Tanggapan Aryono Miranat setelah Indonesia Gagal Lolos Fase Grup Thomas Cup 2026
Nestri Y April 30, 2026 12:33 AM

PBSI
Aryono Miranat berharap akan lebih banyak kesempatan untuk pemain muda setelah kegagalan Indonesia di fase grup Thomas Cup 2026.

BOLASPORT.COM - Mantan pelatih ganda putra pelatnas PBSI, Aryono Miranat, berharap kekecewaan Indonesia di fase grup Thomas Cup 2026 tidak terus berlarut.

Tim bulu tangkis putra Indonesia baru saja menelan pil pahit setelah gagal di fase grup Thomas Cup 2026.

Indonesia dikalahkan Prancis dengan skor 1-4 pada laga terakhir Grup D, Selasa (28/4/2026) di Forum Horsens, Denmark.

Ironi tunggal putra menjadi kekecewaan mendalam ketika tak ada satupun amunisi di sektor ini yang menyumbang angka.

Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Anthony Sinisuka Ginting kalah semua.

Mereka tumbang melawan trio tunggal putra terbaik Prancis saat ini, Christo Popov, Alex Lanier, dan Toma Junior Popov.

Adapun di sektor ganda yang menjadi kekuatan terbesar Indonesia, justru tampil di bawah performa terbaik.

Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani tampil tertekan saat menghadapi ganda ranking 52 dunia, Eloi Adam/Leo Rossi. 

Perbedaan ranking yang begitu jauh justru menjadi dunia terbalik bagi Sabar/Reza.

Kekalahan mereka menjadi batas paling akhir kelolosan tim Indonesia ke perempat final.

Prancis membutuhkan minimal kemenangan 4 partai dalam pertandingan tersebut yang berujung menjadi sejarah terburuk Indonesia pada Thomas Cup 2026.

Untuk kali pertama, Indonesia gagal lolos dari fase grup Thomas Cup, sebuah ajang beregu putra yang telah dimenangi sebanyak 14 kali, terbanyak dalam sejarah.

Kekalahan Indonesia ini turut menjadi perhatian Aryono Miranat, sosok mantan pelatih di pelatnas PBSI.

Aryono yang juga berperan dalam kemenangan Indonesia pada Thomas Cup 2020, menyoroti bagaimana Prancis memang telah menjelma menjadi tim tangguh.

Apalagi kepercayaan diri mereka tumbuh pesat setelah menjadi Juara Eropa 2026.

"Tim Prancis saat ini memang sedang dalam kepercayaan diri yang tinggi setelah mereka menjuarai kejuaraan Eropa tahun ini," kata Aryono Miranat saat dihubungi Bolasport.com melalui pesan teks WhatsApp.

"Ganda kedua mereka jg bermain bagus."

"Bermain tanpa beban karena kedudukan sudah unggul 3-0," ujarnya.

Sementara dari sisi Indonesia, terutama ketika Sabar/Reza gagal tampil optimal, Aryono melihat kemungkinan ada rasa tertekan yang besar setelah kekalahan 3 tunggal putra.

"Sedangkan Sabar/Reza walau bermain baik tapi ada pressure, karena harus menang kalau mau tim Indonesia masuk quarter," tuturnya.

Di sisi lain, Aryono berharap kegagalan ini menjadi pembelajaran besar dan berharga bagi jajaran pemain, pelatih, dan ofisial.

Bukan berarti harus melupakan cepat, bukan pula harus meratapi terlalu lama.

Pria yang kini menjadi Technical Advisor PB Djarum ini berharap tim putra Indonesia segera bangkit untuk turnamen teredekat.

Masih ada kesempatan untuk memperbaiki di tahun ini menyusul adanya ajang beregu di Asian Games 2026 terutama dengan memanfaatkan pemain-pemain muda.

"Pesan untuk ganda putra Indonesia, tetap semangat. Kecewa pasti ada, tetapi jangan terlalu berlarut dalam kekalahan ini," ujar Aryono.

"Harus bangkit kembali, tetap jaga kekompakan dan beri kepercayaan pada pemain muda mulai dari sekarang untuk menatap Thomas Cup dan event-event lain berikutnya."

"Tetap semangat," ucap Aryono.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.