Kemenpar Dorong Tour de Singkarak Kembali Digelar di Sumatera Barat Tahun 2027
Rahmadi April 29, 2026 04:48 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia mendorong agar event balap sepeda internasional Tour de Singkarak kembali digelar di Sumatera Barat pada 2027 mendatang.

Hal itu mengemuka dalam kunjungan Menteri Pariwisata RI ke Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Rabu (29/4/2026).

Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto mengatakan, Sumatera Barat memiliki potensi besar untuk kembali menggelar event berskala nasional hingga internasional tersebut.

Menurutnya, sektor pariwisata memiliki efek berganda (multiplier effect) yang mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi masyarakat.

“Wisata Sumatera Barat ini sangat tepat, bukan saja potensinya, karena pariwisata itu sektor yang multiplier effect bagi banyak pihak. Kami ingin memastikan kesiapan daerah, baik dari sisi fisik maupun non-fisik,” ujarnya.

Baca juga: Semen Padang FC Wajib Menang Lawan Madura United, Suporter Kabau Sirah Prediksi Skor 2-1

Ia menjelaskan, dari sisi fisik, pemerintah akan memperkuat infrastruktur pendukung seperti akses jalan dan konektivitas. 

Sementara dari sisi non-fisik, penguatan branding dan penyelenggaraan event menjadi fokus utama.

Hariyanto menegaskan, Tour de Singkarak merupakan salah satu ikon pariwisata Sumatera Barat yang pernah dikenal luas, bahkan hingga ke kancah internasional.

“Tour de Singkarak ini ikon event Sumatera Barat. Dulu juga diinisiasi bersama antara pemerintah daerah dan kementerian. Sekarang kita ingin memastikan kembali event ini bisa digelar dan semakin dikenal dunia,” jelasnya.

Ia menyebutkan, dorongan tersebut juga sejalan dengan harapan berbagai pihak di daerah, termasuk anggota DPD RI Irman Gusman dan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, yang ingin menghidupkan kembali kejayaan event tersebut.

Baca juga: Pemko Padang Mulai Sosialisasi Hewan Kurban Sehat, Sapi yang Layak Bakal Diberi Label Khusus

Selain itu, pihaknya juga memastikan kesiapan aspek utama pariwisata, yakni atraksi, amenitas, dan aksesibilitas, terutama pascabencana yang sempat melanda Sumatera Barat.

“Pasca bencana bukan menjadi hambatan, justru bisa menjadi pemicu bahwa Sumatera Barat tetap eksis dan kuat di sektor pariwisata,” katanya.

Terkait dukungan anggaran, Hariyanto menjelaskan bahwa Kementerian Pariwisata lebih berperan dalam fungsi koordinatif lintas kementerian dan lembaga.

Untuk pembangunan infrastruktur, koordinasi dilakukan dengan kementerian terkait seperti Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum.

“Kalau untuk anggaran secara keseluruhan, kami sifatnya koordinatif. Namun untuk stimulus, tentu ada dukungan dari Kementerian Pariwisata sebagai penggerak sektor pariwisata,” pungkasnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.