TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Menjelang Hari Raya Iduladha, harga hewan kurban di wilayah Mamuju, Sulawesi Barat, mulai merangkak naik secara signifikan.
Kenaikan harga terjadi merata, baik pada komoditas kambing maupun sapi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kenaikan harga kambing saat ini berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta per ekor.
Baca juga: RSUD Sulbar Rawat 9 Pasien Suspek Campak, Mayoritas Anak-anak
Baca juga: Lowongan Kerja PT Ana Artha, Terbuka untuk Lulusan Sarjana, Posisi Area Manager Mamuju dan Polman
Sementara itu, harga sapi mengalami lonjakan, yakni berada di angka Rp1 juta hingga Rp2 juta per ekor dibandingkan periode sebelumnya.
"Saat ini harga kambing kurban yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp3 juta, Rp4 juta, hingga Rp5 juta per ekor, tergantung ukuran," ujarnya saat ditemui di peternakannya di Jalan Soekarno Hatta, Karema, Mamuju, Rabu (29/4/2026).
Kondisi serupa terlihat di Kecamatan Kalukku, pusat penjualan sapi yang dikelola Iyet.
Untuk sapi kurban kelas reguler, harga dipatok mulai dari Rp15 juta hingga Rp20 juta.
Namun, bagi masyarakat yang mencari hewan kurban kualitas premium, tersedia juga sapi dengan harga mulai dari Rp25 juta, Rp30 juta, bahkan hingga Rp70 juta per ekor.
Melambungnya harga hewan kurban di Mamuju tahun ini dipicu oleh terbatasnya stok di tingkat peternak lokal.
Faktor utamanya adalah banyaknya populasi sapi yang dikirim secara besar-besaran ke wilayah Kalimantan.
Selain itu, belum adanya peternakan berskala besar di Mamuju yang khusus fokus pada penggemukan sapi membuat pasokan sangat bergantung pada pengumpul.
"Rata-rata pasokan berasal dari pengumpul. Belum ada peternakan besar di Mamuju yang khusus sapi," jelas salah satu pedagang.
Meski stok menipis dan harga melonjak, para pedagang mengaku kondisi pasar saat ini masih tergolong sepi.
Hingga saat ini, jumlah warga yang datang untuk memesan atau membeli hewan kurban belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Para pedagang memprediksi arus permintaan baru akan terlihat dalam satu hingga dua pekan ke depan menjelang hari penyembelihan.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi