Firasat Harum Anjasari Korban KRL Bekasi, Terus Ucap Ingin Pulang ke Ibu Sebelum Tewas: Kangen
Tsaniyah Faidah April 29, 2026 06:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kisah pilu menyertai kepergian Harum Anjasari, salah satu korban dalam kecelakaan maut yang melibatkan kereta Commuter Line dan Kereta Api Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur.

Kepergian perempuan berusia 27 tahun ini meninggalkan duka mendalam sekaligus kenangan yang sulit dilupakan oleh pihak keluarga, terutama sang ibunda, Sri Lestari.

Beberapa hari sebelum musibah pada Senin malam, 27 April 2026 itu terjadi, Harum seolah memberikan isyarat melalui keinginannya yang tidak biasa.

Sri mengenang bahwa putrinya terus-menerus mengungkapkan rasa rindu yang sangat besar.

Harum yang sudah tinggal di kawasan Tambun secara berulang kali menyampaikan keinginannya untuk kembali ke rumah orang tuanya.

"Memang sebelum meninggal dia sudah pengen pulang terus. Dia bilang, 'Mama, aku pengen pulang ke rumah Mamah, aku pengen pulang. Aku kangen sama Mamah. Aku pengen di rumah Mamah aja'," tutur Sri.

Mendengar keluhan tersebut, Sri berusaha menenangkan sang putri melalui percakapan di aplikasi pesan singkat.

Komunikasi terakhir mereka terjadi pada Senin siang, hanya beberapa jam sebelum peristiwa nahas itu merenggut nyawa Harum.

Saat itu, Harum masih sempat menanyakan kabar ayah dan ibunya.

Harum juga sempat berjanji akan berkunjung ke rumah ibunya pada hari Jumat.

"Iya Mah, nanti aku pulang ya Mah. Nanti hari Jumat aku pengen ke rumah Mamah. Boleh ya Mah?" kata Sri menirukan ucapan terakhir Harum.

Sri pun mengizinkan dan menantikan kedatangan anaknya.

Pihak keluarga mengaku tidak menyangka bahwa permintaan pulang yang sering diucapkan Harum menjadi tanda perpisahan selamanya.

Keinginan Harum untuk merasakan kembali kehangatan rumah ibunya kini hanya tinggal kenangan bagi Sri Lestari dan keluarga yang ditinggalkan.

Jumlah korban meninggal

Baca juga: Sosok Ibu Pemilik Cooler Bag ASI dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi, Foto Suami Peluk Tas Istri Pilu

Proses identifikasi terhadap jenazah Harum rampung pada Selasa sore, 28 April 2026, di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri, Kramat Jati.

Kepala RS Polri, Brigjen Prima Heru Yuliharyono, menyatakan bahwa tim gabungan DVI Polri berhasil mengidentifikasi 10 jenazah pada tahap awal melalui sidang rekonsiliasi.

Jumlah ini sesuai dengan laporan kehilangan yang diterima dari pihak keluarga korban.

Hingga saat ini, total korban jiwa dalam kecelakaan kereta di Bekasi tersebut telah bertambah menjadi 16 orang.

Selain korban meninggal dunia, tercatat ada 90 orang yang mengalami luka-luka.

Sebanyak 44 orang di antaranya sudah diperbolehkan pulang, sementara 46 lainnya masih berada dalam penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.

Berikut adalah daftar 16 korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi dalam kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur:

  1. Tuti Aditasari (31 tahun), alamat Cikarang Barat, Bekasi.
  2. Harum Anjasari (27 tahun), alamat Cipayung, Jakarta Timur.
  3. Nur Alimantun Citra Lestari (19 tahun), alamat Pasar Jambi.
  4. Farida Utami (50 tahun), alamat Cibitung, Bekasi.
  5. Vica Agnia Fratiwi (23 tahun), alamat Cikarang Barat.
  6. Ida Nuraida (48 tahun), alamat Cibitung, Bekasi.
  7. Dita Septia Wardany (20 tahun), alamat Cibitung, Bekasi.
  8. Fatmawati Rahmayani (29 tahun), alamat Bekasi Selatan.
  9. Arinjani Novita Sari (25 tahun), alamat Tambun Selatan, Bekasi.
  10. Nur Ainia Eka Rahmadhynna (23 tahun), alamat Tambun Selatan, Bekasi.
  11. Nuryati (41 tahun).
  12. Nur Caela (39 tahun).
  13. Engar Retno Krisjayanti (35 tahun).
  14. Ristuti Kustirahayu.
  15. Adelia Rifani.
  16. Mia Citra (25 tahun).
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.