TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Nur Ainia Eka Rahmadhyana, karyawan Kompas TV korban kecelakaan kerata di Stasiun Bekasi Timur merupakan sosok yang penyayang di mata keluarga.
Perempuan berusia 32 tahun itu merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, ia tinggal di Perumahan Griya Asri 2, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Hary Marwata (63) ayah korban mengatakan, sosok Ainia merupakan pribadi yang cerewet tetapi penyayang adik-adiknya.
"Aini sebagai kakak yang ya kalau di rumah cerewet, suka marah-marah adiknya kalau adiknya nggak bener, tapi sayang banget ke adik-adiknya," kata Hary, Rabu (29/4/2026).
Sebagai anak tertua, Aini atau Ain sapaan akrabnya, merupakan tulang punggung keluarga selepas ayahnya pensiun.
Menurut Hary, Ain sering membantu kebutuhan keluarga mulai dari mengurus keperluan adik-adiknya sekolah.
"Membantu, sangat membantu orang tua, bisa dibilang gitulah, tulang punggung. Karena ayahnya sudah kebetulan pensiun," ucapnya.
Selain itu, Ainia juga merupakan pribadi yang tidak merepotkan. Dia selalu memiliki waktu untuk keluarga.
"Banyak kenangan nggak bisa disebut satu-satu. Dia anaknya nggak banyak ngerepotin," ucapnya.
Selain itu, Ainia juga dikenal sebagai sosok pecinta kucing. Di tasnya selalu terselip makanan untuk diberikan ke kucing-kucing liar yang dia jumpai.
Bahkan di hari terakhirnya bekerja sebelum peristiwa, Ainia sempat memberikan makanan kucing liar yang ada di kantor Kompas TV.
Di rumah lanjut Hary, Ainia juga memelihara kucing sebanyak tiga ekor.
"Ada tiga yang di rumah yang masuk, kadang-kadang yang di luar ngasih, banyak kucing-kucing yang dikasih makan. Sampai di kantor aja banyak ngasih makanan ke kucing," ucap Hary.