TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Foto pria menangis sambil memeluk cooler bag berisi ASI menjadi perbincangan di tengah tragedi kecelakaan kereta di Bekasi Timur.
Tas tersebut milik satu dari 15 korban tewas kecelakaan KRL dengan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026).
"Ada 15 meninggal dunia," kata Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol dr. Martinus Ginting.
Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan mengatakan identifikasi korban menggunakan data primer.
Mulai dari sidik jari, tanda medis, serta barang milik korban.
"Teridentifikasi melalui data primer yaitu sidik jari dan data sekunder yaitu tanda medis dan properti atau benda kepemilikan," katanya.
10 jenazah berada di RS Polri Kramat Jati.
Sedangkan 5 lainnya tersebar di sejumlah rumah sakit di Bekasi.
- RS Polri Kramat Jati:
Tutik Anita Sari (31)
Harum Anjasari (27)
Nur Alimantun Citra Lestari (19)
Farida Utami (50)
Vica Acnia Fratiwi (23)
Ida Nuraida (48)
Gita Septia Wardany (20)
Fatmawati Rahmayani (29)
Arinjani Novita Sari (25)
Nur Ainia Eka Rahmadhyna (32)
- RSUD Kota Bekasi:
Nuryati (41) Nurlaela (39)
Enggar Retno Krisjayanti (35)
- Rumah Sakit Bella Bekasi:
Ristuti Tustirahato
- RS Mitra Keluarga Bekasi Timur:
Adelia Rifani.
Baca juga: Pesan Terakhir Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Minta Bayinya Sering Dilihat, Sudah Stok ASIP
Fotografe Kompas Fakhri Fadlurrohman mendokumentasikan foto seorang pria yang duduk menelepon sambil memeluk tas warna keabuan.
Dia adalah Baskor Aji, usianya 30 tahun.
Baskoro merupakan pekerja pabrik di Bekasi.
Ia menerima tas tersebut dari petugas di Stasiun Bekasi Timur.
Tas tersebut milik istrinya, Tutik Anita Sari (31) yang tertinggal di gerbong KRL.
Tutik bekerja di klinik kecantikan daerah Tebet, Jakarta Selatan.
Dia hilang kabar pada senin malam.
Baca juga: Update Terbaru Jumlah Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, 15 Tewas, Luka-luka 19 Orang
Biasanya Tutik sekitar pukul 21.00 WIB selalu memberi kabar ketika tiba di rumahnya kawasan Cibitung, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.
Namun malam itu, tak ada kabar sama sekali dari Tutik.
Hal ini membuat Baskor begitu risau dan gundah.
"Ini orang tambun kak, istrinya hilang kontak smnjak malam kecelakaan KRL itu. Suaminya nyari2 sampe kemarin sore baru ktmu. Muterin smua RS gak ada dftr nama si istri. Akhirnya dpt kabar kalau istrinya itu ada di rs polri dengan keadaan MD . Anaknya 2. Yg 1 mash kecil. Suaminya pulang kerja sore nyari semaleman ga ktmu dan sorenya baru ktmu. Kasian bgt," kata akun ladyerist.
Tutik berasal dari Desa Watuagung, Kecamatan Baturetno, Wonogiri, Jawa Tengah.
"Benar warga Desa Batuagung," kata Camat Baturejo Hery Indrastyono dikutip dari Tribun Solo.
Jenazah Tutik kini telah disemayamkan.
Informasi di media sosial, anak Tutik dan Baskor baru berusia 16 bulan.
"Istrinya meninggal kak, td stgh 8 mlm sampai dirumah duka cikarang, jam 9 malam dibawa pulang ke wonogiri. Anaknya umur 16bulan," tulis akun vitaloka21_.
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t