WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, menewaskan 15 penumpang dan melukai 91 orang.
Peristiwa tersebut terjadi ketika Commuter Line melintas di Jalan Ampera, Bekasi, dan menabrak taksi Green SM yang sebelumnya mogok di tengah perlintasan, Senin (28/4/2026) malam.
Insiden itu memicu rangkaian kecelakaan yang melibatkan perjalanan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyoroti persoalan keselamatan di perlintasan sebidang kereta api usai insiden yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur itu.
Baca juga: Menteri PPPA Usul Gerbong Khusus Wanita Dipindah ke Tengah, KAI: Kami Tidak Bedakan Pria dan Wanita
Menurutnya, persoalan itu merupakan ranah Pemerintah Daerah Jawa Barat yang ditangani bersama PT KAI serta pemerintah pusat untuk mencari solusi jangka panjang terhadap keselamatan perlintasan.
"Biar Pemda Bekasi bekerja sama dengan KAI dan pemerintah pusat mencari solusinya," kata Rano Karno di Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (29/4/2026).
Ia hanya menyoroti banyaknya perlintasan sebidang yang belum tertutup, namun tetap memiliki pengawasan petugas di Jakarta.
"Ada lintasan yang mungkin tidak tertutup di Jakarta, tapi minimal ada yang jaga," kata Rano.
Baca juga: 106 Orang Jadi Korban Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, 15 Orang Meninggal, 91 Orang Terluka
"(Perlintasan sebidang) Ini harus dievaluasi, mudah-mudahan tidak terjadi lagi kesalahan kemarin," ucapnya.
Afan Adriansyah Idris, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda Provinsi DKI Jakarta, menyampaikan, langkah antisipasi terhadap risiko di perlintasan sebidang dengan jalur rel kereta api terus dilakukan.
Salah satunya membangun infrastruktur jangka panjang, seperti flyover di Jalan Latumenten.
Afan mengatakan, proyek tersebut merupakan bagian dari program multiyears yang dikerjakan Dinas Bina Marga dan sudah mulai berjalan sejak tahun 2025.
Proyek tersebut ditargetkan dapat diselesaikan pada tahun 2026 ini sebagai upaya mengurangi titik rawan kecelakaan di jalur perlintasan sebidang. (m30)