TRIBUNMANADO.CO.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Yulius Selvanus Komaling dan Victor Mailangkay terus mendorong peningkatan sektor kesehatan yang merata hingga ke wilayah kepulauan.
Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, berbagai program dan pembenahan layanan kesehatan mulai dirasakan langsung masyarakat di Bumi Nyiur Melambai.
Gubernur Yulius menegaskan, pelayanan kesehatan merupakan hak dasar yang harus diterima seluruh warga tanpa terkecuali.
“Pelayanan kesehatan harus maksimal. Tidak boleh ada warga yang kesulitan mendapatkan pengobatan,” tegasnya.
Pemprov Sulut melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga penguatan layanan berbasis teknologi.
Beberapa capaian yang kini dirasakan masyarakat antara lain pembangunan gedung baru RSUD Bolaang Mongondow Selatan, serta pembenahan Poliklinik RSUD Manembo-Nembo Bitung yang kini dilengkapi ambulans baru.
Tak hanya itu, layanan medis modern juga mulai dihadirkan, salah satunya teknologi Digital Subtraction Angiography (DSA) di RSUD ODSK Manado yang memungkinkan penanganan penyakit secara lebih akurat.
Di bidang layanan spesialis, Pemerintah Provinsi juga membuka Klinik Mata di RS Mata Provinsi Sulut guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan mata.
Sementara untuk wilayah kepulauan, Pemprov mengoperasikan kapal Rumah Sehat BAZNAS yang melayani masyarakat di wilayah Sangihe dan Talaud.
Kabar baik datang dari sektor layanan kesehatan rujukan. RS Khusus Infeksi (RSKI) Kitawaya Manado kini resmi melayani pasien peserta BPJS Kesehatan.
Kebijakan ini membuka akses layanan yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam mendapatkan perawatan tanpa terkendala biaya.
Transformasi sektor kesehatan di Sulut turut mendapat pengakuan di tingkat nasional. Pada tahun 2026, Gubernur Yulius menerima penghargaan National Governance Award kategori Outstanding Province in Life Expectancy Value.
Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Sulut meningkatkan angka harapan hidup melalui pemerataan layanan dan pemanfaatan teknologi kesehatan.
Sebelumnya, pada September 2025, Sulut juga masuk dalam empat provinsi terbaik di Indonesia dalam kepedulian terhadap layanan kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat.
Selain pembangunan fisik, perhatian juga diberikan pada aspek sosial. Pemprov menyalurkan bantuan kursi roda dan kacamata bagi lansia kurang mampu.
Di sisi lain, peningkatan kualitas tenaga medis dilakukan melalui pemberian beasiswa bagi dokter, serta distribusi alat kesehatan ke puskesmas di berbagai kecamatan.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Daerah Sulut, dr Rima Lolong, mengatakan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
“Bapak Gubernur ingin tenaga medis benar-benar hadir melayani masyarakat dengan cepat, tepat, dan ramah,” ujarnya.
(TribunManado.co.id/Ren)