Baru Semalam Dipasang, Portal Ngaliyan Rusak Lagi Diseruduk Bus AKAP Jambi-Kediri
raka f pujangga April 29, 2026 10:56 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Portal pembatas ketinggian kendaraan di kawasan simpang Jrakah, tepatnya di depan Pasar Jerakah, Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, arah menuju BSB, Mijen, kena seruduk bus, Rabu (29/4/2026).

Padahal, portal setinggi 3,4 meter itu baru dipasang Selasa (28/4/2026) malam.

Baca juga: Pengawasan Diperketat, Dinkes Semarang Temukan Masih Ada SPPG Belum Penuhi Syarat SLHS

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Mulyadi, menjelaskan insiden tersebut.

Ia menyebut portal mengalami kerusakan cukup parah akibat diterobos bus antarkota antarprovinsi (AKAP) jurusan Jambi-Kediri.

Bus bernopol BG 7399 OI tersebut melaju dari arah jalan Walisongo menuju ke simpang Jrakah, jalan Prof Hamka.

"Itu rusak parah, Mbak, sampai kondisi tiang portal tengahnya itu melengkung gitu," kata Mulyadi kepada Tribun Jateng.

Menurutnya, kejadian berlangsung sekitar pukul 18.10 WIB. Bus diduga mencoba melintas ke arah Ngaliyan, kemungkinan dalam upaya berputar arah.

Namun, kendaraan dengan tinggi melebihi batas tersebut akhirnya tersangkut pada bagian atas portal.

"Mungkin mau muter atau bagaimana, tapi masih dilakukan pemeriksaan di Polsek Ngaliyan," jelasnya.

Ia menambahkan, sebenarnya rambu-rambu pembatas tinggi kendaraan di lokasi sudah terpasang dengan jelas.

Namun, sopir bus tetap nekat melintas.

"Rambu-rambune sudah jelas, di persimpangan juga sudah ada. Tapi biasanya memang ada yang untung-untungan kalau masuk," katanya.

Selain bagian portal tengah melengkung, menurutnya kerusakan lain juga ditemukan. Yaknk terdapat retakan pada beton penyangga di bagian bawah.

"retak-retak di beton bawahnya karena didorong," ungkap Mulyadi.

Terkait perbaikan, pihak Dishub masih menunggu hasil pemeriksaan dari kepolisian.

Menurutnya, Tanggung jawab perbaikan kemungkinan akan dibebankan kepada pihak terkait setelah proses penyelidikan selesai.

"Masih diperiksa di Polsek Ngaliyan. Nanti untuk tanggung jawab perbaikan akan ditentukan," imbuhnya.

Mulyadi juga menjelaskan, tinggi bus diperkirakan mencapai sekitar 3,6 meter, terutama karena adanya tambahan perangkat seperti AC di bagian atas kendaraan.

“Kalau dari tinggi busnya, mungkin sekitar 3,6 meter. Jadi nyangkut di bagian AC-nya itu,” katanya.

Saat ini, sopir bus tengah menjalani pemeriksaan di Polsek Ngaliyan guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.

Sementara itu, pada hari yang sama, truk over dimension over load (Odol) juga menyeruduk portal pembatas kendaraan di kawasan Kedungpane, Jalan Semarang–Boja, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

Truk melaju dengan kecepatan cukup tinggi dan diduga tidak mengurangi laju saat mendekati portal setinggi 3,4 meter.

Mulyadi mengungkapkan, sopir diduga nekat menerobos dengan asumsi kendaraannya tidak akan menyentuh portal.

Namun justru kecepatan kendaraan ditambah saat mendekati lokasi.

Akibatnya, bagian atas kendaraan tetap menyenggol portal.

"Iya menyenggol bagian atas, ada kerusakan sedikit," ucapnya sebelumnya.

Ia mengatakan, petugas yang berjaga langsung melakukan pengejaran karena truk tidak berhenti setelah insiden.

"Dan enggak berhenti itu langsung kayak posisi tadi malam itu langsung dikejar sama teman-teman. Dari atas langsung dikejar," jelasnya.

Truk akhirnya berhasil dihentikan setelah turunan Silayur dengan bantuan warga sekitar yang ikut membantu pengejaran. 

Sopir kemudian diamankan bersama kendaraan dan dokumen untuk dibawa ke Polsek Ngaliyan.

"Itu langsung di bawa ke Polsek," jelasnya.

Baca juga: Tampang Sopir Truk yang Tabrak Portal Pembatas Ketinggian Silayur Semarang Sepakat Ganti Rugi

Dari hasil pengamatan sementara, lanjutnya, tinggi kendaraan diduga melebihi batas maksimal portal.

Padahal, berbagai rambu peringatan telah dipasang jauh sebelum portal, termasuk pembatasan tinggi kendaraan dan tonase maksimal 8 ton pada jam tertentu.

"Ya, yang jelas mungkin lebih dari 3,4 itu. Itu kan kalau armada seperti itu kan berarti kan sudah overload, over muatannya karena kan jenis kendaraannya seperti itu," imbuh Mulyadi. (idy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.