Warga Sidrap Sulsel Olah Ikan Sapu-sapu Sebagai Penghasilan Baru, Begini Caranya
Erik S April 30, 2026 02:20 AM

TRIBUNNEWS.COM, SIDRAP -  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini sedang gencarnya memusnahkan ikan sapu-sapu karena dianggap berbahaya bagi ekosistem.

Sementara itu di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), ikan sapu-sapu menjadi peluang bisnis baru.

Jarak Sidrap ke Makassar sekitar 219 Km, bisa ditempuh perjalanan darat selama 4 jam.

Warga Desa Mojong, Kecamatan Watang Sidenreng, memilih mengola ikan sapu-sapu sebagai sumber penghasilan baru. 

Ikan dimanfaatkan sebagai bahan utama pakan ternak bebek.

Seorang nelayan, Muhammad Abu Rizal, mengungkapkan bahwa hasil tangkapan ikan sapu-sapu dari danau bisa mencapai hingga 2 ton per hari. 

Pemanfaatan ini turut meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Ikan sapu-sapu yang diambil dari danau bisa mencapai 2 ton per hari,” ujarnya.

Ikan sapu-sapu dicampur dengan eceng gondok, jagung, serta sedikit dedak. 

Campuran tersebut kemudian dijadikan pakan untuk ternak bebek milik warga.

Pemanfaatan ikan yang sebelumnya dianggap hama ini kini menjadi solusi ekonomi sekaligus membantu pengelolaan lingkungan di wilayah tersebut. 

Baca juga: Kata Dedi Mulyadi soal Upaya Pemprov DKI Basmi Ikan Sapu-Sapu, Tak Cukup Ditangkap

Bahaya Konsumsi Ikan Sapu-sapu

Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, memberikan peringatan keras kepada warga mengenai bahaya penggunaan ikan sapu-sapu sebagai bahan olahan makanan seperti siomay.

Peringatan ini disampaikan di sela aksi penyisiran massal ikan invasif tersebut di Saluran Cideng, yang tepat berada di samping Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2026).

Arifin mengungkapkan, salah satu pemicu oknum nakal menggunakan ikan sapu-sapu untuk bahan siomay adalah harganya yang sangat murah, yakni di kisaran Rp1.000 hingga Rp1.500 per kilogram.

Berdasarkan hasil penelitian Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP), ikan sapu-sapu yang hidup di perairan Jakarta telah menyerap limbah dengan kadar tinggi.

Arifin menegaskan dalam tubuh ikan tersebut terdapat kandungan bakteri E. coli serta logam berat seperti merkuri dan timbal yang jauh di atas ambang batas.

"Jangan sampai dikonsumsi. Jika terus-menerus dikonsumsi, dampaknya bisa berakibat fatal bagi kesehatan masyarakat," tegasnya.

Baca juga: Pemkot Jaksel Kaji Ikan Sapu-Sapu Dimanfaatkan Jadi Pakan Ternak, Bakal Libatkan Berbagai Pihak

Untuk mencegah ikan-ikan hasil tangkapan ini disalahgunakan atau diolah kembali oleh oknum tidak bertanggung jawab, Arifin memerintahkan petugas untuk mematikan ikan sebelum dikubur.

"Ikan yang tertangkap harus dimatikan dulu dengan dipatahkan badannya, baru dikubur. Ini untuk pengamanan agar tidak ada yang mengambil kembali ikan yang sudah kita buang untuk hal-hal yang tidak baik," jelasnya.

Dalam aksi kali ini, petugas gabungan dari Damkar, Lingkungan Hidup, hingga SDA berhasil mengangkut hampir setengah ton ikan sapu-sapu.

Arifin memastikan operasi ini akan dirutinkan setiap Jumat pagi untuk mengembalikan ekosistem ikan lokal di perairan Jakarta.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.