TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Rustini Muhaimin, menyoroti kasus kekerasan terhadap puluhan anak di sebuah tempat penitipan anak atau daycare di Yogyakarta.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak untuk memperkuat sistem perlindungan anak.
Rustini menegaskan, anak-anak adalah amanah besar yang wajib dijaga, bukan menjadi sasaran luapan emosi orang dewasa.
“Anak-anak adalah amanah, bukan objek pelampiasan emosi. Tidak ada ruang bagi kekerasan. Kita harus memiliki komitmen zero tolerance (nol toleransi) terhadap segala bentuk kekerasan terhadap anak,” ujar Rustini saat menjadi pembicara kunci (keynote speech) dalam agenda Perkumpulan Pergerakan Wanita Nasional (Perwanas) di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Pernyataan ini disampaikan menyusul terungkapnya kasus dugaan kekerasan di sebuah daycare di Yogyakarta.
Sejauh ini, Polresta Yogyakarta telah menetapkan 13 tersangka dalam kasus kekerasan di Daycare Little Aresha pada Sabtu (25/4/2026). Tragedi tersebut terbongkar setelah polisi melakukan penggerebekan atas laporan adanya praktik pengasuhan tidak manusiawi di lembaga tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan, dari total 103 anak yang pernah dititipkan di sana, sebanyak 53 anak terverifikasi mengalami tindakan kekerasan fisik maupun verbal. Praktik menyimpang ini terkuak berkat keberanian seorang mantan karyawan yang melaporkan langsung situasi di lokasi kejadian.
Selain di Yogyakarta, kasus dugaan kekerasan terhadap anak juga kembali mencuat dari penggerebekan warga di salah satu daycare di Banda Aceh, Aceh, pada Jumat (24/4/2026).
Serangkaian kejadian di dua daerah ini mempertegas pentingnya pengawasan kolektif terhadap lembaga pengasuhan.
Baca juga: 46 Tahun Cuma Modal Bambu, Perlintasan Maut Ampera Bekasi Akhirnya Dipasang Palang Pintu!
Selain aspek perlindungan, Rustini menyoroti peran strategis perempuan, termasuk guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), dalam membentuk karakter generasi masa depan.
Ia menilai kualitas pengasuhan yang dibarengi dengan pemenuhan gizi dan literasi keuangan menjadi fondasi vital menuju kualitas manusia yang unggul.
“Guru PAUD dan kader perempuan memegang peran penting dalam membentuk karakter anak sejak dini. Investasi terbaik bagi bangsa ini bukan semata materi, tetapi manusia yang berkualitas,” tambahnya.
Baca juga: Fakta Daycare di Banda Aceh Lokasi Kekerasan Balita, Pihak Yayasan Pecat 3 Pengasuh
Pemerintah melalui berbagai elemen masyarakat terus didorong untuk memastikan setiap lembaga pengasuhan memiliki tenaga pendidik yang terlatih, sabar, dan memahami psikologi anak.
Pengawasan ketat terhadap regulasi operasional daycare dinilai mutlak dilakukan guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
Hingga saat ini, proses hukum terhadap ke-13 tersangka di Polresta Yogyakarta dipastikan tetap berjalan secara objektif. Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan keadilan bagi para korban dan keluarganya dengan tetap menghormati asas praduga tak bersalah.