KBS Surabaya Paling Berhasil Kembangbiakkan Komodo, Siap Dilepasliarkan ke NTT
Dyan Rekohadi April 29, 2026 06:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Keberhasilan Kebun Binatang Surabaya (KBS) dalam mengembangbiakkan komodo secara ex situ berbuah rencana strategis.

Sejumlah komodo hasil penangkaran di KBS akan dilepasliarkan ke habitat alaminya di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga: KBS dan iZoo Kerja Sama Breeding Loan, Sepasang Komodo Resmi Dipinjamkan ke Jepang

 

KBS Paling Berhasil Kembangbiakkan Komodo


Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik, Ditjen KSDAE Kementerian Kehutanan, Ahmad Munawir, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.

Ia menyebut, sepasang komodo yang akan dipinjamkan melalui kerja sama breeding loan dengan Jepang juga merupakan hasil pengembangbiakan di KBS.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran direksi Kebun Binatang Surabaya atas keberhasilannya mengembangbiakkan komodo secara ex situ. Sepasang komodo yang akan kita pinjamkan ini merupakan hasil dari sini,” ujar Ahmad Munawir di Surabaya, Rabu (29/4/2026).

Menurutnya, capaian ini menunjukkan kapasitas dan komitmen KBS sebagai lembaga konservasi dalam mendukung pelestarian satwa langka.

Dari sekitar 80 kebun binatang di Indonesia, KBS disebut sebagai yang paling berhasil dalam pengembangbiakan komodo berdasarkan data pemerintah.

“Setahu saya, salah satu lembaga konservasi umum atau kebun binatang yang paling berhasil mengembangbiakkan komodo secara ex situ adalah Kebun Binatang Surabaya. Bahkan bisa dikatakan yang paling berhasil saat ini,” tambahnya.

Baca juga: Kementerian Kehutanan Hanya Bisa Geram 17 Komodo Lolos Diselundupkan ke Thailand Miliaran Rupiah

 

Pelepasliaran Komodo ke Habitat Asli NTT

 

Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah merencanakan pelepasliaran sebagian komodo hasil penangkaran ke alam liar.

Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat populasi sekaligus kualitas genetik komodo di habitat aslinya.

“Ke depan, kami merencanakan sebagian hasil pengembangbiakan ini untuk dilepasliarkan ke alam. Ini merupakan bentuk kontribusi nyata bahwa lembaga konservasi tidak hanya memamerkan satwa, tetapi juga berperan dalam peningkatan genetik di alam,” jelasnya.

Baca juga: Momen Beri Makan Komodo KBS, Jadi Daya Tarik Edukasi Pengunjung

50 Ekor Komodo di KBS

Di sisi lain, Direktur Operasional dan Umum KBS, Nurika Widyasanti, mengungkapkan bahwa keberhasilan breeding komodo di KBS tidak lepas dari kesesuaian habitat yang diciptakan. 

Saat ini, jumlah koleksi komodo di KBS mencapai lebih dari 50 ekor.

“Rahasianya salah satunya karena habitatnya cocok. Perawatan sebenarnya rutin, seperti pemberian pakan dan lain sebagainya. Namun, yang paling penting adalah kesesuaian habitat dengan kebutuhan komodo,” ujarnya.

Untuk pola pakan, KBS memberikan variasi makanan secara berkala. Komodo mendapat pakan besar berupa kambing setiap dua minggu sekali, serta pakan tambahan seperti tikus putih dan ayam pada hari tertentu.

Rencana pelepasliaran ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam penguatan peran lembaga konservasi di Indonesia, sekaligus mendukung keberlanjutan populasi komodo di alam liar.

"Kami mendukung rencana pemerintah untuk pelepasliaran ini,” kata Nurika. (bob)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.