Danau Tondano Disorot: Penelitian Ungkap Kandungan Logam Berat, Ini Penjelasan Akademisi Unsrat
Chintya Rantung April 29, 2026 11:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Danau Tondano di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, kembali menjadi perbincangan warga. 

Setelah kemunculan ikan sapu-sapu, kini perhatian beralih pada penelitian yang mengungkap kandungan logam berat di danau tersebut.

Akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Sri Seprianto Maddusa, mengatakan dirinya bersama tim pernah meneliti kondisi Danau Tondano pada 2021.

Hasil penelitian menunjukkan, kadar logam Seng (Zn) atau zinc di air berkisar antara 0,03 hingga 0,21 miligram per liter (mg/L).

Sebagai perbandingan, ambang batas sesuai PP Nomor 22 Tahun 2021 adalah 0,05 mg/L.

“Artinya, sebagian nilai sudah melewati batas dan mengindikasikan adanya pencemaran, meskipun Zn sendiri merupakan unsur yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil,” jelas Maddusa, Rabu (29/4/2026) malam.

Temuan lain yang cukup penting adalah adanya penumpukan logam (bioakumulasi) pada ikan mujair. 

Kadar Zn pada ikan tercatat 54,71 hingga 107,64 miligram per kilogram (mg/kg). 

Bahkan sebagian sudah melewati acuan keamanan pangan sekitar 100 mg/kg.

“Ini menunjukkan logam dari lingkungan sudah masuk dan tersimpan di tubuh ikan,” ujarnya.

Timbal (Pb) Lebih Mengkhawatirkan

Untuk logam Timbal (Pb) atau lead, kondisinya dinilai lebih serius. Rata-rata kadar Pb di air mencapai 0,153 mg/L, padahal baku mutunya hanya 0,03 mg/L.

Sementara pada ikan mujair, kadar Pb mencapai 0,69 mg/kg, lebih tinggi dari batas aman 0,3 mg/kg menurut standar internasional.

“Jadi pencemaran tidak hanya di air, tapi sudah masuk ke rantai makanan,” tegasnya.

Apakah Masih Aman Dikonsumsi?

Meski angkanya melewati batas, hasil analisis risiko menunjukkan konsumsi ikan dari Danau Tondano belum berisiko langsung, selama jumlahnya tidak berlebihan.

Dalam simulasi perhitungan:

Kadar Pb pada ikan: 0,69 mg/kg (miligram per kilogram)

Konsumsi ikan: 0,054 kilogram per hari (sekitar 54 gram/hari)

Berat badan: 60 kilogram (kg)

Hasilnya, nilai Target Hazard Quotient (THQ) sebesar 0,18 atau masih di bawah angka 1 (THQ < 1>

Yang berarti masih dalam batas aman untuk risiko non-kanker.

“Ini karena yang dihitung bukan hanya kadar, tapi juga seberapa banyak dikonsumsi. Jadi kalau konsumsinya rendah, risikonya juga lebih kecil,” jelas Maddusa.

Namun ia mengingatkan, kondisi ini tetap perlu diwaspadai dan tidak boleh dianggap aman sepenuhnya.

Langkah yang Perlu Dilakukan

Ia menyarankan pemerintah segera mengendalikan sumber pencemaran, seperti limbah bengkel dan limbah rumah tangga.

Selain itu, perlu dibuat kolam penampungan atau sedimentasi untuk menyaring limbah sebelum masuk ke danau.

Bahkan melakukan pemantauan rutin terhadap kualitas air dan ikan.

Untuk masyarakat, disarankan untuk Mengurangi konsumsi ikan dari danau, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil.

"Tidak membuang limbah langsung ke danau dan menggunakan sistem pembuangan limbah yang lebih aman seperti septic tank

Danau Tondano yang menjadi sumber kehidupan warga kini menghadapi tekanan lingkungan. Upaya bersama dari pemerintah dan masyarakat dinilai penting untuk mencegah pencemaran semakin parah," Pungkasnya. (Pet)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.