Sosok Arin di Mata Sang Ayah: Pekerja Keras yang Tak Pernah Mengeluh
Dwi Rizki April 29, 2026 05:20 PM

WARTAKOTALIVE.COM, TAMBUN SELATAN - Arinjani Novitasari diketahui telah tiga tahun bekerja di EY Indonesia yang berlokasi di kawasan SCBD, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Ayahnya, Riki, mengungkapkan selama bekerja di Jakarta, putrinya tidak pernah mengeluh kelelahan. Ia menilai Arin merupakan sosok pekerja keras yang selalu mengutamakan pekerjaannya.

“Kalau kerja memang giat banget. Bahkan waktu Lebaran saja, sehari setelah Lebaran dia sudah kerja online, dan hari Seninnya langsung masuk kantor,” ujar Riki, Rabu (29/4/2026).

Menurut Riki, Arinjani menikmati pekerjaannya sebagai auditor, meski harus berangkat pagi dan kerap pulang larut malam.

Pekerjaan tersebut juga membuat Arin sering melakukan perjalanan dinas ke luar kota untuk audit keuangan perusahaan, yang justru menjadi hal yang ia sukai.

“Dia senang, karena sering ke luar kota seperti Bali dan lainnya. Dia bilang sekalian bisa jadi healing,” tuturnya.

Kini, Riki hanya bisa mengenang sosok putrinya.

Riki Ikhlas Kehilangan Putrinya untuk Selamanya

Senin (27/4/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WIB menjadi momen terakhir Riki melihat putrinya, Arinjani Novitasari (25), berangkat kerja.

Seperti biasa, Arin sapaan akrabnya, berpamitan dengan mencium tangan ayah dan ibunya sebelum berangkat.

Tak ada firasat apa pun, Arin pergi menuju Stasiun Tambun menggunakan sepeda motor.

Setibanya di stasiun, ia menitipkan kendaraannya dan melanjutkan perjalanan dengan KRL menuju kawasan SCBD, Jakarta Selatan, tempatnya bekerja sebagai auditor.

Hari itu berjalan normal.

Bahkan sekitar pukul 20.52 WIB, Arin masih sempat berkirim pesan dengan tantenya.

Dalam percakapan itu, ia menanyakan masakan di rumah karena berencana pulang lebih cepat dari biasanya.

“Arin biasanya pulang larut, bahkan pernah sampai rumah jam 02.00 WIB,” kata Riki saat ditemui di rumah duka Villa Bekasi Indah 2, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi pada Rabu (29/4/2026).

Namun sekitar pukul 20.55 WIB, Arin hanya sempat membaca pesan terakhir dari tantenya tanpa sempat membalas.

Sang tante yang khawatir mencoba menghubungi berulang kali, namun tak ada jawaban.

“Jam segitu kan kejadian. Mungkin masih pegang HP, terus benturan terjadi. Beberapa menit kemudian ada kabar kecelakaan di Bekasi Timur, tante langsung kepikiran itu kereta yang Arin tumpangi,” ujar Riki.

Sekitar pukul 21.00 WIB, Riki bersama keluarga langsung menuju lokasi kejadian di Stasiun Bekasi Timur.

Namun akses menuju lokasi telah ditutup aparat, dipenuhi ambulans serta petugas gabungan.

“Dari Bulak Kapal sampai Bekasi Timur sudah ditutup. Isinya ambulans, Basarnas, TNI, dan polisi. Warga sudah tidak bisa masuk,” jelasnya.

Baca juga: Kisah Radit Rencanakan Liburan sebelum Harum Anjarsari Meninggal Akibat Tabrakan Kereta di Bekasi

Setelah menjelaskan tujuannya mencari sang anak, Riki akhirnya diperbolehkan mendekat hingga posko depan stasiun. Ia melihat satu per satu korban dievakuasi ke dalam ambulans.

Tak menemukan Arin di lokasi, keluarga kemudian berpencar mencari ke sejumlah rumah sakit.

“Saya ke RS Bella, kakaknya ke RSUD Bekasi. Dari situ pindah lagi karena belum ketemu,” katanya.

Pencarian berlanjut hingga ke Rumah Sakit (RS) Primaya, namun hingga pukul 02.00 WIB belum ada kabar. Riki kembali ke lokasi kejadian, berharap putrinya selamat.

Hingga pagi hari, sekitar pukul 07.00 WIB, ia masih menunggu informasi.

Riki kemudian diarahkan ke RS Polri karena adanya jenazah tanpa identitas.

“Saya sampai di RS Polri sekitar pukul 09.00 WIB. Lalu diminta ke posko antemortem untuk tes DNA,” ujarnya.

Proses pencocokan data dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB.

Sambil menunggu hasil, Riki mendapat kabar tas milik Arin ditemukan di lokasi kejadian.

Di dalamnya terdapat laptop dan satu ponsel dalam kondisi rusak.

“Itu sempat jadi harapan saya kalau Arin masih selamat,” ucapnya lirih.

Namun harapan itu pupus. Sekitar pukul 17.00 WIB, pihak RS Polri memastikan DNA Riki cocok dengan salah satu jenazah korban.

Arin teridentifikasi melalui data sidik jari serta barang pribadi.

“Saya ditunjukkan pakaian terakhirnya, dan itu benar pakaian yang dipakai hari itu,” kata Riki.

Tak kuasa menahan duka, Riki menerima kenyataan bahwa putrinya telah pergi untuk selamanya.

Kini, jenazah Arinjani Novitasari telah dimakamkan di TPU Mangun Sumberjaya, Tambun Selatan, Bekasi.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.