaten Boyolali. Sedangkan Tutik dan Ristuti dimakamkan di Kabupaten Wonogiri.

Baca juga: Tatapan Kosong Ayah Setibanya Jenazah di Wonogiri, Ristuti Korban Kecelakaan KA di Bekasi

Duka mendalam menyelimuti keluarga Faridah Utami (50), salah korban kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Senin (27/4/2026) .

Almarhumah yang diketahui bekerja sebagai staf Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta itu dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Boyolali.

Kabar kepergian Faridah sontak mengundang belasungkawa dari berbagai pihak, termasuk lingkungan instansi tempat dia bekerja.

Faridah Utami diketahui merupakan staf di RSCM Jakarta.

Hal tersebut diperkuat dengan adanya karangan bunga ucapan duka cita yang dikirimkan oleh Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI.

Ucapan belasungkawa itu menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi almarhumah selama bekerja di lingkungan pelayanan kesehatan nasional.

Rumah Duka Boyolali

Jenazah Faridah Utami disemayamkan terlebih dahulu di rumah orangtuanya di Dukuh Beji, RT 01 RW 01, Desa Kopen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali.

Suasana haru menyelimuti rumah duka saat keluarga, kerabat, dan tetangga berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.

Tangis keluarga pecah mewarnai momentum perpisahan tersebut.

Setelah prosesi persemayaman, almarhumah kemudian dimakamkan di TPU Astonoloyo Beji, Desa Kopen, Kecamatan Teras pada Rabu (29/4/2026).

Pemakaman berlangsung khidmat dengan dihadiri keluarga serta warga sekitar yang turut mendoakan almarhumah.

Dalam surat lelayu yang beredar, Faridah Utami meninggalkan seorang suami, ibu, serta tiga anak.

KORBAN KECELAKAAN - Kolase foto Ristuti Kustirahayu (37) semasa hidup. Jenazah Ristuti tiba di rumah duka Dusun Puncanganom RT 02 RW 04 Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, jenazah korban tiba sekira pukul 16.15. Ristuti merupakan korban tewas dalam kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.
KORBAN KECELAKAAN - Kolase foto Ristuti Kustirahayu (37) semasa hidup. Jenazah Ristuti tiba di rumah duka Dusun Puncanganom RT 02 RW 04 Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, jenazah korban tiba sekira pukul 16.15. Ristuti merupakan korban tewas dalam kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. (tribun solo/ERLANGGA BIMA SAKTI)

Baca juga: Ayah Kenang Sosok Ristuti Korban Tewas Kecelakaan KA di Bekasi, Dimakamkan di Wonogiri

Dua Korban Warga Wonogiri

Selain sebelumnya Ristuti, satu korban meninggal dalam kecelakaan kereta di Bekasi juga dimakamkan di Kabupaten Wonogiri. 

Korban tersebut adalah Tutik Anita Sari (31), warga Desa Watuagung, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri. 

Camat Baturetno, Hery Indrastyono membenarkan informasi mengenai adanya warga di wilayahnya yang menjadi korban dalam kecelakaan maut tersebut.

“Benar, warga Desa Watuagung,” ujar Hery seperti dilansir dari TribunSolo.com, Rabu (29/4/2026).

Menurut informasi, jenazah Tutik Anita Sari telah dipulangkan pada Selasa (28/4/2026) malam ke kampung halamannya di Dusun Dawe, Desa Watuagung, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri.

Jenazah pun dimakamkan di pemakaman kawasan setempat.

Sebelumnya, Ristuti Kustirahayu (37) menjadi satu korban tewas dalam kecelakaan tragis antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat pada Senin (27/4/2026) malam.

Ristuti adalah warga asal Kabupaten Wonogiri yang bekerja di Jakarta dan saat ini tinggal di Cikarang Bekasi.

Pasca kejadian, jenazah pun dibawa ke kampung halaman, dimakamkan di Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri.

Jenazah Ristuti Kustirahayu (37) yang meninggal dalam kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jawa Barat tiba di rumah duka di Kabupaten Wonogiri, Selasa (28/4/2026).

Di rumah duka Dusun Puncanganom RT 02 RW 04 Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, jenazah korban tiba sekira pukul 16.15.

Langit Manyaran tampak redup saat sirene ambulans perlahan memecah keheningan lingkungan Dusun Puncanganom itu.

Warga yang sejak siang hari menunggu di depan rumah duka akhirnya menyaksikan momentum paling berat yaitu kepulangan Ristuti Kustirahayu (37) dalam balutan kain kafan.

Di halaman rumah sederhana itu, duka seketika pecah.

Seorang pria berpeci merah yang diketahui adalah ayah korban berdiri tak jauh dari pintu, menatap kosong ke arah ambulans yang baru berhenti.

Sejenak setelah ambulans berhenti, suami korban yang mengenakan topi dan jaket langsung mendekat ke ayah korban, lalu berpelukan. 

Isak tangis yang tertahan sejak perjalanan jauh dari Bekasi akhirnya runtuh di halaman rumah itu.

Tak banyak kata. Hanya suara tangis yang bersahutan, bercampur bisik doa dari keluarga dan kerabat yang sudah berkumpul.

Baca juga: Detik-detik Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek Hantam KRL di Bekasi, Saksi: Suaranya Seperti Bom

Beberapa tetangga menunduk, sebagian lain mengusap air mata, menyaksikan kepedihan yang begitu nyata di hadapan mereka.

Jenazah Ristuti kemudian diturunkan perlahan dari ambulans.

Tangan-tangan keluarga menyambut penuh hati-hati, seolah masih berharap waktu bisa berhenti sejenak.

Tatapan ayah korban tetap kosong seperti kehilangan arah, sementara sang suami terus menunduk, berusaha tegar di tengah duka yang menghimpit.

Di dalam rumah, suasana semakin hening.

Hanya lantunan doa yang terdengar saat jenazah dibawa masuk untuk dimandikan dan disalatkan.

Setiap sudut ruangan dipenuhi pelayat yang datang silih berganti, memberikan penghormatan terakhir.

Ristuti kini telah kembali ke kampung halamannya untuk peristirahatan terakhir.

Seusai prosesi pemulasaraan, jenazah rencananya langsung dimakamkan di pemakaman setempat, diiringi doa dan harapan agar almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. (*)

Sumber TribunSolo.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.