Curhat Terakhir Karyawan Kompas TV Sebelum Meninggal saat Tragedi KRL, Ain Ingin Cuti ke Tempat Jauh
khairunnisa April 29, 2026 02:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Karyawan Kompas TV Nur Ainia Eka Rahmadhyna sempat mengurai curhatan terakhir sebelum meninggal dalam insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek Vs KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Wanita berkacamata yang karib disapa Ain itu ternyata sempat menceritakan keinginannya ke rekan kerjanya, Bang Boy.

Karenanya saat mendengar kabar Ain tewas dalam tragedi tabrakan kereta, Bang Boy pilu.

Ia tak menyangka momennya dengan Ain itu adalah pertemuan terakhirnya dengan almarhumah.

Diwartakan sebelumnya, Ain adalah satu di antara 15 penumpang KRL yang dinyatakan meninggal dunia dalam insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek Vs KRL pada Senin (27/4/2026).

Kabar duka itu sontak membuat rekan-rekan Ain di Kompas TV syok.

Termasuk Bang Boy yang karib kerap bertemu dengan Ain.

Dalam live di Kompas TV pagi ini, Rabu (29/4/2026), Bang Boy menceritakan pertemuan terakhirnya dengan Ain.

Bang Boy sempat berbincang dengan Ain soal cuti.

Ternyata Ain ada rencana untuk mengambil libur panjang.

"Dia (Ain) bertanya 'cuti ke mana bang boy?'. Aku ceritain aku cuti di rumah aja. Aku tanya emang kamu enggak cuti, (kata Ain) 'cuti dong'," ungkap Bang Boy sembari menahan tangis.

Kepada Bang Boy, Ain bercerita bahwa dirinya ingin sekali berlibur ke tempat yang jauh.

Mengingat perbincangan itu, Bang Boy pun menangis.

Sebab keinginan Ain untuk pergi ke tempat jauh itu bak jadi firasat.

"Dia (Ain) bilang 'aku cuti pengin yang jauh'. Aku bilang 'ntar enggak bisa balik lagi dong?'. Kata dia 'enggak ah, kan ada yang anterin'," pungkas Bang Boy.

Karenanya, Bang Boy pun tak melewatkan momen saat mengantarkan jenazah Ain.

"Makanya ya ketika almarhumah perjalanan ke rumah, aku temenin sampai di RS Polri, sampai di rumah duka, aku temenin beliau. Aku anggap sebagai pertemuan terakhir," kata Bang Boy.

Sembari mengingat sosok Ain, Bang Boy bergumam.

Bahwa ia telah menemani Ain sampai ke tempat peristirahatannya yang terakhir.

"Anak cantik, ini bang boy boncengin yang terakhir ya," ujar Bang Boy sembari terisak.

Baca juga: Update Terbaru Jumlah Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, 15 Tewas, Luka-luka 19 Orang

Sempat dikabarkan menghilang

Sebelum dipastikan meninggal dunia, Ain sempat dikabarkan menghilang karena keberadaannya tak diketahui setelah meninggalkan kantor pada Senin sekira pukul 19.31 Wib.

Kata keluarga, biasanya Ain tiap pulang kerja selalu menghubungi adiknya untuk minta dijemput.

Tapi hingga pukul 21.00 Wib, Ain tak juga menghubungi sang adik sehingga membuat keluarga cemas.

Terlebih kala itu Ain tak bisa dihubungi keluarganya.

Dalam kondisi cemas, keluarga pun menghubungi kantor sekira pukul 22.00 Wib.

Setelah mengetahui Ain sudah pulang kerja dari dua jam lalu, keluarga lalu mencari Ain di Stasiun Bekasi Timur hingga di rumah sakit.

KORBAN TABRAKAN KERETA: Kabar terbaru karyawan Kompas TV, Ain yang hilang usai tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur diungkap sang adik di media sosial.
KORBAN TABRAKAN KERETA: Kabar terbaru karyawan Kompas TV, Ain yang hilang usai tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur diungkap sang adik di media sosial. (Kompas.com)

Hingga akhirnya pada Selasa keluarga dan pihak Kompas TV mendatangi RS Polri untuk proses identifikasi.

"Tadi baru ya, siang tadi sekitar jam 13.00 WIB, setelah kita telusuri, kita cari, kita berkesimpulan mungkin di rumah sakit Polri gitu, dan juga dari KAI juga bilang coba dicek di rumah sakit Polri," ujar Wapemred Kompas TV Martian Damanik.

Setelah melakukan identifikasi, jenazah yang ditemukan pun dipastikan adalah Ain.

Untuk diketahui, Ain adalah tim di News Production Support Kompas TV.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.