BANGKAPOS.COM -- Sorotan publik tertuju pada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, setelah pernyataannya terkait posisi gerbong khusus perempuan di kereta api menuai perhatian.
Usulan tersebut muncul usai insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.52 WIB.
Dalam kejadian itu, lokomotif KA Argo Bromo Anggrek menghantam gerbong khusus perempuan yang berada di bagian paling belakang rangkaian.
Baca juga: Sosok Nur Ainia Eka, Karyawan Kompas TV Dinyatakan Meninggal Tragedi KA Argo Bromo
Peristiwa tersebut mengakibatkan 15 orang meninggal dunia dan 88 lainnya mengalami luka-luka.
Menanggapi kondisi tersebut, Arifatul mengusulkan perubahan posisi gerbong khusus perempuan.
Jika sebelumnya berada di bagian depan dan belakang, ia mengusulkan agar gerbong tersebut ditempatkan di tengah rangkaian kereta.
Menurutnya, bagian depan dan belakang bisa diisi oleh penumpang laki-laki, sementara perempuan ditempatkan di bagian tengah demi pertimbangan keselamatan.
“Jadi yang laki-laki di ujung depan dan belakang, sementara yang perempuan di tengah,” jelasnya saat mengunjungi korban di RSUD Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026) kemarin.
Baca juga: Sosok Nur Ainia Eka, Karyawan Kompas TV Dinyatakan Meninggal Tragedi KA Argo Bromo
Meski demikian, ia menegaskan bahwa usulan tersebut masih akan dibahas lebih lanjut bersama pihak terkait sebelum diambil keputusan.
Pernyataan itu pun memicu reaksi beragam dari masyarakat. Sejumlah warganet ramai-ramai menyampaikan kritik melalui akun Instagram pribadinya @arifah.fauzi.
Terlepas dari polemik tersebut, Arifatul Choiri Fauzi dikenal sebagai sosok yang memiliki rekam jejak panjang di bidang organisasi, sosial, hingga dunia kreatif.
Berdasarkan informasi dari laman resmi Kementerian PPPA, ia lahir di Pulau Madura, Jawa Timur, pada 28 Juli 1969 dan kini berusia 56 tahun.
Pendidikan dasarnya ditempuh di Jakarta, termasuk di Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah As Syafiiyah Jatiwaringin. Ia kemudian melanjutkan studi di Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Yogyakarta, yang kini dikenal sebagai UIN Sunan Kalijaga, dan lulus pada 1994.
Arifatul juga meraih gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Indonesia pada 2002 melalui beasiswa Ford Foundation.
Kariernya dimulai dari aktivitas organisasi sejak usia muda. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) DIY periode 1989–1991, serta aktif di berbagai organisasi besar seperti Fatayat NU dan Muslimat NU.
Selain itu, ia juga terlibat dalam Majelis Alimat Indonesia dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta aktif dalam berbagai gerakan sosial, termasuk Gerakan Nasional Anti Korupsi bersama NU dan Muhammadiyah.
Di luar dunia organisasi, Arifatul juga berkiprah di industri kreatif sebagai produser sejumlah program televisi, seperti Syair Dzikir di TPI dan Hikmah Pagi di TVRI.
Ia bahkan pernah menjadi show manager dalam konser kolaborasi lintas negara serta memimpin tim seni budaya Indonesia dalam berbagai tur internasional ke sejumlah negara, seperti Qatar, Uni Emirat Arab, dan Belanda.
Saat ini, ia juga menjabat sebagai Direktur di PT Arzast Media Utama dan PT Rimang Hayu Malini, serta aktif dalam program pemberdayaan masyarakat desa melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
Selain keterlibatannya dalam organisasi keagamaan, Arifatul juga menggeluti karier di bidang politik.
Arifatul bahkan memiliki pengalaman politik yang signifikan.
Sebelumnya, ia merupakan tokoh Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dan sejumlah organisasi keagamaan lainnya.
Ia menjabat sebagai Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU).
Arifatul juga aktif sebagai anggota Komisi Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (Infokom MUI).
Ia tercatat sebagai Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pada Pilpres 2024.
Atas perannya tersebut, ia kemudian masuk di jajaran Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran.
Setelah menang, Presiden Prabowo kemudian melantik Arifatul jadi Menteri PPPA bersama menteri dan wakil menteri lainnya di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10/2024) lalu.
Arifatul memiliki harta sebanyak Rp12.588.476.672.
Jumlah tersebut ia laporkan ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 31 Desember 2025.
Berikut rincian lengkapnya:
Tanah dan Bangunan Rp6.929.000.000
Tanah Seluas 2.000 M2 di Kab/Kota Pati, Hasil Sendiri Rp140.000.000
Tanah Seluas 816 M2 di Kab/Kota Bantul, Hasil Sendiri Rp300.000.000
Tanah Seluas 13.790 M2 di Kab/Kota Pandeglang, Hasil Sendiri Rp350.000.000
Tanah Seluas 15.000 M2 di Kab/Kota Pandeglang, Hasil Sendiri Rp450.000.000
Tanah Seluas 407 M2 di Kab/Kota Bogor, Hasil Sendiri Rp300.000.000
Tanah Seluas 10.725 M2 di Kab/Kota Pandeglang, Hasil Sendiri Rp350.000.000
Tanah Seluas 301 M2 di Kab/Kota Bantul, Hasil Sendiri Rp800.000.000
Tanah Seluas 56 M2 di Kab/Kota Depok, Hasil Sendiri Rp200.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 106 M2/60 M2 di Kab/Kota Depok, Hasil Sendiri Rp350.000.000
Tanah Seluas 500 M2 di Kab/Kota Depok, Hasil Sendiri Rp1.000.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 255 M2/36 M2 di Kab/Kota Depok, Hasil Sendiri Rp600.000.000
Tanah Seluas 2.565 M2 di Kab/Kota Pati, Hasil Sendiri Rp250.000.000
Tanah Seluas 2.485 M2 di Kab/Kota Bantul, Hasil Sendiri Rp994.000.000
Tanah Seluas 230 M2 di Kab/Kota Depok, Hasil Sendiri Rp725.000.000
Tanah Seluas 26 M2 di Kab/Kota Depok, Hasil Sendiri Rp80.000.000
Tanah Seluas 22 M2 di Kab/Kota Depok, Hasil Sendiri Rp40.000.000
Alat Transportasi dan Mesin Rp1.624.002.000
Mobil, Toyota Land Cruiser Tahun 1997, Hasil Sendiri Rp300.000.000
Motor, Honda Vario Tahun 2010, Hasil Sendiri Rp8.000.000
Motor, Honda Supra X 125 Tahun 2007, Hasil Sendiri Rp5.000.000
Mobil, Toyota Innova V Hybrid Tahun 2024, Hasil Sendiri Rp533.600.000
Mobil, Toyota Minibus Alphard 2.5 G Tahun 2018, Hasil Sendiri Rp777.402.000
Harta Bergerak Lainnya Rp898.700.000
Surat Berharga Rp----
Kas dan Setara Kas Rp3.002.274.672
Harta Lainnya Rp450.000.000
Sub Total Rp12.903.976.672
Utang Rp315.500.000
Total Harta Kekayaan Rp12.588.476.672.
(Bangkapos.com/Tribun Jatim/Tribun Timur)