Suasana duka menyelimuti Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, saat proses identifikasi korban kecelakaan kereta api di Bekasi.
Sebelumnya, kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL CRRC Jakarta–Cikarang (PLB 5181) terjadi pada Senin (27/4/2026) malam.
Terbaru, pada Rabu (29/4/2026), Polda Metro Jaya menyampaikan korban meninggal dunia bertambah sehingga total menjadi 16 orang.
Vica Acnia Fratiwi (23) menjadi salah satu korban tewas dalam kecelakaan maut tersebut.
Salah satu momen yang paling menyayat hati adalah ketika ayah korban tak kuasa menahan kesedihan saat menjemput jenazah putrinya.
Dalam tayangan Liputan6, tampak pria paruh baya tersebut memeluk erat peti jenazah kayu berwarna cokelat milik putrinya.
Dengan raut wajah penuh duka, ia menangis menyandarkan kepalanya di atas peti, seolah sedang memberikan pelukan perpisahan terakhir kepada putri tercintanya.
Momen ini terjadi pada Selasa (28/4/2026) setelah petugas berhasil menyelesaikan proses identifikasi terhadap jenazah korban.
Peti tersebut juga telah ditempeli kertas identitas bertuliskan nama lengkap korban: VICA ACNIA FRATIWI.
Watarisin (70) datang ke gedung Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri Kramat Jati untuk mencari keberadaan keponakannya, Vica Acnia Fratiwi (23).
Vica merupakan salah satu penumpang gerbong wanita yang menjadi korban tewas dalam insiden maut yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek tersebut.
Vica saat itu sedang dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya di Jakarta menuju rumahnya di Cikarang Barat.
"Keponakan ini pulang kerja. Sejak kejadian itu belum pulang, ditelepon juga sampai sekarang enggak diangkat," kata Watarisin di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026). dilansir dari Tribunjakarta.com.
Sebelum mendatangi RS Polri Kramat Jati, pihak keluarga besar sudah berupaya mencari informasi keberadaan Vica ke sejumlah rumah sakit di Bekasi yang menangani korban luka.
Namun, keberadaan Vica tidak kunjung ditemukan, sehingga pihak keluarga mendatangi RS Polri Kramat Jati tempat jenazah korban kecelakaan dikumpulkan.
Di Posko Antemortem, pihak keluarga menyerahkan data pembanding berupa sidik jari pada dokumen penting korban seperti ijazah, serta data medis terkait lainnya seperti catatan gigi dan DNA.
"Ini saya sama keponakan ke sini karena orang tua di kampung. Belum ada informasi lanjut dari rumah sakit. Lagi dicek ada apa enggak, kalau enggak ada (jenazahnya), ya syukurlah," ujar Watarisin.
Berdasarkan data sementara hingga pukul 10.00 WIB, sebanyak 10 kantong jenazah korban kecelakaan telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati.
Karodokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Nyoman Eddy, menuturkan pihaknya sudah membuka Posko Antemortem bagi pihak keluarga dan Posko Postmortem untuk jenazah korban.
Proses identifikasi dilakukan menggunakan metode Disaster Victim Identification (DVI) dengan pencocokan data antemortem dari keluarga dan data postmortem dari jenazah.
"Untuk keluarga yang merasa kehilangan, nanti kami akan siapkan tempatnya di Posko Antemortem. Kami juga melakukan kegiatan postmortem di sini, nanti akan kita rekonsiliasi," tutur Nyoman.
Total 16 Korban Tewas
Data korban jiwa dalam kecelakaan maut yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di lintasan Bekasi Timur terus diperbarui.
Hingga Rabu (29/4/2026), dilaporkan jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 16 orang.
Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, kepada wartawan, Rabu (29/4/2026).
"Korban meninggal dunia bertambah satu orang sehingga total menjadi 16 orang. Kami berharap tidak ada lagi penambahan korban," ungkapnya.
Korban meninggal dunia terakhir diketahui sempat dirawat di ruang ICU RSUD Bekasi. Pihak kepolisian menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban.
"Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Saat ini penyidik masih mendalami rangkaian kejadian secara komprehensif,” ujar Kombes Budi.
Pihaknya memastikan proses penyelidikan dan penyidikan tengah berjalan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
Polisi masih mendalami kemungkinan adanya faktor kelalaian manusia (human error) maupun gangguan sistem komunikasi dalam operasional perkeretaapian.
“Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP,” jelasnya.
Berdasarkan data sementara hingga Rabu (29/4/2026) pukul 11.00 WIB, total korban mencapai 106 orang.
Sebanyak 90 orang mengalami luka-luka, dengan 44 orang telah diperbolehkan pulang dan 46 lainnya masih menjalani perawatan.
Sebagai informasi, kecelakaan terjadi antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi sekitar pukul 20.52 WIB pada Senin (27/4/2026).
Insiden terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, tepatnya di KM 28+920.
(*)
# MOMEN HARU # Tangisan # Pecah # Ayah # Peluk # Peti Jenazah # Putri # Korban # KRL # Bekasi #