TRIBUNMANADO.CO.ID - Kerinduan jemaat Tuhan di Manado dan sekitarnya mendapatkan lawatan dalam ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Mujizat Kesembuhan begitu besar.
Memasuki hari ketiga pelaksanaan, Rabu 29 April 2026, KKR Mujizat Kesembuhan mendapatkan sambutan luar biasa.
Lapangan Sparta Tikala berubah jadi lautan manusia. Jadi mezbah penyembahan dan altar pujian.
Hujan gerimis yang melanda Manado tak membuat semangat jemaat surut.
Lapangan dan tenda-tenda yang disiapkan panitia penuh.
Jemaat yang hadir datang dari berbagai denominasi gereja. Tidak hanya dari Manado, sebagian dari daerah sekitar seperti Minahasa Utara, Bitung, Tomohon dan Minahasa.
Pada malam ketiga ini, Pastor (Ps) Debby Basjir tampil sebagai pembawa firman.
Dalam khotbahnya, disaksikan ribuan pasang mata dan didengar ribuan pasang teling, Ps Debby mengingatkan jemaat untuk bersikap menghadapi hari penghakiman.
"Waktu Tuhan sudah dekat. Karena itu sudah saatnya bertobat. Hidup harus dipertanggungjawabkan. Kalau hidup masih diberi kesempatan untuk bertobat, lakukan, belum terlambat," ungkapnya.
Ia mengingatkan jemaat pula bahwa kasih karunia, anugera yang diberikan Tuhan secara cuma-cuma jangan disia-siakan.
Membalas anugera itu, jemaat diajak untuk setia kepada kebenaran firman Tuhan.
"Jadilah orang Kristen yang diteladani. Ayo kita mulai dari keluarga Kita. Sehingga kita menjadi garam dan terang, jadi contoh," kata Pastor Debby.
Selanjutnya, memaknai anugerah keselamatan yang diberikan Tuhan, jemaat seyogyanya mau hidup dalam kasih.
"Saling mengasihi, memberikan pengampunan. Hiduplah rukun suami istri, dengan anak-anak dan orangtua. Begitu juga dengan sesama, jemaat, tetangga," katanya lagi.
Pada dua malam sebelumnya, jumlah jemaat yang rindu dilawat Tuhan begitu besar.
Apalagi, dua hari pertama KKR Mujizat Kesembuhan ini diwarnai sesi doa dan penyembuhan bagi yang sakit. Ratusan orang datang untuk dijamah oleh Kuasa Ilahi dalam ibadah yang dilayani Hamba Tuhan Ps Risuli Lubis.
KKR Mujizat Kesembuhan yang berlangsung 27-30 April bak oase di tengah padang gurun. Setelah beberapa tahun, Kota Manado menjadi mezbah dan altar Tuhan lewat KKR Mujizat Kesembuhan.
KKR ini diinisiasi oleh Yayasan Kairos Pelita Kasih dan Suara Kabar Baik Tinavel Ministry.
Turut dalam pelayanan ini, Ps Frangky Rewah serta Worship Leader Glady Febe Tuwoh, Vriego Soplely serta Penyanyi dan Pencipta lagu Rohani Jason Irwan.
"Ibadah kebangunan ini merupakan jawaban atas kerinduan jemaat. Terutama mereka yang merindukan kesembuhan lewat lawatan dan jamahan Allah," kata Ketua Panitia, Pdm Ronald Pelealu STh.
"Kami sangat bersyukur karena KKR ini mendapatkan dukungan penuh interdenominasi gereja-gereja di Sulawesi Utara," kata Pendeta Ronald yang didampingi Ketua SKB Tinavel, Pdt Johanes Pandalekw SE STh.
Gereja-gereja itu, di antaranya GPdI, KGPM, Gereja Bethany Manado, IFGF Gizi, GBI Menorah, Gereja Tiberias, GPSDI, Gereja Kemuliaan Sion, dll.
Di samping itu, kebaktian ini juga akan turut menggumuli keadaan bangsa dan negara, Provinsi Sulawesi Utara dan Kota Manado.
"Kehidupan di era post modern ini sangat kompleks. Anak-anak Tuhan punya banyak tantangan. Karena itu, kita turut peduli, menjangkau jiwa-jiwa agar kembali kepada Tuhan," ujar Pembina Yayasan Kairos Pdm Eliasar Lekitonu MTh MPdk,MM yang didampingi Ketua Yayasan Kairos Pdm Deiby B Najoan SPdk. (Ndo)