WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI – Harapan yang sempat membubung tinggi itu akhirnya luruh di ruang ICU.
Mia Citra Rumaisha (27), korban kecelakaan maut antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek, mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu (29/4/2026) pagi.
Duka ini terasa semakin perih saat keluarga mengungkap permintaan terakhir Mia, yakni ingin disuapi bubur sumsum oleh sang ibu.
Momen Manis di Tengah Masa Kritis
Kondisi Mia sebenarnya sempat menunjukkan tren positif.
Setelah melewati proses evakuasi dramatis karena kakinya terjepit di antara lempengan gerbong, ia masih bisa berbincang lancar dengan kedua orang tuanya di RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi.
Baca juga: Update Tragedi Bekasi: Korban Tewas Tambah Jadi 16 Orang, Mia Citra Meninggal Usai Berjuang di ICU
Rabu pagi itu, ia bahkan sempat sarapan bersama sang ayah, Muhammad Hamid.
Dalam percakapan lirih tersebut, Mia mengutarakan satu keinginan sederhana. "Pak, minta bubur sumsum saja, Pak," kenang Hamid menirukan ucapan sang putri.
Ibunda Mia pun segera memenuhi permintaan itu dan menyuapkannya dengan penuh kasih sayang.
Siapa sangka, kelembutan bubur sumsum itu menjadi santapan terakhir sekaligus perpisahan manis sebelum kondisi Mia tiba-tiba drop pada pukul 08.30 WIB dan dinyatakan meninggal dunia tepat pukul 09.00 WIB.
Duka Sahabat: Dari IPB hingga Rawamangun
Kesedihan mendalam juga menyelimuti Aida Nuraini, sahabat karib Mia sejak masa kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 2017.
Dengan mata sembab, Aida terpaku di depan rumah duka di Tambun Selatan.
Ia teringat bagaimana perjuangan mereka mencari kabar Mia melalui media sosial dan jaringan pertemanan saat ponsel sahabatnya itu tak lagi aktif.
"Kami sering nongkrong di Rawamangun, mengunjungi kafe-kafe estetik favorit Mia. Mia itu orangnya sangat hangat dan suka bercanda," ujar Aida pelan.
Baginya, Mia bukan sekadar teman, melainkan saudara tempat berbagi cerita mulai dari masa-masa field trip hingga perjuangan meniti karier sebagai karyawan swasta di Jakarta.
Baca juga: Betapa Absurdnya Usulan Menteri PPPA yang Minta Gerbong Wanita Pindah ke Tengah Usai Tragedi Bekasi
Perjalanan Terakhir Menuju Ngawi
Kepergian Mia resmi menambah daftar korban jiwa tragedi Bekasi menjadi 16 orang.
Pantauan di lokasi menunjukkan rumah duka di Perumahan Mangun Jaya Lestari 2 dipadati pelayat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.
Usai disalatkan di masjid setempat, jenazah Mia langsung dibawa menggunakan ambulans menuju kampung halamannya di Ngawi, Jawa Timur.
Jalur rel yang setiap hari ia lalui sebagai pejuang rupiah kini menjadi saksi bisu berakhirnya sebuah perjalanan hidup yang penuh dedikasi dan kasih sayang.