Kemenperin Genjot Daya Saing IKM Fesyen dan Kriya Agar Relevan dengan Kebutuhan Pasar
Choirul Arifin April 29, 2026 01:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kapasitas pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), khususnya di sektor kriya dan fesyen untuk mengantisipasi perubahan pasar yang semakin dinamis.

Pergeseran perilaku konsumen hingga perubahan gaya hidup dinilai menuntut pelaku industri untuk lebih adaptif dalam menciptakan nilai produk.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan literasi strategi bisnis yang relevan dengan kondisi pasar. Kemenperin menilai, pelaku IKM perlu memiliki kemampuan membaca tren sekaligus memahami nilai produk dari berbagai aspek agar mampu bersaing.

"Inovasi produk yang diciptakan desainer, perajin, maupun produsen harus sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Menperin menilai, pelaku fesyen dan kriya di dalam negeri memiliki potensi besar dari sisi kreativitas dan kualitas produk. Namun kemampuan tersebut harus diimbangi dengan strategi bisnis yang matang serta riset pasar yang tepat.

"Produk fesyen dan kriya dalam negeri sudah layak bersanding, bahkan mampu melampaui produk luar negeri. Namun, diperlukan strategi yang tepat agar bisnisnya dapat naik kelas," ujarnya.

Baca juga: Dekranasda Jabar Pamerkan Ratusan Produk UMKM Kriya di Inacraft 2026

Kemenperin juga mencatat, sektor fesyen dan kriya memiliki peluang ekspor yang menjanjikan. Pada 2025, nilai ekspor sektor ini mencapai 806,63 juta dolar AS, meningkat 15,46 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita menyebut, peningkatan kapasitas pelaku IKM dilakukan secara berkelanjutan, salah satunya melalui kegiatan Creative Talk yang digelar Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) di Bali.

Dalam Creative Talk 1 bertema Merancang Nilai Produk Sesuai dengan Kebutuhan Pasar yang berlangsung pada 16 April 2026, peserta dari kalangan akademisi, praktisi, komunitas, hingga pelaku IKM berdiskusi mengenai strategi meningkatkan nilai tambah produk.

Baca juga: Peluang Buat Indonesia, Pasar Industri Fesyen Dunia Diproyeksikan 433 Miliar Dolar AS

"Ini merupakan strategi pemerintah dalam meningkatkan kapasitas SDM pelaku IKM, khususnya untuk memahami kebutuhan pasar serta merancang produk bernilai tambah. Penguatan literasi bisnis dan strategi desain mutlak diperlukan agar produk fesyen dan kriya IKM tidak hanya unggul secara estetika, tetapi juga kuat secara komersial," terang Reni.

Ia menambahkan, meskipun memiliki potensi ekonomi besar, konsistensi dalam menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen masih menjadi tantangan bagi sebagian pelaku IKM.

"Rangkaian kegiatan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing industri fesyen dan kriya Indonesia melalui berbagai program pembinaan, seperti workshop dan bimbingan teknis berkelanjutan," imbuh Reni.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.