Anak 4 Tahun Meninggal Dunia Akibat Gigitan Anjing, Sang Ayah Tak Kuasa Menahan Tangis
Faisal Zamzami April 29, 2026 01:24 PM

 

SERAMBINEWS.COM, BANGLI - Tangis seorang ayah pecah di sebuah sudut desa yang biasanya tenang.

Duka menyelimuti keluarga kecil itu ketika anak mereka yang masih berusia empat tahun harus meregang nyawa setelah mengalami gigitan anjing yang begitu parah.

Peristiwa tragis ini terjadi di Dusun Rejeng, Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, dan meninggalkan luka mendalam bagi siapa pun yang mendengarnya.

Hari itu, Senin sore, 27 April 2026, cuaca di kawasan tersebut diguyur hujan deras.

Sang anak baru saja selesai dimandikan oleh ibunya.

Seperti kebiasaan anak kecil pada umumnya, ia kemudian berlari kecil menuju depan warung yang tak jauh dari rumahnya untuk bermain.

Ibunya yang masih harus menyelesaikan aktivitas mandi di dalam rumah hanya meninggalkan anaknya beberapa menit saja, tanpa menyangka bahwa waktu singkat itu akan mengubah segalanya.

Baca juga: Nasib Pilu Bocah 7 Tahun Digigit Anjing hingga Saraf Mata Putus, Pemilik Hewan Tanggung Pengobatan

Sekitar sepuluh menit kemudian, suasana berubah menjadi mencekam.

Di tengah derasnya hujan yang mengguyur, sang ibu keluar dan mendapati pemandangan yang menghentikan detak jantungnya.

Anaknya sudah terkapar di depan warung, tak berdaya, dengan seekor anjing berada di dekatnya.

Tubuh kecil itu mengalami luka serius di bagian leher dan wajah, dengan darah yang terus mengalir.

Diduga, saat kejadian berlangsung, sang anak sempat menangis meminta tolong.

Namun, derasnya hujan sore itu menelan suara tangisnya, membuat tak seorang pun mendengar jeritannya.

Kondisi inilah yang memperparah situasi, karena pertolongan tidak datang tepat waktu.

Panik dan diliputi rasa takut, keluarga segera membawa korban ke Puskesmas Kintamani V.

Tenaga medis berupaya memberikan pertolongan awal sebelum akhirnya korban dirujuk ke RSUD Bangli.

Perjalanan menuju rumah sakit terasa begitu panjang dan penuh harap, meski kondisi anak sudah sangat kritis.

Baca juga: Bocah 9 Tahun di Mamasa Sulbar Meninggal Dunia Usai Digigit Anjing Rabies

Setibanya di Instalasi Gawat Darurat sekitar pukul 18.05 WITA, kondisi korban sudah sangat lemah.

Ia tidak sadarkan diri, denyut nadinya hampir tidak terasa, dan mengalami henti jantung. Tim medis dengan sigap melakukan tindakan resusitasi untuk menyelamatkan nyawanya.

Namun, segala upaya itu tidak membuahkan hasil. Sekitar pukul 18.20 WITA, anak tersebut dinyatakan meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka robek luas di bagian leher dan wajah akibat gigitan anjing yang menyebabkan perdarahan hebat.

Luka tersebut menjadi penyebab utama hilangnya nyawa sang anak dalam waktu yang relatif singkat.

Kabar duka ini dengan cepat menyebar dan mengundang perhatian berbagai pihak.

Pemerintah Kabupaten Bangli melalui tim lintas sektor langsung bergerak melakukan penanganan.

Dinas terkait melakukan langkah antisipasi, terutama untuk mencegah kemungkinan penyebaran rabies.

Salah satu tindakan yang diambil adalah eliminasi terbatas terhadap anjing-anjing di sekitar lokasi kejadian. Sebanyak sembilan ekor anjing telah dieliminasi sebagai bagian dari upaya pengendalian.

Selain itu, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar mengenai bahaya rabies serta pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, khususnya di lingkungan yang berpotensi terdapat hewan liar atau anjing yang tidak terkontrol.

Di balik semua langkah penanganan itu, duka mendalam tetap menyelimuti keluarga korban.

Sang ayah tak mampu menyembunyikan kesedihannya. 

Tangisnya pecah saat menyadari bahwa anak yang selama ini menjadi sumber kebahagiaan kini telah pergi untuk selamanya.

Rumah yang sebelumnya dipenuhi tawa kini berubah menjadi sunyi, hanya menyisakan kenangan yang tak akan pernah kembali.

Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bagi banyak orang tentang pentingnya kewaspadaan, terutama terhadap anak-anak yang masih sangat rentan.

Dalam hitungan menit, situasi yang terlihat biasa bisa berubah menjadi tragedi yang tak terbayangkan.

 

 

Sudah tayang di TribunBali
 
 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.