Profil Arifah Menteri PPPA Disorot Usai Usul Gerbong Wanita Pindah ke Tengah: Laki-laki di Belakang
Indry Panigoro April 29, 2026 04:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi atau yang dikenal sebagai Arifah Fauzi, menjadi sorotan publik setelah menyampaikan usulan mengenai perubahan posisi gerbong khusus perempuan dalam rangkaian kereta api.

Pernyataan tersebut mencuat setelah insiden kecelakaan kereta yang terjadi di Bekasi Timur, Jawa Barat, yang menyebabkan korban jiwa serta puluhan penumpang mengalami luka-luka.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.52 WIB dan melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line.

Dalam kejadian tersebut, KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan menghantam rangkaian KRL dari arah belakang.

Benturan keras terjadi pada bagian belakang KRL yang diketahui merupakan gerbong khusus perempuan, sehingga dampaknya paling besar dirasakan oleh penumpang di area tersebut.

Akibat kecelakaan itu, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 15 orang, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka, mulai dari luka ringan hingga patah tulang.

Seluruh korban kemudian dievakuasi dan mendapat perawatan medis di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi.

Di tengah suasana duka tersebut, pernyataan Menteri PPPA soal posisi gerbong perempuan justru memicu polemik di ruang publik, terutama di media sosial.

Sebagian warganet menilai usulan tersebut kurang tepat disampaikan di tengah proses penanganan korban dan evaluasi penyebab kecelakaan yang masih berlangsung.

Saat menjenguk korban di RSUD Bekasi, Arifah Fauzi menyampaikan bahwa penempatan gerbong khusus perempuan perlu ditinjau ulang.

Ia mengusulkan agar gerbong perempuan tidak lagi berada di bagian paling depan maupun paling belakang rangkaian kereta, melainkan dipindahkan ke posisi tengah.

Menurutnya, posisi tersebut dinilai lebih aman karena gerbong di bagian ujung rangkaian lebih rentan terdampak jika terjadi tabrakan dari depan maupun belakang.

“Jadi yang laki-laki di ujung depan dan belakang sementara yang perempuan di tengah,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa selama ini penempatan gerbong perempuan di bagian depan dan belakang dilakukan untuk alasan operasional, salah satunya agar tidak terjadi penumpukan penumpang saat naik dan turun kereta.

Namun, setelah melihat dampak kecelakaan di Bekasi, ia menilai perlu adanya evaluasi ulang agar keselamatan penumpang perempuan bisa lebih terjamin.

Meski demikian, usulan tersebut menuai beragam respons dari masyarakat.

Sebagian mendukung alasan keselamatan, sementara sebagian lainnya menilai akar persoalan kecelakaan seharusnya lebih difokuskan pada sistem keselamatan operasional kereta api secara menyeluruh.

Ia juga menjelaskan bahwa selama ini penempatan gerbong perempuan di bagian depan dan belakang dilakukan untuk alasan operasional, seperti menghindari penumpukan penumpang.

“Tadi, kalau kami ngobrol dengan KAI, alasan (gerbong perempuan) ditaruh di paling depan dan paling belakang supaya tidak terjadi rebutan,” ujarnya.

Namun, dengan adanya kejadian di Bekasi, ia menilai perlu dilakukan kajian ulang untuk memastikan keamanan yang lebih optimal bagi penumpang perempuan.

Usulan tersebut tidak serta-merta diterima dengan baik oleh publik. Sejumlah warganet justru melontarkan kritik melalui media sosial, khususnya di akun Instagram pribadi Arifatul.

Komentar yang muncul didominasi nada kritis terhadap kebijakan yang diusulkan.

Sebagian pihak menilai bahwa solusi tersebut belum tentu menjawab akar persoalan kecelakaan, yang dinilai lebih berkaitan dengan aspek teknis dan keselamatan operasional kereta.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa usulan tersebut masih bersifat wacana dan akan dibahas lebih lanjut bersama pihak terkait, termasuk operator perkeretaapian.

