Pasca Bocah Tewas Digigit Anjing, Pemkab Bangli Bali Gencarkan Vaksinasi Rabies hingga ke Monyet
Putu Dewi Adi Damayanthi April 29, 2026 01:25 PM

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) mengintensifkan vaksinasi rabies terhadap hewan penular, menyusul meninggalnya seorang anak berusia empat tahun di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Bali, akibat gigitan anjing liar.

Langkah percepatan vaksinasi ini dilakukan sebagai upaya pencegahan, meskipun hasil uji laboratorium terhadap anjing yang menggigit korban belum memastikan adanya infeksi rabies. 

Pemerintah daerah memilih langkah antisipatif untuk menekan potensi penyebaran penyakit mematikan tersebut.

Berdasarkan data Dinas PKP Bangli per Rabu 29 April 2026, program vaksinasi menyasar total 46.707 ekor hewan penular rabies (HPR), yang meliputi anjing, kucing, dan monyet. 

Baca juga: Puluhan Ekor HPR Divaksinasi dan Sterilisasi, Upaya Cegah Penyebaran Kasus Rabies

Hingga saat ini, realisasi vaksinasi mencapai 2.647 ekor anjing, 56 ekor kucing, serta satu ekor monyet, atau sekitar 5,7 persen dari total target.

Kepala Dinas PKP Bangli, I Wayan Sarma, mengatakan bahwa vaksinasi akan terus digencarkan hingga menjangkau seluruh populasi hewan berisiko.

“Cakupan vaksinasi masih terus kami tingkatkan. Ini menjadi langkah penting untuk memutus rantai penularan rabies di masyarakat,” ujarnya.

Selain vaksinasi, Sarma menekankan pentingnya peran pemilik hewan dalam mencegah penyebaran rabies. 

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak melepasliarkan hewan peliharaan, serta memastikan hewan dirawat dengan baik dan mendapatkan pakan yang cukup.

“Hewan peliharaan sebaiknya dikandangkan dan tidak dibiarkan berkeliaran bebas. Kontak dengan hewan liar sangat berisiko menularkan rabies, tidak hanya membahayakan pemilik, tetapi juga masyarakat luas,” tegasnya.

Ia juga menyoroti praktik pembuangan hewan peliharaan yang masih kerap terjadi. 

Menurutnya, anjing yang dibuang cenderung mengalami stres, kesulitan mendapatkan makanan, dan kehilangan tempat berlindung, sehingga lebih rentan terpapar rabies.

“Kami minta masyarakat tidak membuang hewan peliharaan sembarangan. Jika sudah tidak mampu merawat, sebaiknya diserahkan kepada pihak lain yang bersedia memelihara,” tandasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.