Update Perang Iran Hari ke-61 : Ketegangan Naik, OPEC Terguncang, Pasar Global Bergejolak
Muhammad Hadi April 29, 2026 07:24 PM

Update Perang Iran Hari ke-61 : Ketegangan Naik, OPEC Terguncang, Pasar Global Bergejolak

SERAMBINEWS.COM – Konflik Iran memasuki hari ke-61 dengan dinamika yang semakin kompleks, ditandai meningkatnya tekanan diplomatik, eskalasi militer, serta guncangan di sektor energi global.

Dikutip Serambinews melalui Al Jazeera (29/4/2026), Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras dengan menyebut Iran berada dalam “kondisi runtuh”.

Pernyataan ini disampaikan di tengah dorongan Washington agar Teheran segera membuka kembali jalur vital perdagangan dunia di Selat Hormuz.

Di sisi lain, para pemimpin negara Teluk yang bertemu di Arab Saudi mendesak Iran untuk membangun kembali kepercayaan setelah meningkatnya ketegangan di kawasan.

Baca juga: Pasukan AS Geledah Kapal Terkait Iran, Blokade Makin Panas

Mereka juga menolak segala bentuk gangguan terhadap kebebasan navigasi dan memperingatkan dampak serius jika jalur pelayaran tersebut terus terhambat.

Perkembangan penting lainnya datang dari sektor energi global.

OPEC menghadapi guncangan setelah Uni Emirat Arab mengumumkan akan keluar dari organisasi tersebut setelah hampir 60 tahun menjadi anggota.

Langkah ini dinilai berpotensi mengubah peta kekuatan minyak dunia di tengah konflik yang sedang berlangsung.

Di medan militer, Iran mengklaim berhasil meningkatkan kapasitas serangannya.

Juru bicara militer Mohammad Akraminia menyebut angkatan udara Iran telah menargetkan berbagai “pangkalan musuh” dan bahkan menembus sistem pertahanan yang dirancang Amerika Serikat.

Baca juga: Kapal Pesiar Mewah Rusia Lolos Blokade Iran di Selat Hormuz

Ia juga memperingatkan bahwa Iran masih memiliki “banyak kartu” yang belum digunakan jika konflik terus berlanjut.

Sementara itu, ketegangan politik juga muncul antara AS dan Eropa.

Trump mengecam Kanselir Jerman Friedrich Merz setelah pernyataannya yang menilai Washington tidak memiliki strategi jelas dalam menghadapi Iran.

Di kawasan lain, kelompok Houthi di Yaman secara terbuka menyatakan dukungan terhadap Iran dan memperingatkan potensi penutupan jalur strategis lain, yaitu Selat Bab al-Mandeb.

Di Lebanon, situasi keamanan semakin memburuk.

Baca juga: Trump Klaim Raja Charles Sepakat Dukung Larangan Nuklir Iran

Serangan Israel di wilayah selatan dilaporkan menewaskan sejumlah petugas medis dan layanan darurat.

Presiden Lebanon Joseph Aoun menyebut serangan tersebut sebagai “kejahatan perang”.

Di dalam negeri Amerika Serikat, kebijakan terhadap Iran mulai berdampak pada politik domestik.

Tingkat persetujuan terhadap Trump dilaporkan menurun, seiring meningkatnya kekhawatiran publik terhadap biaya hidup dan dampak konflik yang berkepanjangan.

Di pasar global, ketegangan ini langsung memicu lonjakan harga energi.

Harga minyak mentah Brent melonjak hingga di atas 111 dolar AS per barel, sementara pasar saham mengalami tekanan akibat ketidakpastian geopolitik.

Secara keseluruhan, hari ke-61 konflik menunjukkan bahwa meskipun jalur diplomasi masih terbuka, risiko eskalasi tetap tinggi.

Perkembangan terbaru juga menegaskan bahwa dampak perang tidak hanya dirasakan di kawasan Timur Tengah, tetapi juga mengguncang stabilitas ekonomi dan politik global.

Baca juga: Serangan Iran Hancurkan Sejumlah Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Kerugian Capai Miliaran Dolar

(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.