Penguatan patroli udara ini menjadi bagian integral dari sistem pertahanan laut terpadu

Ambon (ANTARA) - Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada III Maluku mengoperasikan Pesawat Udara (Pesud) P-8301 jenis CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) guna memperkuat pengamanan wilayah perairan timur Indonesia, khususnya dalam mendukung Operasi Siaga Purla/Tameng Papua-26 Periode II.

Komandan Guspurla Koarmada III, Laksamana Pertama TNI Andri Kristianto, di Ambon, Rabu, menyatakan bahwa pengoperasian pesawat patroli maritim tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pengawasan dan deteksi dini terhadap berbagai potensi ancaman di wilayah perairan timur Indonesia.

“Operasi ini sangat penting untuk memastikan kedaulatan wilayah tetap terjaga, mengingat kawasan timur Indonesia memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi, baik dari potensi pelanggaran wilayah, aktivitas ilegal seperti penangkapan ikan tanpa izin, hingga ancaman keamanan lainnya,” ujar dia.

Ia menjelaskan, keberadaan pesawat CN235-220 MPA yang dilengkapi dengan kemampuan pengawasan udara modern memungkinkan TNI AL melakukan pemantauan secara lebih luas dan cepat dibandingkan patroli laut biasa.

Dalam pelaksanaan misi tersebut, Pesud P-8301 dari Skadron Udara 800 Wing Udara 2 Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal) diterbangkan oleh Mayor Laut (P) Wisnu Akbar di bawah kendali Bawah Kendali Operasi (BKO) Guspurla Koarmada III.

Pesawat lepas landas dari Bandara Pattimura Ambon untuk menyisir wilayah daerah operasi (Rahops), khususnya perairan Papua dan sekitarnya, yang menjadi fokus dalam Operasi Tameng Papua-26.

Operasi ini juga merupakan bentuk kesiapsiagaan TNI AL dalam menjaga stabilitas keamanan maritim nasional, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam melindungi sumber daya alam laut.

“Penguatan patroli udara ini menjadi bagian integral dari sistem pertahanan laut terpadu. Dengan pengawasan yang intensif, kita dapat mencegah berbagai aktivitas ilegal sejak dini dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” katanya.

Selain itu, pelaksanaan operasi turut dipantau langsung oleh jajaran pejabat terkait sebagai bentuk komitmen dalam memastikan kesiapan unsur udara TNI AL berjalan optimal.

Pesawat dilaporkan telah mendarat kembali di Bandara Pattimura Ambon dengan aman dan lancar setelah menyelesaikan misi operasionalnya.