Menyusuri De Tasikmadoe Heritage: Keajaiban Kecil di Pabrik Gula Karanganyar yang Jarang Diketahui
jonisetiawan April 29, 2026 02:52 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Perubahan besar kini menyapa salah satu destinasi wisata bersejarah di Karanganyar.

Kawasan yang dulu dikenal sebagai Agrowisata Sondokoro resmi bertransformasi menjadi De’ Tasikmadoe Heritage sejak awal tahun 2026.

Langkah ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan simbol komitmen baru untuk mengangkat nilai sejarah dan warisan budaya yang melekat kuat di kawasan Pabrik Gula Tasikmadu.

Rebranding dengan Jiwa Sejarah

Rebranding ini membawa semangat baru dalam menghadirkan pengalaman wisata berbasis heritage.

Meski tampil dengan identitas baru, daya tarik lama tetap dipertahankan mulai dari kereta kuno hingga suasana hijau perkebunan yang menenangkan.

Pengelolaan destinasi kini berada di bawah Perusahaan Umum Daerah Kabupaten Karanganyar Aneka Usaha, yang berupaya menjadikan tempat ini bukan hanya ruang rekreasi, tetapi juga pusat edukasi sejarah.

Baca juga: Cuma Rp 10 Ribu! Centhung Blumbang Surga Tersembunyi di Karanganyar yang Jarang Diketahui

Sensasi Pagi yang Menenangkan

Waktu terbaik menikmati De’ Tasikmadoe Heritage adalah pagi hari. Udara sejuk pegunungan, suara burung, dan rindangnya pepohonan menciptakan suasana damai yang sulit ditemukan di kota besar.

Dengan tiket masuk hanya Rp5.000, pengunjung sudah bisa menikmati jogging track yang membentang di tengah lanskap hijau.

Tempat ini cocok untuk olahraga ringan, jalan santai, atau sekadar “healing” dari rutinitas.

WISATA KARANGANYAR - Agrowisata Sondokoro resmi berubah nama menjadi De Tasikmadoe Heritage sejak 1 Januari 2026, dengan konsep wisata berbasis sejarah di kawasan Pabrik Gula Tasikmadu.
WISATA KARANGANYAR - Agrowisata Sondokoro resmi berubah nama menjadi De Tasikmadoe Heritage sejak 1 Januari 2026, dengan konsep wisata berbasis sejarah di kawasan Pabrik Gula Tasikmadu. (Google Maps)

Menyusuri Jejak Sejarah dengan Kereta Tebu

Salah satu daya tarik utama adalah kereta wisata unik kereta lama bekas pengangkut tebu yang kini disulap menjadi wahana berkeliling kawasan pabrik.

Dengan tarif Rp10.000, pengunjung diajak menyusuri area bersejarah sambil menikmati panorama klasik yang masih terjaga.

Sensasinya bukan sekadar naik kereta, tapi seperti kembali ke masa kejayaan industri gula di era Mangkunegara IV.

Baca juga: Alasan Menyayat Hati di Balik Kepergian Wanita di Mojogedang Karanganyar, Sempat Dikira Pembunuhan

Lebih dari Wisata, Ini Ruang Edukasi

Direktur Utama PUD Aneka Usaha Karanganyar menegaskan bahwa De Tasikmadoe Heritage bukan hanya tempat rekreasi, tetapi juga ruang untuk mengenal sejarah.

“Di kota-kota besar udara sudah semakin berkurang. Di sini orang bisa menghirup udara segar, jogging, menikmati alam, sekaligus mengenal sejarah. Dengan melangkah di kawasan ini, kita sedang mengenang sejarah,” ujarnya.

Akses Mudah, Fasilitas Nyaman

Destinasi ini buka pada pukul 05.30–17.30 WIB. Aksesnya pun mudah cukup masuk melalui pintu barat kawasan pabrik gula.

Dengan kombinasi harga terjangkau, suasana alami, dan nilai sejarah yang kuat, De Tasikmadoe Heritage menjadi pilihan tepat bagi siapa saja yang ingin berwisata sambil belajar.

Di tengah maraknya destinasi modern, tempat seperti ini justru menawarkan sesuatu yang lebih dalam: ketenangan, nostalgia, dan jejak sejarah yang masih bisa dirasakan hingga hari ini.

***

(TribunTrends/Jonisetiawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.