Kronologi Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL

Insiden tragis ini bermula ketika KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL Commuter Line dari arah belakang di Stasiun Bekasi Timur.

Tabrakan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada gerbong terakhir KRL.

Gerbong yang terdampak paling besar diketahui merupakan gerbong khusus perempuan. Kondisi ini memperparah jumlah korban, mengingat area tersebut mengalami benturan paling keras.

Alasan Penempatan Gerbong Perempuan di Bagian Belakang

Sebelum munculnya usulan perubahan, penempatan gerbong khusus perempuan di bagian belakang atau depan rangkaian sebenarnya telah melalui pertimbangan tertentu.

PT KAI sebelumnya menjelaskan bahwa posisi tersebut dipilih untuk memudahkan pengawasan serta memberikan akses yang lebih tertib bagi penumpang perempuan.

Dengan lokasi yang terpusat, petugas dapat lebih mudah memantau dan mengurangi potensi pelanggaran aturan.

Selain itu, penempatan di ujung rangkaian juga membantu penumpang mengenali area khusus perempuan melalui tanda atau penunjuk (signage) yang tersedia di peron maupun pintu kereta.

Dari sisi operasional, pengaturan ini dinilai mampu menciptakan alur naik dan turun penumpang yang lebih tertib, sehingga mengurangi kepadatan di dalam kereta.

TIKET - Penumpang di Stasiun Surabaya Gubeng.
TIKET - Penumpang di Stasiun Surabaya Gubeng. (Tribun Manado)

Profil Arifatul Choiri Fauzi

Dikutip dari kemenpppa.go.id, Arifatul diketahui lahir di Pulau Madura, Jawa Timur pada 28 Juli 1969.

Ia kini telah berusia 56 tahun.

Arifatul menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Jakarta, termasuk di Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah As Syafiiyah Jatiwaringin.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Yogyakarta yang sekarang berubah nama menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga dan lulus pada 1994.

Tak berhenti di situ, Arifatul melanjutkan pendidikan pascasarjana (S2) dan mendapat gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Indonesia berkat beasiswa Ford Foundation pada 2002.

Riwayat Karier

Perjalanan karier Arifatul dimulai ketika ia berperan aktif di dunia organisasi sejak masa mudanya.

Arifatul pernah menjadi Ketua Umum Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) DIY pada 1989 hingga 1991 dan menduduki berbagai posisi penting di organisasi lainnya, termasuk Sekjen Pimpinan Pusat Fatayat NU dan Sekretaris Pimpinan Pusat Muslimat NU.

Ia juga aktif di Majelis Alimat Indonesia dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta terlibat dalam berbagai gerakan sosial, seperti Gerakan Nasional Anti Korupsi bersama NU dan Muhammadiyah.

Selain aktif di sejumlah organisasi, Arifatul juga memiliki karier yang gemilang di berbagai bidang, seperti menjadi seorang produser.

Ia telah memproduksi beberapa acara televisi populer di Tanah Air, seperti Syair Dzikir di TPI dan Hikmah Pagi di TVRI. 

Tak hanya itu, ia juga pernah menjadi Show Manager untuk konser kebangsaan kolaborasi antara Ki Ageng Ganjur dengan musisi internasional, seperti Tony Blackman dari Amerika Serikat dan Mary McBride.

Ia bahkan pernah memimpin berbagai tim seni budaya Indonesia dalam tur internasional ke berbagai negara, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, dan Belanda.

Sementara di bidang sosial, ia adalah Direktur PT Arzast Media Utama dan PT Rimang Hayu Malini.

Ia turut aktif dalam berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat, termasuk kerjasama Muslimat NU dengan Kementerian Desa RI untuk program pemberdayaan masyarakat desa.

Terjun ke Dunia Politik

Selain keterlibatannya dalam organisasi keagamaan, Arifatul juga menggeluti karier di bidang politik.

Arifatul bahkan memiliki pengalaman politik yang signifikan. 

