Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Ratusan generasi muda di Kota Jayapura yang terdiri dari siswa SMA/SMK, mahasiswa, serta pemuda dari berbagai organisasi mengikuti diskusi publik yang digelar Gerakan Pemuda Papua (Garuda Papua), Rabu (29/4/2026).
Kegiatan bertema Merawat Kebhinekaan sebagai Modal Pembangunan Papua tersebut berlangsung di Gedung LPTQ, Kotaraja, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua. Sekitar 500 peserta hadir dan memadati ruangan, menunjukkan tingginya antusiasme generasi muda terhadap isu kebhinekaan dan pembangunan daerah.
Sejak pagi, peserta mulai berdatangan secara bertahap. Mereka berasal dari berbagai sekolah menengah atas dan kejuruan di Jayapura, serta mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi. Kegiatan dibuka dengan suasana yang tertib, diawali sambutan panitia, dilanjutkan pemaparan materi oleh narasumber, hingga sesi diskusi terbuka.
Baca juga: Peringati 3 Hari Besar, Ketua PKK Jayawijaya Ajak Perempuan Terus Berkarya
Ketua Umum Garuda Papua, Gifly Buinei, dalam keterangannya kepada Tribun- Papua.com menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan pemuda untuk menjaga nilai-nilai kebhinekaan di Papua.
Ia menyebut, Papua sebagai miniatur Indonesia memiliki kekayaan keberagaman yang harus dijaga bersama agar tidak menjadi sumber konflik di tengah masyarakat.
“Keberagaman ini adalah kekuatan kita. Kalau tidak dijaga dengan baik, maka bisa menimbulkan potensi konflik horizontal. Karena itu, generasi muda harus hadir sebagai penjaga kebersamaan,” ujarnya.
Gifly menambahkan, pembangunan di Papua tidak hanya berbicara soal fisik atau infrastruktur, tetapi juga menyangkut pembangunan karakter dan pola pikir masyarakat, khususnya generasi muda.
Baca juga: Gaji Naik 280 Persen, KY Ingatkan Hakim di Papua Jaga Kode Etik dan Tidak Selingkuh
Menurutnya, tanpa adanya kesadaran untuk menjaga persatuan, pembangunan yang dilakukan tidak akan memberikan dampak yang maksimal dan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan dan gagasan mereka. Sejumlah siswa SMA/SMK terlihat aktif mengangkat isu-isu di lingkungan sekolah, seperti pentingnya toleransi antar pelajar, pencegahan konflik, serta peran pendidikan dalam membangun kesadaran kebhinekaan.
Sementara itu, mahasiswa yang hadir turut menyoroti peran pemuda dalam menjaga stabilitas sosial dan mendorong pembangunan yang inklusif di Papua.
Diskusi berlangsung dinamis dengan interaksi dua arah antara peserta dan narasumber. Beberapa pertanyaan kritis juga disampaikan, terutama terkait tantangan menjaga kebhinekaan di tengah perkembangan zaman dan arus informasi digital.
Baca juga: Jalur Jayapura-Wamena Longsor, BPJN Papua Gerak Cepat Bangun Jalan Alternatif di Kalimo
Selain itu, pimpinan organisasi mahasiswa dan tokoh pemuda yang hadir turut memberikan pandangan serta motivasi. Mereka mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku aktif dalam menjaga persatuan dan membangun daerah.
Gifly berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak generasi muda di berbagai wilayah Papua.
Ia menilai ruang-ruang diskusi seperti ini sangat penting untuk membangun kesadaran kolektif serta memperkuat semangat kebangsaan di kalangan pemuda.
“Generasi muda adalah penentu masa depan Papua. Mereka harus dibekali dengan pemahaman yang kuat tentang kebhinekaan, persatuan, dan tanggung jawab sebagai warga negara,” katanya.
Baca juga: Guru SMP Negeri 9 Jayapura Sepakat Melepas Modul Belajar Demi Wajan Panas dan Spatula
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa semangat Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus terus dijaga dan diperkuat, terutama di tengah berbagai dinamika sosial yang terjadi.
Melalui kegiatan ini, Garuda Papua berharap dapat melahirkan ide-ide konstruktif dari generasi muda yang mampu menjadi kontribusi nyata dalam pembangunan Papua yang damai, inklusif, dan berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama para peserta untuk terus menjaga kebersamaan dan memperkuat persatuan di lingkungan masing-masing, baik di sekolah, kampus, maupun di tengah masyarakat.(*)