22 Tahun Menabung dari Hasil Jualan Pentol, Muqorobbin Pria Asal Semarang Akhirnya Berangkat Haji
Eri Ariyanto April 30, 2026 01:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Muqorobbin Ngadiman (42), seorang penjual pentol asal Semarang, Jawa Tengah, menjadi sorotan setelah kisah perjuangannya untuk berangkat haji akhirnya terwujud.

Selama kurang lebih 22 tahun, Muqorobbin Ngadiman setia menabung dari hasil jualan kecil-kecilan yang ia lakukan setiap hari.

Di tengah keterbatasan ekonomi, ia tidak pernah menyerah untuk menyisihkan sebagian pendapatannya.

Keinginan kuat untuk menunaikan ibadah haji sudah ia tanamkan sejak lama sebagai impian hidupnya.

Meski harus berjuang keras di tengah panas terik dan kerasnya persaingan dagang, ia tetap konsisten berdagang.

Setiap rupiah yang ia kumpulkan menjadi harapan yang ia simpan untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.

Perjalanan panjang penuh kesabaran itu akhirnya membuahkan hasil yang sangat membahagiakan.

Kini, Muqorobbin resmi mendapatkan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji yang selama ini ia impikan.

Kisahnya pun menjadi inspirasi banyak orang tentang arti ketekunan, kesabaran, dan keyakinan dalam meraih cita-cita.

Baca juga: Klarifikasi Menteri PPPA soal Usul Gerbong Wanita Dipindah ke Tengah: Tak Maksud Abaikan Keselamatan

Seperti diketahui, Muqorobbin Ngadiman (42), warga Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, berangkat ke Tanah Suci sebagai jemaah calon haji kloter 21 dari Embarkasi Solo pada Selasa (28/4/2026).

Ia dikenal sebagai pedagang pentol atau cilok keliling yang telah menabung biaya haji dari hasil usahanya sejak 2004.

Di tengah penghasilan yang tidak menentu, Muqorobbin menyisihkan sebagian pendapatannya setiap hari untuk mewujudkan keinginannya menunaikan ibadah haji.

"Kulo nyelengi yo Rp 10 ribu atau Rp 5 ribu. La terus ngumpul Rp 25,5 juta. Akhir damel daftar (saya menabung Rp 10 ribu atau Rp 5 ribu. Setelah terkumpul Rp 25,5 juta, akhirnya digunakan untuk mendaftar haji)," ujarnya, dikutip dari Tribun Solo, Rabu (29/4/2026). 

Cita-cita haji sejak sebelum menikah

Keinginan untuk menunaikan ibadah haji sudah tertanam dalam diri Muqorobbin jauh sebelum ia menikah.

Namun, keterbatasan ekonomi membuatnya harus memulai dari usaha kecil sebagai pedagang cilok.

"Kulo ki ket kawet durung nduwe bojo, pun kepengen ten Mekkah. 2004, akhir e kulo niku bakul pentol (saya sejak sebelum menikah sudah ingin ke Mekkah. Pada 2004 akhirnya saya berjualan cilok)," jelasnya. 

Dengan penghasilan yang tidak menentu, ia tetap berusaha konsisten menabung demi mewujudkan impian tersebut.

BERANGKAT HAJI - Moqorobbin, jemaah yang tergabung dalam kloter 21 yang telah diterbangkan ke tanah suci, Selasa (28/4/2026) siang. Meski hanya jualan cilok, tapi warga Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, itu berhasil mewujudkan impiannya menunaikan ibadah haji setelah bertahun-tahun menabung dari hasil jualan kecilnya. (Dok./TribunSolo)

Nabung recehan hingga terkumpul puluhan juta

Kedisiplinan menjadi kunci perjalanan Muqorobbin.

Dari kebiasaan menyisihkan Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per hari, ia berhasil mengumpulkan Rp 25,5 juta untuk biaya awal pendaftaran haji.

"Raketung Rp 5-10 ribu diklumpukke gih Alhamdulillah dugi mriki (meski hanya Rp 5-10 ribu tapi kalau dikumpulkan juga bisa sampai Asrama Haji Donohudan untuk pergi haji)," ucapnya. 

Ia tetap berjualan cilok keliling sambil menunggu antrean keberangkatan, sekaligus menyiapkan biaya pelunasan dan kebutuhan selama di Tanah Suci.

"Terus sambil menunggu panggilan padhos sangu, yo niku wau keliling bakul pentol. Ancen saget e niku (selama menunggu panggilan saya terus berjualan cilok keliling untuk biaya pelunasan dan bekal)," tuturnya.

Momen haru menuju Tanah Suci

Perjuangan panjang itu terbayar saat Muqorobbin berangkat bersama kloter 21 dari Embarkasi Solo.

"Perasaan e seneng banget. Raketung pripun-pripun, pokoke yo mangkat (perasaan saya sangat senang. Bagaimanapun caranya, yang penting bisa berangkat)," katanya.

Di balik itu, ia menyimpan harapan sederhana.

"Mugo-mugo ngibadah e kulo yo ditompo Gusti Allah (mudah-mudahan ibadah saya diterima oleh Allah)," ucapnya.

Kisah Muqorobbin menunjukkan bagaimana konsistensi dalam menabung dari usaha kecil dapat mengantarkan seseorang menunaikan ibadah haji.

(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.