Sebelumnya, ia merupakan tokoh Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dan sejumlah organisasi keagamaan lainnya.

Ia menjabat sebagai Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU). 

Arifatul juga aktif sebagai anggota Komisi Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (Infokom MUI).

Ia tercatat sebagai Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pada Pilpres 2024. 

Atas perannya tersebut, ia kemudian masuk di jajaran Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran.

Setelah jadi menang, Presiden Prabowo kemudian melantik Arifatul jadi Menteri PPPA bersama menteri dan wakil menteri lainnya di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10/2024) lalu.

Harta Kekayaan

Arifatul memiliki harta sebanyak Rp.12.588.476.672.

Jumlah tersebut ia laporkan ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 31 Desember 2025.

Berikut rincian lengkapnya:

Tanah Dan Bangunan Rp. 6.929.000.000

Tanah Seluas 2.000 M2 Di Kab / Kota Pati, Hasil Sendiri Rp. 140.000.000

Tanah Seluas 816 M2 Di Kab / Kota Bantul, Hasil Sendiri Rp. 300.000.000

Tanah Seluas 13.790 M2 Di Kab / Kota Pandeglang, Hasil Sendiri Rp. 350.000.000

Tanah Seluas 15.000 M2 Di Kab / Kota Pandeglang, Hasil Sendiri Rp. 450.000.000

Tanah Seluas 407 M2 Di Kab / Kota Bogor, Hasil Sendiri Rp. 300.000.000

Tanah Seluas 10.725 M2 Di Kab / Kota Pandeglang, Hasil Sendiri Rp. 350.000.000

Tanah Seluas 301 M2 Di Kab / Kota Bantul, Hasil Sendiri Rp. 800.000.000

Tanah Seluas 56 M2 Di Kab / Kota Kota Depok , Hasil Sendiri Rp. 200.000.000

Tanah Dan Bangunan Seluas 106 M2/60 M2 Di Kab / Kota Kota Depok , Hasil Sendiri Rp. 350.000.000

Tanah Seluas 500 M2 Di Kab / Kota Kota Depok , Hasil Sendiri Rp. 1.000.000.000

Tanah Dan Bangunan Seluas 255 M2/36 M2 Di Kab / Kota Kota Depok , Hasil Sendiri Rp. 600.000.000

Tanah Seluas 2.565 M2 Di Kab / Kota Pati, Hasil Sendiri Rp. 250.000.000

Tanah Seluas 2.485 M2 Di Kab / Kota Bantul, Hasil Sendiri Rp. 994.000.000

Tanah Seluas 230 M2 Di Kab / Kota Kota Depok , Hasil Sendiri Rp. 725.000.000

Tanah Seluas 26 M2 Di Kab / Kota Kota Depok , Hasil Sendiri Rp. 80.000.000

Tanah Seluas 22 M2 Di Kab / Kota Kota Depok , Hasil Sendiri Rp. 40.000.000

Alat Transportasi Dan Mesin Rp. 1.624.002.000

Mobil, Toyota Land Cruiser Tahun 1997, Hasil Sendiri Rp. 300.000.000

Motor, Honda Vario Tahun 2010, Hasil Sendiri Rp. 8.000.000

Motor, Honda Supra X 125 Tahun 2007, Hasil Sendiri Rp. 5.000.000

Mobil, Toyota Innova V Hybrid Tahun 2024, Hasil Sendiri Rp. 533.600.000

Mobil, Toyota Minibus Alphard 2.5 G Tahun 2018, Hasil Sendiri Rp. 777.402.000

Harta Bergerak Lainnya Rp. 898.700.000

Surat Berharga Rp. ----

Kas Dan Setara Kas Rp. 3.002.274.672

Harta Lainnya Rp. 450.000.000

Sub Total Rp. 12.903.976.672

Utang Rp. 315.500.000

Total Harta Kekayaan Rp.12.588.476.672.

(*/ Tribun-medan.com)

Sumber: Tribunnews
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.